Balasan yang Berlipat Ganda

Allah Swt. berfirman:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Baqarah [2]: 245)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 261)

Betapa Allah Swt. adalah Dzat Yang Mahakaya dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Bagi setiap hamba yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, betapa berlipat ganda balasan yang diberikan oleh-Nya. Menjadilah beriman untuk meyakini kebenaran firman-Nya ini dan segera menyongsong kehidupan yang penuh dengan limpahan kebaikan dalam kehidupan karena kita dengan senang hati menafkahkan harta di jalan Allah Swt.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

26 Komentar

Filed under Hikmah

Alhamdulillah…, Gaji 25 Juta Per Bulan

Saya mempunyai teman yang masih muda umurnya. Belum pernah bekerja dan baru lulus kuliah di sebuah program diploma. Setelah lulus kuliah, dia diterima bekerja di sebuah pertambangan minyak perusahaan luar negeri. Kabarnya (adik saya yang bilang), alhamdulillah…, ia mendapatkan gaji sebanyak 25 juta per bulan. Saya bilang kabarnya karena saya belum pernah bertanya secara langsung kepadanya.

Kenapa saya tidak bertanya langsung kepadanya? Karena saya tidak mempunyai kepentingan terhadap masalah ini. Saya hanya ikut senang karena hidupnya memang berubah menjadi jauh lebih baik secara ekonomi. Ke mana-mana ia sekarang tidak memakai sepeda motor butut seperti dulu, melainkan naik mobil sendiri model terbaru. Namun, satu hal yang menjadi perhatian saya adalah soal cinta sejati. Continue reading

35 Komentar

Filed under Cerita Ringan

Memilih Profesi Menjadi Guru

Begitu mulia pekerjaan seorang guru sekaligus betapa berat tugas dan tanggung jawab menjadi seorang guru. Inilah mengapa tidak semua orang bisa menjadi seorang guru yang berhasil. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai rasa cinta terhadap anak-anak atau peserta didik dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan saja yang mampu untuk menjadi seorang guru. Inilah pribadi seorang guru yang berhasil mengajar sekaligus mendidik di hadapan murid-muridnya. Sosok seorang guru favorit yang dicintai oleh anak didiknya.

Sebaliknya, tidak sedikit guru yang gagal melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru yang baik. Ia hanya mengajar begitu saja tanpa mempertimbangkan dan bertanya kembali apakah yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh murid-muridnya atau tidak. Menjadi seorang guru tidak lebih dari sekadar kebutuhan akan sebuah pekerjaan. Ya, bekerja menjadi seorang guru. Jadi, semangat dan motivasi seseorang untuk menjadi guru adalah kebutuhan pekerjaan dan atau sebagai ladang untuk mencari nafkah. Bila hal ini yang terjadi, maka sungguh akan sulit baginya untuk menjadi guru yang berhasil. Continue reading

37 Komentar

Filed under Pendidikan

Menjaga Cinta

Bunga di depan rumah penulis.

Cinta adalah anugerah terindah yang dikaruniakan Allah kepada setiap manusia. Segala yang bernama hubungan akan terasa hampa bila tanpa cinta. Meskipun di surga, sebuah tempat yang paling nikmat dan penuh pesona bahagia, ternyata Adam merasa sendirian dan membutuhkan teman bercengkerama. Maka, atas nama cinta pula, Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping setia. Begitu pula setelah Adam dan Hawa turun sebagai penghuni dunia. Meskipun mereka berdua ditempatkan pada sebuah tempat berbeda yang sangat jauh jaraknya, ketertarikan cinta antara keduanya membuatnya bertemu dengan sepenuh kerinduan di sebuah padang, Arafah namanya. Continue reading

42 Komentar

Filed under Cinta

Bagaimana Mengatasi Anak Bermasalah?

Setiap orangtua pasti berharap agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Betapa bahagianya apabila anaknya ketika masih bayi tidak rewel, mudah beradaptasi ketika diajak berkunjung ke rumah saudara atau kenalan, apabila disapa keluarga tersenyum atau bahkan langsung tertawa, tidak susah makan, atau tidak buang air besar dan kecil (termasuk mengompol) sembarang waktu dan tempat. Alangkah bahagianya para orangtua apabila anak-anaknya yang sudah menginjak usia sekolah dapat bersekolah dengan baik, bisa bangun pagi-pagi, tidak bermasalah dengan teman-temannya, rajin belajar, tidak suka berbohong, sopan, suka menolong, patuh kepada orangtua dan guru, apalagi rajin pula beribadah.

Anak yang sehat, cerdas, dan ceria adalah dambaan setiap orangtua; foto santri TPA Al-Muhtadin tempat penulis mengabdi.

Continue reading

32 Komentar

Filed under Keluarga

Allah Akan Mengganti

Allah Swt. berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Duhai jiwa yang masih saja dihinggapi penyakit yang pernama bakhil, segera sembuhlah dengan kesadaran yang benar. Sungguh, harta yang disimpan saja dengan kebakhilan justru akan banyak membawa kerugian; hidup pun jauh dari keberkahan. Sebagaimana air selokan yang tidak mengalir niscaya airnya akan semakin keruh, berbau tidak sedap, menjadi sarang kuman, dan menjadi tempat berkembang biak bagi bermacam bibit penyakit. Akan tetapi, apabila air selokan mengalir dengan lancar niscaya airnya akan bening dan menyehatkan lingkungan. Demikian pula dengan harta yang kita punya.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

29 Komentar

Filed under Hikmah

Rahasia di Balik Dua Belas

Alhamdulillah…, hari ini saya berkesempatan untuk mengerjakan PR dari Mas Mabruri Sirampog soal 12. Berikut jawabannya:

A. Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata
1. Suka jalan-jalan
2. Suka bersepeda
3. Suka kuliner
4. Suka membaca
5. Suka menulis
6. Romantis (kata istri)
7. Dulu suka baju warna hitam
8. Sekarang suka warna putih
9. Senang memotret
10. Kurang jeli terhadap angka
11. Suka puisi
12. Juga cerpen dan novel. Continue reading

29 Komentar

Filed under Penghargaan

Cerita Berkesan: Tarik-Menarik di Merak

Bersama Seven Pri saat masih kuliah di Jogja.

Pada postingan kali ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya yang cukup berkesan, yakni pengalaman saya ketika pertama kali pergi ke luar Pulau Jawa, tepatnya ke Lampung. Waktu itu, saya diajak ke rumah teman kuliah saya. Seven Pri namanya. Setelah berjalan-jalan dan menginap beberapa hari di Kotabumi, saya dan teman saya balik lagi ke Jogja.

Setiba di Pelabuhan Merak, kami mencari bus jurusan Jogja. Pada saat kami sedang mencari bus, tiba-tiba ada seorang lelaki menarik salah satu tas milik teman saya. Pada mulanya teman saya menolak untuk ditarik tasnya. Tapi, setelah dijelaskan bahwa ada bus bagus jurusan Jogja yang segera berangkat, teman saya akhirnya menurut. Continue reading

35 Komentar

Filed under Cerita Ringan

Air Mata Rindu

sepotong rindu ini seutuhnya untukmu
meski rayuan lembut di jalanan merebutnya
aku berlari di atas pematang licin berbatu
ingin segera menghapus air matamu, segera

saat gerimis kuketuk pintu hatimu tanpa ragu
meski kerinduan ini betapa berselimut kabut
masihkan engkau simpan gelombang biru itu
di bening matamu, di situlah aku tersangkut

aku datang sebagaimana sungai menuju muara
duhai, bukalah pintu segera, bukalah segera
sebelum aku tenggelam dalam pusaran air mata

Bumidamai, Yogyakarta.

28 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Pendidikan yang Membebaskan

Judul Buku: Pendidikan yang Membebaskan | Penulis: Akhmad Muhaimin Azzet | Penerbit: Ar-Ruzz Media, Yogyakarta | Tebal: 100 hlm. | Harga: Rp.20.000,- | ISBN: 978-979-25-4833-4.

Pendidikan adalah proses bagi seorang anak manusia untuk menemukan hal yang paling penting dalam kehidupan, yakni terbebas dari segala hal yang mengekang kemanusiaannya. Oleh karena itu, pendidikan semestinya membebaskan peserta didik dari segala macam penindasan; apa pun bentuknya.

Pendidikan yang membebaskan bukanlah guru yang selalu saja menjadi subjek, sedangkan murid menjadi objeknya. Bukanlah pendidikan yang suka atau tidak suka, murid harus menerima dan menjalani proses pendidikan yang diberikan oleh sang pendidik atau lembaga pendidikan yang diikutinya. Bila demikian, pendidikan tak ubah seperti penjara.

Pendidikan yang membebaskan juga bukan serupa mesin industri bagi kapitalisme modern. Atau, sebagaimana yang belakangan banyak terjadi, hanya mencerdaskan sisi intelektualnya saja, akan tetapi anak didik tidak dibebaskan menjadi manusia seutuhhnya. Lalu, bagaimanakah sebenarnya pendidikan yang membebaskan itu? Simak selengkapnya dalam buku inspiratif ini.***

—————–

Catatan:
Buku tersebut sudah beredar di Toko Buku Gramedia seluruh Indonesia dan beberapa toko buku lainnya, namun apabila kesulitan mendapatkannya, dengan senang hati saya akan membantu mendapatkannya dari penerbit, silakan pesan via e-mail: amazzet56@yahoo.com. Nuwun….

31 Komentar

Filed under Info Buku