Memilih Profesi Menjadi Guru

Begitu mulia pekerjaan seorang guru sekaligus betapa berat tugas dan tanggung jawab menjadi seorang guru. Inilah mengapa tidak semua orang bisa menjadi seorang guru yang berhasil. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai rasa cinta terhadap anak-anak atau peserta didik dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan saja yang mampu untuk menjadi seorang guru. Inilah pribadi seorang guru yang berhasil mengajar sekaligus mendidik di hadapan murid-muridnya. Sosok seorang guru favorit yang dicintai oleh anak didiknya.

Sebaliknya, tidak sedikit guru yang gagal melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru yang baik. Ia hanya mengajar begitu saja tanpa mempertimbangkan dan bertanya kembali apakah yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh murid-muridnya atau tidak. Menjadi seorang guru tidak lebih dari sekadar kebutuhan akan sebuah pekerjaan. Ya, bekerja menjadi seorang guru. Jadi, semangat dan motivasi seseorang untuk menjadi guru adalah kebutuhan pekerjaan dan atau sebagai ladang untuk mencari nafkah. Bila hal ini yang terjadi, maka sungguh akan sulit baginya untuk menjadi guru yang berhasil.

Apakah tidak boleh bekerja menjadi seorang guru? Sungguh, persoalannya bukan menjadi guru itu pekerjaan atau bukan. Melainkan motivasi untuk menjadi guru itulah yang penting untuk dibahas di sini. Bisa saja seseorang mendaftarkan diri untuk menjadi seorang guru (formal di sekolah atau guru PNS), akan tetapi motivasi utamanya adalah keinginan untuk menjadi guru itu sendiri; sebuah keinginan yang berangkat dari kecintaan kepada anak-anak dan dunia pendidikan.

Motivasi dan kecintaan seseorang untuk menjadi guru adalah dasar bagi seorang guru akan sukses dan dicintai oleh murid-muridnya atau tidak. Motivasi dan kecintaan ini harus terpancang sejak awal seseorang menekuni profesi sebagai guru atau bisa pula baru terbangunkan setelah seseorang menjalani profesi ini sekian waktu. Motivasi dan kecintaan ini harus senantiasa dijaga agar seseorang tetap bersemangat menghadapi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Jadi, motivasi dan kecintaan ini semacam ruh bagi seorang guru agar selalu dekat dengan anak didiknya, sehingga apa yang disampaikannya dalam proses belajar mengajar mudah diterima. Inilah kunci penting bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Seorang guru yang tidak hanya mencintai profesinya, akan tetapi juga dicintai oleh anak didiknya.

Menjadi guru yang mencintai profesi dan dicintai oleh anak didik betapa membahagiakan hati. Sebaliknya, menjadi guru yang sekadar sebagai profesi biasanya juga akan sekadar dikenal saja oleh murid-muridnya secara pribadi. Dalam hubungan yang semacam ini terasa sekali tiada kedekatan antar-pribadi. Bila hal ini yang terjadi, maka proses belajar mengajar akan berjalan datar-datar saja, serasa hambar, bahkan tak jarang menjemukan.

Sudah tentu, kita tidak ingin menjadi seorang guru yang biasa-biasa saja di hadapan anak didik, serasa hambar ketika menyampaikan materi, bahkan apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang menjemukan. Bukan semata betapa menyenangkan dan bahagianya menjadi guru yang mengesankan dan dicintai oleh anak didik, melainkan betapa penting hal ini demi tercapainya tujuan dari proses belajar mengajar yang kita lakukan.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

About these ads

38 Komentar

Filed under Pendidikan

38 responses to “Memilih Profesi Menjadi Guru

  1. Tingkat keberhasilan proses belajar mengajar bukan dari nilai akademis dari murid kita tapi dari interaksi yang sinergis dan menyenangkan antara murid dan gurunya dalam keg belajar mengajar. Tidak banyak guru yang predikatnya seorang guru mempunyai karakter guru yang sejati. Smga smkin banyak guru di Indonesia yg mempunyai karakter seorang guru sejati tuk masa dpn anak bgs yg lbh baik.. amiin..

    • Sepakat, Mbak Eva Yulianti. Sungguh, saat ini kita sangat memerlukan guru-guru sejati agar masa depan bangsa ini semakin baik. Makasih banyak ya, Mbak, senang sekali saya dikunjungi Mbak Eva yang selalu memberikan pencerahan.

      • Sama2 mas Azzet..tulisannya inspiring sekali..saya jd semangat ngasih komen hehehe.. alhamdulillah… Yng baik dtg drNya.. subhanallah..semoga bisa ber-watawa shaubil haqqi watawa shoubishshobr..salam takzim.. wasslm

  2. Pengalaman a5 ,dulu di tendang guru ,gara2 ga mau ikut Paskibra ,? ,
    Aku yg salah apa gurunya ya? Hehe

  3. Guru itu mendidik, bukan sekedar mengajar, itu yang pernah saya dengar. Bukan hanya membuat muridnya tahu secara kognitif, tapi juga sampai afektifnya (akhlak)

  4. guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa …
    tapi kalau guru dalam bekerja mengharap imbalan dan balas budi gimana pk ustadz … ?

    • Itulah sesungguhnya yang menjadi titik tekan dalam tulisan saya dalam postingan ini, Mas. Guru sebagai profesi atau pekerjaan. Tidak masalah bila seseorang bekerja sebagai guru untuk penghasilan hidupnya. Tapi, mestinya ini bukan tujuan dan motivasi utama. Hal yang mesti dinomorsatukan adalah kesenangan dalam mendidik itu sendiri.

  5. Abed Saragih

    Memang gak mudah jadi guru yang berhasil,,itu butuh waktu cukup yang lama. :)

  6. InVinciBle TeTik

    Subhanallah Pak saya juga pengen bisa menjadi seorang guru apapun profesi saya nanti ingin tetap bisa mengajar dan berbagi >_<

    • Benar sekali, Mbak, menjadi guru bisa secara formal di sekolah, atau menjadi guru juga bisa dilakukan di masjid, mushala, balai RW dengan PAUD, di rumah dengan mengajari anak-anak di lingkungan sekitar tempat kita tinggal, anak2 kita, sahabat2, bahkan guru bagi diri sendiri.

  7. Menjadi Guru tidak hanya mengajar namun juga mendidik untuk berperilaku baik, memberi motivasi, mendorong murid yang kurang berani, serta mengatasi berbagai kenakalan murid.
    Menjadi Guru sebetulnya bukan profesi ringan, namun harus merupakan suatu pilihan agar proses belajar mengajar berjalan baik.

    • Saya setuju sama Bu Ratna. Guru memang semestinya mendidik sebagaimana tersebut. Dan, sungguh, ini bukan profesi yang ringan. Namun, bila sudah pilihan dan merupakan hal yang disenangi, insya Allah segalanya menjadi lebih mudah,

  8. Saya dulu adalah seorang profesional (pilot) dalam dunia penerbangan.Dan karena takdir dari Allah SWT saya tidak lagi bekerja di dunia kerja yang sangat saya cintai tersebut.Dan karena Allah SWT pula saya sekarang menjadi seorang guru & sekaligus tempat usaha kursus, bersama istri saya di Kalimantan Timur.Sehingga saya bisa katakan guru adalah jembatan ilmu (Positif) dan posisi ini adalah mulia untuk dunia akherat.Tergantung bagaimana kita menjalankannya di dunia fana ini.Wassalam Hamba Allah.Dewanta Aries Sandy

  9. Assalaamu’alaikum wr.wb, sahabat guru yang mulia…
    Alhamdulillah, saya senang jadi guru dan akan tetap di jawatan ini walau pernah ditawar profesion lain yang lebih lumayan gajinya. Kerja mulia yang selalu mengingatkan saya kepada perjuangan Rasulullah dalam mendidik ummah dan menyebarkan ilmu ke seluruh jagat raya.

    Bidang keguruan memang sangat mencabar dan memerlukan rasa kasih dan sayang yang tinggi kepada siswa agar mereka dapat dididik menjadi manusia berilmu dan berwawasan. posting yang sangat prihatin dan mencerahkan.

    Guru sebenar guru, ke sekolah tidak jemu, mengajar tidak lesu dan belajar selalu.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillah…, saya ikut senang mengetahui Mbak Fatimah sangat menyenangi untuk menjadi guru. Meski tidak secara formal, saya juga menyenangi profesi ini. Hmmm, saya sangat suka kalimat Mbak Fatimah: guru sebenar guru, ke sekolah tidak jemu, mengajar tidak lesu dan belajar selalu…

      Makasih banyak ya, Mbak Fatimah
      Salam hormat dari Jogja, Indonesia.

  10. guru merupakan teman, sahabat dan pengajar buat kita mencari tmbahan ilmu pengetahuan. jadi guru itu sangat mulia
    salam hangat dari blue

  11. Assalamualaikum.Wrwb.Ustad Akhmad Muhaimin Azzet, dan para blogger sekalian.Kalau boleh urun pendapat mengenai profesi seorang guru sebenarnya adalah merupakan satu usaha / pekerjaan yang sangat menarik & sekaligus menantang di dunia ini.Kenapa bisa di katakan demikian :
    1.Seorang guru harus memiliki ilmu yang cukup dalam bidangnya sebelum mengajarkannya kepada orang lain.
    2.Seorang guru harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap dirinya sendiri, yang mana mau / berkeinginan untuk menyebarluaskan ilmu yang di milikinya
    3.Seorang guru harus memiliki extra kesabaran yang tinggi di dalam mengajarkan ilmu yang di milikinya kepada orang lain dengan segala hal positif & negatifnya
    4.Seorang guru harus memiliki jati diri lahir batin yang di ibaratkan seperti serumpun padi
    5.Seorang guru harus memiliki karakter seorang jenderal di dalam mengajarkan ilmunya.Dalam artian mempunyai ketegasan & kemampuan dalam mengengendalikan dirinya sendiri untuk mengajarkan ilmu yang berguna dan sesuai aturan umum.Dan mengatur para pemakai ilmunya agar berpegang teguh dengan ajaran yang telah di turunkan kepada mereka.
    6.Seorang guru harus memiliki kemauan kuat untuk selalu menambah ilmu yang di milikinya sekarang secara khusus.Dan belajar mengenai ilmu yang lainnya juga secara umum.
    7.Seorang guru harus selalu melakukan intropeksi diri sebelum melakukan aktifitas yang akan di lakukannya saat ini, kemaren & akan datang
    8.seorang guru harus mempunyai sifat bersahabat & penyanyang, serta arif bijaksana kepada seluruh murid yang di milikinya.
    9.DLL
    Itulah sekelumit tuntunan untuk menjadi seorang guru yang baik (menurut saya) sesuai dengan pengalaman saya & istri selama kurang lebih 9 tahun ini.Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan saran sederhana ini.Wassalam.Dewanta.AS – Pemilik Lembaga Kursus Sempoa & Bimbingan Belajar Matematika – Bontang Kalimantan Timur

    • wa’alaikumusalam, Mas Dewanta, senang sekali saya mendapatkan tambahan ilmu dari Mas Dewanta tentang guru dan ilmu mendidik. Sungguh, semoga semua ini menjadikan saya semakin semangat mendampingi anak2 belajar menuju kedewasaannya. Sekali lagi, makasih banyak ya, Mas. Semoga Lembaga Kursus Sempoa & Bimbingan Belajar Matematika yang dikelola Mas dan istri semakin maju.

  12. Sempat terpikir oleh saya utk menjadi guru…
    atau dosen… :)
    Hanya sempat terpikir sih…
    Belum pasti juga….

  13. guru digugu lan ditiru. . . asal jangan nagsih contoh yang negatif aja. . ..

  14. mirisnya saat ini, banyak sekali oknum guru yang merusak citra guru sendiri.. kabar terjelek yang saya baca terakhir di koran untuk dunia pendidikan adalah ada salah satu guru agama yang memperkosa anak didiknya sendiri, anak dibawah umur.. na’udzubillah.. semoga guru2 yang ada bisa mengemban tugasnya dengan baik..

  15. saya memutus rantai profesi Guru dalam keluarga saya, maafkan saya punya cita2 yang sama mulianya dg Guru, hiks

    • Setiap dari kita mempunyai hak untuk memilih profesi apa yang kita pilih, Mbak. Apa pun itu, bila dilakukan dengan senang hati, sungguh-sungguh, dan dalam rangka menggapai ridha Allah ta’ala, tentu merupakan hal yang mulia.

  16. guru…… waaaahhhhh menjadi guru adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia sobat…………

  17. Saya teringat kata dosen saya, kalau ingin kaya jangan jadi guru. Pahlawan tanpa tanda jasa itulah penduduk SORGA. Pekerjaan Memanusiakan manusia sungguh tak ternilai oleh materi …

  18. Ping-balik: Guru yang Dekat dengan Anak Didik | Akhmad Muhaimin Azzet

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s