Dalam kartu identitas sering kali orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap sebagaimana PNS, dokter, atau lainnya, ditulis dengan wiraswasta. Saya penasaran sebenarnya wiraswasta itu jenis pekerjaan yang seperti apa. Ternyata, setelah membuka buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, wiraswasta adalah pekerjaan yang hebat. Berikut adalah makna wiraswasta menurut kamus tersebut:
Wiraswasta: orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Mengapa hal ini perlu saya tulis di sini? Karena tidak jarang kita mendengar orang menjawab ketika ditanya mengenai pekerjaannya dengan nada minder, “Cuma wiraswasta, Mas.” Padahal, wiraswasta adalah pekerjaan yang hebat. Hanya orang-orang yang mandiri dan mempunyai mental tangguh yang bisa menekuni pekerjaan ini.
yup… tidak harus berkecil hati dengan pekerjaan itu,
berusaha dan mencoba juga berwiraswasta
Benar sekali Mas Ibnu Muslich, yang penting halal dan kita jalani dengan semangat dalam rangka mencari ridha Allah Ta’ala ya, Sob.
oh begitu ya mas??
baru tau saya,mulai sekarang saya ndak perlu minder lagi ya waktu ditanya status pekerjaan saya??
terimakasih mas
Iya, Mas, mantap saja.
Pekerjaan? Wiraswasta!
Semoga dengan kemantapan hati itu menimbulkan semangat dan energi positif dalam kehidupan kita.
saya pun nanti pingin wiraswasta saja kang..
Semoga dapat menjadi wiraswasta yang sukses ya, Mbak Amel.
Allaahumma aamiin….
Dengan wiraswasta hidup tenang. . .
tidak dikejar setoran, waktu dan dan dan tidak dikejar2 orang pemerintahan.
itu sedikit pandangan dari otak kanan saya pak ustadz?
Semoga pandangan otak kanan Mbak Idah itu benar ya, Mbak, sehingga kesuksesan berjalan seiring dengan kebahagiaan.
kiyosaki bilang, cash flow quadrant terdiri dari 4 bagian *namanya aja quadrant* : E-mployee, S-elf employed, B-usiness owner, I-nvestor.
kasta terendah, termasuk diriku, adalah Employee aka karyawan aka pegawai aka buruh. teorinya, ini adalah kalangan yang bekerja paling keras dengan hasil paling sedikit. *tetap saja patut disyukuri*
jadi, wahai para wiraswastawan/wati aka Business-man dan Business-women, you are rock !
Pada posisi apa pun, intinya adalah bersyukur ya, Mas. Termasuk dalam berwiraswasta yang menurut kebanyakan orang pekerjaan yang tidak membanggakan. Ada juga yang bilang, enakan jadi karyawan atau pegawai. Orang Jawa bilang “sawang-sinawang”. Tapi, intinya ya perlu disyukuri itu tadi. Dengan demikian, semoga senantiasa bahagia.
saya malah kagum kalo ketemu sama wiraswasta. mandiri dan bermental kuat dalam berusaha.
Iya, Mbak Citra Taslim, sungguh saya juga merasakan kekaguman yang sama kepada mereka. Karena belum ada kejelasan gaji secara rutin itulah barangkali salah satu sebab para pewiraswasta bermental kuat dalam berusaha.
Saya sepaham soal itu pak Ustadz. Semoga diberikan keberkahan dan kemudahan bagi yang kini bergelut sebagai wiraswasta.
terimakasih atas infonya pk ustadz …
sekarang saya jadi tahu apa makna dari wirswasta yg sebenarnya …
Iya, Mas, sama-sama, saya juga baru tahu dari KBBI kok.
Makasih juga telah hadir dimari ya….
Makasi kunjungannya Kang,.
sudah lama juga aku tak pernah kunjung kesini,.
p kabar kang??
Sama-sama, makasih juga ya…. Alhamdulillah kabar baik-baik saja. Semoga kebaikan juga untuk sampean.
orang tua saya wiraswasta pak.. dan beruntungnya saya, karena mereka mempunyai waktu yang lebih untuk di rumah.. tidak terikat waktu, kontrak, atau apapun itu.. hehe
Alhamdulillah…., ya, Mbak Dhe, dengan bersyukur semoga kehidupan kita semakin bahagia….
Wiraswasta dari segi arti kamus ternyata keren ya? Baru tahu.
Hehehe…., memang keren, Bro. Semoga kita bisa mewujudkan kekerenan itu dalam kehidupan nyata. Bismillah….
dulu KTP saya juga tertulis wiraswasta pak, nggak boleh ditulis guru sama cariknnya, krn saya cuma guru les privat
Hehehe…., kalo begitu sama ya, Mbak; selain menulis saya juga guru les privat
makasih ya mbak, telah singgah kemari.
Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…
Nama wira sahaja sudah memperlihatkan hebatnya. Swasta menjadi sandaran kerana usaha yang dilaku tidak disandarkan kepada ihsan orang lain.
Maka tentu sekali mereka yang mengusaha segala perniagaan dengan kebijakan akalnya mempunya kehebatan tersendiri.
Tidak semua manusia mampu melakukan kerja seperti ini kerana perasaan malu harus dibuang jauh dan berani menempuh segala tantangan untung atau rugi.
Kongsian makna yang bermanfaat mas.
Salam hormat.
Wa’alaikumusalam wr.wb.
Demikianlah, Mbak Fatimah, sesungguhnya postingan ini juga tidak ingin mengatakan bahwa selain wiraswasta tidak hebat. Hal ini saya tulis karena sebagian sahabat saya yang berwiraswasta merasa tidak “pede” dengan pekerjaannya. Padahal, berwiraswasta juga tak kalah hebatnya dengan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya; yang penting halal dan dilakukan sepenuh hati mengharap ridha Allah Ta’ala.
justru bagi saya orang yang ngaku wiraswatawan tuh orang hebat, gimana ga, dia berani buka usaha, membuka lapangan kerja, dan menjadi bos dalam usahanya sendiri. Lain kan sama karyawan yang kerjanya pada bos. hehehehe
Bila demikian, semoga kita bisa bahagia karenanya ya, Sobat. Makasih banyak ya… telah singgah dimari.
adapun jika ditanya apa pekerjaan Anda, saya mocok2 mas (ini tingkat kampung atau kecamatan) tapi jika disandingkan sama pertanyaan sibuk apa sekarang, saya entrepreneur (ini yang dengar gmn gitu) padahal itu mirip dan sama, cuma membedakan tempat berwiraswasta, berusaha, dan berdoa dalam mencari rezeki yang halal
Hehehe…., mocok2 ya mas; tapi benar sekali, yang penting gimana kita berwiraswasta, berusaha, dan berdoa yang mencari rezeki yang halal
pada prinsip dasarku juga pengen jadi enterpreneur bang. . . . masih belom mau jadi anak buah orang… yah meskipun belom kerja sih. . ..
hehehe…, yang penting sudah ada keinginan mas, sungguh ini adalah langkah awal yang selanjutnya akan menjadi langkah berikutnya….
salut buat yang sdh merdeka.. mdh2n bs mengikuti jejak wiraswastawan/wati lainnya..amiin… barokallahu..
Dapat salam neh, teman2 yang sdh merdeka katanya, hehe…. Tapi, intinya, apa pun pekerjaan kita, semoga mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala.
Tulisan di atas mewakili kenapa saya harus menjadi edupreneur?
Mantap pak tulisannya, singkat tapi mengena.
Jadi semakin mantap untuk melangkah ya, Mas Roni Yusron.
Sungguh, makasih banyak atas kunjungannya ya….
Kalau sekarang wiraswasta sdh lumayan dpt tempat dalam hati masyarakat, Pak. Berkat terus menerus terpapar fakta bahwa orang2 yg dpt sebutan terkaya datangnya dari swasta
Begitu ya, Mbak Evi. Ya, semoga pemahaman ini semakin baik ya, Mbak
Yap, saya juga nanti akan jadi wiraswastawan/pengusaha/bisnisman/enterpreneur. Aamiin.
Semoga tercapai dengan baik ya, Mas! Aamiin….
Waduh hebat juga ya!!! kalo gitu akang juga bercita-cita jadi wiraswastawan amiiin!!!!
Saya ikut mendoakan ya, Kang, semoga cita2 akang tercapai. Aamiin….
Mungkin orang-orang tersebut merasa minder karena wiraswasta itu gajinya ga tetap. Kadang untung, kadang rugi. Kadang kaya, kadang harus bangkrut. Beda dengan orang kantoran yang gajinya tetap, setiap bulan pasti dapat.
Iya, Mbak Oma, itulah kenapa berwiraswasta akhirnya dihindari. Namun, bagi orang-orang tertentu, justru yang demikian merupakan keasyikan tersendiri. Makasih banyak ya, Mbak.
Makasih buat apa to?
Makasih atas silaturahim dan komentarnya dalam masalah ini.
sesuatu yang sedang saya tekuni, meskipun hasilnya belum terlihat dan penghasilannya masih lebih besar saat menjadi employee.
terkadang suka tergoda kembali ke status employee,
tapi memang kesuksesan tidak menjelma begitu saja, seperti magic word sim salabim… butuh proses.
tapi wiraswasta juga yang menggoda saya untuk merubah haluan, dulu sangat iri, ketika dengan jabatan saya yang setara wakil manager, masih lebih besar penghasilan seorang wiraswastawan yang bisa 4 – 5 kalinya.
Benar sekali, Mas, keputusan telah diambil, dan marilah mengikuti proses itu dengan senang hati, penuh semangat, doa. Sungguh, saya juga turut berdoa semoga hasilnya akan jauh lebih baik, aamiin….