Guru yang Dekat dengan Anak Didik

Agar anak didik dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan, seorang guru harus dapat membangun kedekatan dengan anak didik atau murid-muridnya. Membangun kedekatan dengan anak didik ini bisa dilakukan dengan kedekatan secara lahir, namun yang tidak kalah pentingnya adalah juga membangun kedekatan secara batin.

a. Kedekatan Secara Lahir
Kedekatan secara lahir dapat dibangun dengan bentuk perhatian yang diperlihatkan kepada anak didik. Meski diperlihatkan, hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah hendaknya dilakukan dengan hati yang tulus karena setiap tindakan yang berangkat dari hati yang tulus akan menimbulkan energi positif yang luar biasa. Bentuk perhatian secara lahir, misalnya, menyapa dengan ramah ketika bertemu atau setidaknya tersenyum.

Menyapa dengan ramah atau setidaknya tersenyum adalah ungkapan yang paling nyata dari seseorang bahwa dirinya adalah pribadi yang terbuka. Sudah tentu siapa saja akan merasa senang jika dekat dengan orang yang mempunyai kepribadian terbuka. Di samping itu, menyapa dengan ramah atau setidaknya tersenyum adalah bentuk pengakuan seseorang terhadap eksistensi pribadi yang disapa atau diberi senyuman tersebut. Sungguh, ini adalah modal penting agar seseorang bisa membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.

Seorang guru yang ingin membangun kedekatan dengan anak didiknya juga harus segera bertanya apabila mendapati anak didiknya tampak “berbeda” dari biasanya, misalnya tampak muram, menyendiri, atau bahkan ketika menyiratkan kegembiraan yang terlihat dari wajahnya yang berbinar. Sungguh, jangan pernah menyepelekan hal ini karena akan mempunyai efek yang luar biasa dalam membangun kedekatan secara pribadi dengan siapa pun, termasuk kepada anak didik.

Termasuk cara agar bisa membangun kedekatan secara lahir adalah menunjukkan perhatian dan bisa mendengarkan dengan baik apabila anak didiknya sedang berbicara. Bagaimana perasaan kita apabila berbicara dengan orang lain sementara orang yang kita ajak bicara itu pandangan matanya sepertinya sedang memerhatikan hal lain? Tentu kita akan merasakan bahwa orang yang kita ajak bicara tersebut tidak sungguh-sungguh mendengarkan kita. Demikian pula dengan anak didik atau murid-murid kita. Seberapa pun usia mereka, misalnya menjadi guru bagi anak-anak TK, hendaknya kita menunjukkan perhatian apabila mereka berbicara. Menunjukkan perhatian tidak hanya mendengarkan dengan baik, melainkan juga memberikan tanggapan yang positif.

b. Kedekatan Secara Batin
Di samping membangun kedekatan secara lahir kepada anak didik, seorang guru juga perlu membangun kedekatan secara batin. Kedekatan ini bisa dilakukan dengan mendoakan secara khusus kepada anak didiknya agar diberi kemudahan dalam belajar dan mencapai kesuksesan. Berdoa kepada Tuhan untuk kebaikan seseorang diyakini bisa mendekatkan secara batin orang yang mendoakan dengan orang yang didoakan. Sungguh, cara ini sangat perlu dilakukan oleh seorang guru terhadap murid-muridnya.

Mendoakan kepada anak didik semestinya tidak dilakukan hanya sekali saja, akan tetapi secara berkala. Misalnya, bagi orang Islam, dapat dilakukan setiap usai shalat lima waktu. Bila hal ini kurang memungkinkan, setidaknya setiap malam menjelang tidur. Mendoakan kepada anak didik lebih-lebih harus dilakukan ketika mereka menghadapi ujian di sekolah. Di samping memang agar anak didik kita diberi kemudahan oleh Tuhan dalam memahami ilmu dan mencapai kesuksesan, yakinlah bahwa cara ini memang ampuh dalam membangun hubungan kejiwaan dengan anak didik.

Mendoakan anak didik ini bisa dilakukan secara umum atau mendoakan anak didiknya secara keseluruhan. Namun, untuk anak didik tertentu yang sering mendapatkan nilai rendah dibanding teman-temannya, anak didik yang sering dinilai nakal oleh teman-temannya atau oleh para guru, atau anak didik yang tampaknya sedang menghadapi masalah dalam keluarganya, sangat perlu untuk disebutkan namanya secara khusus dalam doa-doa kita kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Dengan demikian, seorang guru diam-diam telah membangun kedekatan jiwa dengan para anak didiknya sekaligus membangun kekuatan bersama Tuhan untuk memperoleh keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

About these ads

20 Komentar

Filed under Pendidikan

20 responses to “Guru yang Dekat dengan Anak Didik

  1. Kedekatan secara batin yang mungkin jarang dilakukan oleh para guru.
    Semoga tulisan di atas membuka mata para guru untuk selalu lebih dekat lagi dengan anak didiknya.

  2. Wah. Ustadz, sy membayangkan bgmna klo semua guru sperti ini.. Begitu besar dampaknya bg dunia pendidikan..

  3. wah snenag membaca artikel ini
    semoga kedekatan murid dan guru terhimbas dengan kenaikan ilmu pengetahuan bagi keduanya
    salam hangat dari blue

  4. Abed Saragih

    Semoga dengan kedekatan dengan anak didik membuat kemajuan kreatifitas anak didik bisa terbantu.AMIN

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Guru berperanan besar dalam mendidik anak-anak yang menjadi amanah kepadanya. Guru adalah role model yang dilihat dari seluruh ketrampilan dirinya dalam berurusan dengan pelajar. Guru adalah segalanya dan menjadi matahari dengan menyinarkan cahaya dan menyiram kehangatannya tanpa berbelah bagi dan pilih kasih. semuanya diberi secara saksama dan sama rata.

    Sikap guru yang mesra dan peramah serta mudah menghampiri pelajar akan sangat disenangi dan selalu menjadi kecintaan pelajar kepadanya. kalau dia berpergian jauh, pelajar akan selalu merindui dan mencar-carinya.

    Jadikanlah akhlak Rasulullah sebagai guru terbaik untuk para guru masa kita teladani dalam mendisik anak-anak generasi pewaris masa depan.

    Selamat berbakti untuk jhusa dan bangsa.
    Salam keguruan dari Sarikei, Sarawak. :D

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Alhamdulillah…, senang sekali mendapatkan kunjungan Mbak Fatimah dari Sarawak. Dan, memang benar, Mbak, menjadikan Rasulullah SAW. sebagai model dalam kita mendidik memang luar biasa hasilnya. Terima kasih banyak ya, Mbak.

      Salam hangat persaudaraan dari Jogja.

  6. Anak-anak yang masih polos terkadang mempunyai perasaan yang sensitif terhadap keadaan orang tua disekitarnya (termasuk guru), jadi menurut akang perasaan yang ikhlas dari seorang guru akan bisa dirasakan oleh murid2nya begitu pun jika sedang tidak ikhlas. Semoga guru2 pendidik generasi penerus bangsa selalu dikarunia-i keikhlasan dalam mengajar sehingga melahirkan generasi terbaik amiiin!.

  7. “menyapa dengan ramah atau setidaknya tersenyum adalah bentuk pengakuan seseorang terhadap eksistensi pribadi yang disapa atau diberi senyuman tersebut. Sungguh, ini adalah modal penting agar seseorang bisa membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.”

    sungguh sesuai dengan apa yg ada dalam benakku. tp kali ini bukan dalam kaitannya dgn interaksi guru-murid sih. lbh kepada interaksi antar teman sebaya. lg sebel aja krn bbrp kali menyapa seseorang, tapi ditoleh aja nggak….apalagi dibalas dengan “halo” plus senyum, hiks :(

  8. Di samping dekat dengan anak didik, seorang guru mampu mendekatkan anak didiknya dengan materi belajar yang membumi, relevan dengan kesekitarannya.

  9. Fajar Yuda Asmara (SDN 36 Lubuklinggau)

    Setuju sekali… dengan kedekatan dengan anak didik…. dampak positifnya banyak. Saat kondisi KBM anak tidak canggung/ takut untuk bertanya langsung. Padahal yang ditakuti siswa selama ini setahu saya, takut bertanya, takut dimarahi. itupun dari ucapan murid. Awal pelajaran itu disukai siswanya karena gurunya juga sebagai guru terbaik dan jadi favoritnya. Dan ketika pelajaran itu sudah disukai Insya Allah Daya Serap akan bagus dan tuntas dari KKM bahkan melebihi itu. Insya Allah.

    • Berdasar pengalaman langsung mendampingi dan mendidik anak-anak belajar, memang demikianlah. Maka, guru perlu membangun kedekatan dengan anak didik agar proses belajar mengajar lebih mudah mencapai keberhasilan. Makasih banyak ya Pak Fajar Yuda Asmara. Salam untuk anak-anak di SDN 36 Lubuklinggau.

  10. laila

    assalamualaikum.. pak ustadz, adakah buku yg menerangkan tentang kedekatan/keakraban siswa dengan guru? mohon jawabannya saya perlu untuk rujukan skripsi. trimakasih :)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s