Tiba-tiba saja saya rindu sekali dengan seorang sahabat sekaligus guru saya. Meski belum pernah ketemu secara langsung, namun hati ini sudah merasa “sreg” atau cocok dengannya. Dialah Mas Andi Bombang, penulis novel “Kun Fayakun”, “Saat Cinta Berhijrah”, dan “Dan, Dia-lah Dia”, yang telah meninggal dunia pada 17 Desember 2011.
Sebelum catatan rindu mengalir lebih jauh, izinkan saya dengan tulus berdoa kepada Allah Ta’ala untuk Almarhum Mas Andi Bombang:
أَللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمْهُ وَ عَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَ أَكْرِمْ نُزُلَهُ وَ وَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَ اغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَ أَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَ أَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوجِهِ وَ قِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ و عَذَابَ النَّارِ
Allaahumma aamiin….
Ohya, untuk para sahabat yang belum kenal Mas Andi Bombang, silakan berkunjung ke blog beliau di sini. Dan, berikut adalah tiga novel karya beliau:
Tiga novel karya karya Mas Andi Bombang tersebut sangat asyik sekaligus penting untuk dibaca. Silakan para sahabat mencarinya di toko buku terdekat. Ohya, novel yang berjudul “Kun Fayakun”, bila sudah tidak menemukan yang edisi lama, sekarang telah beredar edisi baru dengan judul “Dzikir Ilalang. Covernya sebagaimana berikut:
Dan, sebagai pengobat rindu, izinkan saya mengopas tulisan Mas Andi Bombang tentang saya yang pernah beliau tulis di blognya sebagai berikut:
Di antara sekian sahabat baik saya, ada satu yang barusan saya tahu aslinya orang Jombang. Namanya melekat kuat dalam benak, walau sampai sekarang kami belum sempat bertatap muka. Siapa lagi kalau bukan Akhmad Muhaimin Azzet, penyair merdeka dari Bumidamai Yogyakarta.
Ada persoalan apa antara saya dengannya? Oo, ‘persoalan besar’, hehe… Kenapa? Karena setahu saya, beliau satu2nya orang yang berani ‘mengacak2’ ketiga corat-coretnya si abang. Bayangin, sudah susah2 bapaknya Deyna praktek mengetik sistem sebelas jari sehelai demi sehelai sampai berkunang2, eh.. sama Mas Azzet ‘dimutilasi’ sambil mesem gaya pembunuh berdarah dingin.
![]()
Ya, betul sekali; dialah editor alias algojonya “Hardi Kobra” (Kun Fayakun), “Sekuntum Bunga Cahaya” (Saat Cinta Berhijrah), serta “Dan, Dia-lah Dia”. Hanya yang ketiga yang nggak diutak-atik judulnya. Takut mungkin sama Yang Punya, hehe.
Dua tahunan lalu, terakhir kami ngobrol lewat telepon. Masih berbekas dalam ingatan saya tutur bahasanya yang lembut ‘blethak-blethuk’ menawan, sebagaimana gaya priyayi Jawa. Kala itu Mas Azzet berkata bahwa dirinya ‘ingin merdeka’; Dan, Dia-lah Dia adalah novel terakhir yang dia editing di publisher yang menerbitkannya. Sedihlah saya, karena sudah merasa tjotjok dengannya di dunia tulis-menulis.
“Bagaimana kalau kita bikin usaha penerbitan sendiri, Mas?” saya sempat mencetus. Saya yang menulis, Mas Azzet yang mengurus lanjutannya. Begitulah maksudnya. Perkara modal mah ‘gampang’. Kan ada bapaknya Iis? Hehe.
Namun Mas Azzet menggeleng. “Saya ingin merdeka,” begitu desahnya mantap. Yaah, getun-lah saya; tapi tidak bisa lagi berbuat apa2 lagi. Maka selanjutnya Mas Azzet bergerak mengiring ‘kemerdekaannya’, sementara saya berangkat menuju ‘medan perang’ Duri Field.
Sudah… Tidak ada sama sekali komunikasi diantara kami setelah itu, sampai kemarin. Ujug2 nongol sms darinya menanyakan kabar perjuangan. Bahagianya saya, ‘masih ada’ ternyata editorku tersayang. Sehat sejahtera, bahkan kabarnya keponakan saya di Yogyakarta insya Allah akan segera nambah. Wuih, muanstabb.
Sebagai pelipur rindu, saya ‘bajak’ salah satu puisi indahnya; sekalian untuk berbagi dengan teman2…
Inikah Tamansari
lihatlah makna teramat dalam, sayangku
bahkan bekas lumat cinta tergaris sempurna
di bibir sejarah yang sungguh bergairah
kita begitu agung dalam gurat legendanamun lagi-lagi jangan menangis, sayangku
bila percintaan pongah pada dingin malam
di sepanjang trotoar menyuruk hingga kota
kita memang kadang lupa menjadi manusiaBumidamai, Yogyakarta.
Demikianlah.
Mas Andi Bombang, engkau telah kembali lebih dahulu kepada-Nya. Semoga diri ini dapat menata langkah agar bisa istiqamah menapaki jalan-Nya dan kelak pun dapat kembali dengan khusnul khatimah. Allaahumma aamiin….


Ane punya tiga buku itu Pak Ustadz… .cuma,,,,Ane taruh dimana ya ? lupa…maklum faktor U… .
Tiga buku tersebut memang tidak rugi untuk dibaca ya, Mas Johar Manik, meski novel, namun banyak pelajaran dapat kita petik. Semoga menjadi amal yang pahalanya mengalir bagi penulisnya.
Aamiin… .
Aamiin, sebuah persahabatan, tanpa jarak dan batas, walau tidak pernah ketemu, semga beliau ditempatkan disisi allah pada tempat yg sebaik2 nya, Aamiin.
Iya, Bu Afnizar Hasan, persahabatan ini begitu terasa hingga ke hati, meski belum pernah bertemu. Terima kasih banyak atas doanya ya. Allaahumma aamiin….
Semoga mendiang dilapangkan kuburnya. Amal baiknya selama hidup menjadi amal jariyah….. Aamiin.
Terima kasih banyak ya, Mbak. Allaahumma aamiin….
jd bersemangat bikin buku…
salam ukhuwah..
Iya, Mas Edi Purnama, mari kita semangat bersama….
Makasih banyak ya….
Semoga Allah menerima semua amal dan ibadahnya..
dan mengampuni semua dosanya
Aamiin
Terima kasih banyak ya, Mbak.
Allaahumma aamiin….
nice post…:)
Terima kasih…..
Terimakasih mas Azzet sudah menulis catatan rindu buat ABang
kebetulan tulisan ini bertepatan dengan ulang tahun pernikahan kami tanggal 3 bulan Mei, biasanya ABang selalu mengirimkan puisi cintanya tepat jam 12 malam, ackhh…. kangen rasanya
Alhamdulillah Allah telah menitipkan padaku suami sederhana dan ayah teladan buat Kakapia dan Deyna.
4 bulan 18 hari……. tangis dan doaku untukmu setiap hari mas
Ya Allah, maafkalah jika aku mengeluh atas cobaan ini
Karena aku hanya bersikap sebagai manusia yang lemah
Sesungguhnya Engkau Maha Kuat dan Maha Pengasih
Maka buatlah diriku kuat menerima cobaan ini
Terima kasih juga kepada teman teman yang dengan tulus ikhlas mengirimkan doanya untuk ABang
ailapyumas
aimisyumas
Iismoe
Sama-sama , Mbak Iis Bombang, dan berdesiran di dada ini ketika mengetahui bahwa saya menuliskannya bertepatan dengan tangal 3 Mei, yakni pas ulang tahun pernikahan Bang Andi dan Mbak Iis. Sungguh, Allah telah mengaturnya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa mencurahkan rahmat-Nya untuk Mbak Iis dan keluarga. Allaahumma aamiin….
Assalamu’alaikum mas Akhmad, beliau dipanggil pulang oleh Sang maha Pengasih di RS Eka Pekanbaru, saya baru saja mengenal beliau sebagai rekanan kerja di daerah Duri Riau. Diskusi masalah Sang maha sejati langsung masuk dengan beliau, dan beliau sangat paham dan mengalaminya, sedangkan saya baru ditingkat manggut2 saja. Beliau pergi terlalu cepat , semoga almarhum ditempatkan disisiNYA yang paling dekat…amiiin.
Wasssalam,
Edy Sanusi
Wa’alaikumusalam wr.wb.
Terima kasih banyak ya, Pak Edy Sanusi, atas informasinya. Ya, benar sekali, rasanya beliau pergi terlalu cepat. Tapi, demikianlah Allah Yang Maha Pengasih telah berkendak. Semoga Almarhum semakin bahagia di sisi-Nya. Allaahumma aamiin….
semoga banyak yang memetik hikmah atas karya2 beliau, menjadi amal ibadah yang tak putus2nya, amin
Allaahumma aamiin…
Mbak Mila, karya beliau bagus sekali…
aamiin, ikut mengaminkan doa pak azzet.. waah rupanya mas andi penulis juga, dan beliau sudah meninggalkan 3 buah karya manis.. jadi makin semangat untuk makin tekun menulis.. kapan2 jadi editor dhe ya pak, hehe
Semoga doa kita dikbalukan oleh Allah Ta’ala ya, Mbak Dhe.
Iya, Mbak, karya Mas Andi Bombang bagus sekali isinya.
Siiip…., semakin tekun menulis ya, Mbak.
Sekiranya teman teman tidak sempat mendapatkan novel KUN FAYAKUN cetakan tahun 2007 (cover warna merah) penerbit DIVA Press telah mencetak ulang dengan judul baru DZIKIR ILALANG, monggo kepada teman teman yang berminat buku sudah beredar di gramedia dan toko buku lainnya.
Aku jauh………….
Dia jauh…………..
Aku dekat………..
Dia dekat…………
Benar sekali, bila para sahabat tidak menemukan novel “Kun Fayakun” edisi lama, silakan mendapatkannya yang edisi baru “Dzikir Ilalang” yang covernya sebagaimana saya tambahkan dalam postingan di atas.
assalamualaikum pak,innalillahi wainna ilahi rojihun…saya baru tau kabar meninggalnya andi bombang,maaf ni pak…almarhum sakit atau meninggal karena apa pak……salam ukuwah,salam sukses dunia dan akherat.
Wa’alaikumusalam wr.wb. Almarhum meninggal dunia di rumah sakit Eka Hospital, Pekanbaru, Riau, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan. Ohya, salam ukhuwah dan salam sukses dunia – akhirat.
boleh ana share di Fb.syukran
Ohya, silakan…., makasih banyak ya, Mbak…
kisah kun fayakun yang dibuat almarhum,luar biasa pak ya….sebelum diedit,berarti lebih sangat tebal lagi pak ya…. untuk dzikir ilalang sama persis kun fayakun atau beda pak ya,kalau edisi tanpa edit ada nggk ya….
Iya, Mas Andi, novel “Kun Fayakun” memang bagus banget isinya. Sebelum diedit naskah tersebut setebal seribu halaman lebih sedikit. Oleh permintaan penerbit dengan pertimbangan supaya harganya tidak mahal bagi pembaca nantinya, saya diminta berjibaku untuk mengedit sekaligus mengurangi bagian2 tertentu hingga jadilah sekarang yang terbit. Kalau edisi tanpa edit saya tidak punya, Mas. Ohya, Dzikir Ilalang kalau menurut perkiraan saya harusnya sama dengan Kun Fayakun. Versi baru ini saya belum membacanya.
selama 2 tahun saya mencari cari kelanjutan dari novel kun fayakun dan alhamdulillah …. penerbit mengabulkan permintaan saya, untk mencetak ulang novel tersebut,ALLAH AKBAR
Alhamdulillah…., semoga bermanfaat bagi pembaca tercinta ya….
Allaagumma aamiin….
Makasih info nya mas Azzet doaku tuk mas Andi tinggal cari buku Dan dia lah Dia jam 2 tadi malam baru ku katam kan Dzikir ilalang (kun fayakun karya mas Andi)
Sama-sama, Mas K. Adi Nugroho, semoga Bang Andi semakin bahagia di sisi-Nya. Ohya, makasih banyak ya telah berkunjung kemari.
assalammuallaikum Pak, mohon ijin utk menyampaikan isi hati, selain buku buku Beliau, artikel yang terdapat dalam blog beliau juga sangat luar biasa. Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya yang bodoh ini bisa belajar sedemikian banyak dari Beliau.
saya usul, Bapak (mungkin dengan seijin keluarga Beliau) , membukukan artikel artikel tersebut, sehingga bisa menjadi bahan bakar pelita hati lebih banyak orang.
saya sempat membeli banyak buku ‘dan Dia lah Dia’ membagikannya kepada teman teman (dengan catatan kalo sudah selesai baca, harus diteruskan kepada teman lain), semuanya merasa sangat bersyukur dan merindukan bimbingan selanjutnya.
kami hanya punya kerinduan, semoga Bapak insyaAllah dapat menjadi jalan.
teriring rindu dan doa untuk Beliau dan Keluarga Beliau, dan syukur tak terhingga kepada Allah SWT
aamiin.
Wa’alaikumusalam wr.wb.
Benar sekali, saya juga sering singgah ke blog beliau. Tulisan-tulisannya sangat bermanfaat. Pernah kepikir juga betapa lebih bermanfaat kalau tulisan2 beliau dibukukan. Terima kasih banyak nggih atas usul dan sarannya, semoga hal ini bisa ditindaklanjuti bersama keluarga beliau.
Assww…. Alhamdulillaah sy punya ketiga novelnya, kun fa ya kun telah merubah mindset sy, yg tadinya smua kejadian yg gak masuk akal sy anggap tahayul menjadi percaya bahwa itu semua krn kehendak sang maha Pencipta yaitu ALLAH SWT…. Pertengahan th 2011 dari pontianak kalbar sy mencari sosok ABANG/ Hardi Cobra / P’Giri menyelusuri kota karawang dan mengikuti petunjuk yg ada dlm kisah “ketika cinta berhijrah” (menurut suami sy sdh terhanyut dlm sebuah fiksi yg se olah2 nyata) dan sampailah sy di kaki sanggabuana, tapi ternyata sy tdk dpt menemukannya dan setiap sy tanya ke warga setenpat mreka tdk ada yg tahu,dan akhirnya sy fikir belum ‘jodohnya’ tuk ketemu sang Mursyid… Tiba2 bbrp hari ini sy teringat kembali dan sy buka google tuk mencari sosok ABAnG,sampailah hari ini sy dapat blog nya dan betapa terkejutnya sy ketika mendapatkan beliau sudah tiada… Hanya doa dan alfatihah yg bs kukirim tuk seorg ABANG,Insyaallaah sgala amal baiknya ditrima oleh ALLAH dan di ampuni sgala dosanya.. Trima kasih p’M Azzet… Apakah ada perkumpulan spt yg ditulis oleh beliau? Kemana hrs sy cari? Wassalaamu’alaikum…syukron
Wa’alaikumusalam wr.wb.
Apa yang ditulis ABang tentu berangkat dari kenyataan, meski beberapa detail cerita adalah fiksi karena buku tersebut adalah novel. Saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan ABang. Cuma beberapa kali via telepon diskusi soal editing naskah atau yang lain. Saya ikut berdoa, suatu saat, dalam takdir-Nya, semoga Mbak Yetty Anwar bertemu dengan mursyid dalam perjalanan ini. Allaahumma aamiin….
…assalamualikum….untuk mbak yg di rahmati ALLOH….jika memng ini adalah sudah menjadi jalan nya mbak… saya adalah adik seperguruan nya ABANG….mbak boleh menghubungi saya…. terimakasih
Wa’alaikumusalam wr.wb.
Terima kasih banyak ya, Mas Budi Hermawan. Semoga ini menjadi jalan yang sungguh indah dalam rahmat-Nya.
bahkan banget rindunya saya :’)
Benar sekal, Mas, sedemikian saya
dimanakah saya bisa dapatkan buku dan dialah Dia? di toko2 buku sudah pada kosong… saya suka bukunya alm. Andi Bombang, dan ingin membaca 2 buku lainnya.. tks
Coba saya bantu cari informasi ihwal ini ya… Bila habis, semoga segera bisa cetak lagi.
Mas Andi Bombang, alias Andi Ali Imron
Sahabat lama di Batalion dulu, Belum pernah jumpa setelah diwisuda dulu
Terimakasih sudah membuat buku dzikir ilalang…
Begitu mengharukan dan membuat pikiranku kalut, ingin berjumpa dengan si Dia….
Selamat jalan sahabatku….
Kangdedie her, ekek 24
Iya, Kang Dedi, saya pun haru dan ingin berjumpa dengan si Dia setelah membaca tulisan Mas Andi Bombang. Semoga ia bahagia di sisi-Nya.
untuk para pembaca novel dan dialah dia… just info… itu adalah biografi dari sang guru…. bang andi adalah kakak seperguruan ku’……. bila ada yg masih ada yg menjadi pertanyaan dalam novel tersebut bisa di sampaikan…..terima kasih abang… semoga kau bahagia di sisi NYA….
Alhamdulillah…., makasih banyak ya, Mas Budi Hermawan.
mas azzet, linknya andibombang.com sudah tidak bisa dibuka ya? padahal saya pengen membaca catatan2 alm Andi Bombang, setelah sy membaca 3 karya bukunya.. adakah yang menyimpan/save tulisan2 Alm Andi Bombang di http://www.andibombang.com ?
Ohya? Barusan saya klik juga nggak bisa. Dan, sayang sekali saya tidak mempunyai kumpulan tulisan beliau yang di blog tersebut. Adakah para sahabat yang lain yang menimpannya?
iya, pagi ini saya pengen baca-baca blognya beliau untuk mendapat pencerahan, tapi sudah tidak ada lagi blognya… adakah yg menyimpan?
kayaknya mas ayik udah bantu buka akses buat baca2 artikel ABang lagi, td saya klik http://www.ayick13.net/2013/03/download-website-andibombangcom-full.html
sekarang saya mau baca artikel ABang dulu, mudah2 yang lain juga bisa mengakses ya