Shalat Idul Fitri

Setelah berpuasa selama satu bulan, tepat tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan kemenangan karena telah berhasil menundukkan hawa nafsu dan banyak mengerjakan amal shalih. Pada hari ini, umat Islam hukumnya sunnah muakkad untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Shalat ini dikerjakan dengan dua rakaat, tidak didahului dengan adzan dan iqamah, dan setelah shalat dilanjutkan dengan khutbah hari raya.

Dasar dari tidak diadakannya adzan dan iqamah pada shalat hari raya adalah sebuah hadits, yakni dari Jabir bin Samurah r.a., ia berkata:

“Aku pernah shalat dua hari raya bersama Rasulullah Saw. lebih dari sekali dua kali, tanpa dikumandangkan adzan dan tanpa iqamah.” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari, yakni ketika matahari kira-kira setinggi dua tombak (kira-kira pukul 07.00 waktu setempat). Sedangkan waktu untuk shalat Idul Adha ketika matahari kira-kira setinggi satu tombak (kira-kira pukul 06.30 waktu setempat). Perbedaan ini terjadi untuk memberikan kelonggaran bagi orang yang belum membayar zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri, sedangkan Shalat Idul Adha lebih agak pagi karena setelah shalat Id segera diadakan penyembilan hewan kurban. Waktu akhir dari keduanya adalah sampai dengan tergelincirnya matahari dari pusatnya.

Pada hari raya ini, hendaknya semua orang berangkat ke tempat shalat hari raya, baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil, bahkan para perempuan yang sedang haid, hendaknya ikut berangkat untuk mendengarkan khutbah hari raya. Begitu juga dengan orang yang sedang dalam perjalanan, sebaiknya berhenti untuk bergabung bersama orang-orang yang sedang mengadakan shalat hari raya.

Dalam shalat sunnah Idul Fitri, ada beberapa sunnah yang perlu untuk diperhatikan:

1.  Sebelum berangkat ke tempat shalat disunnahkan untuk mandi (bukan mandi biasa, tapi mengguyurkan air dari kepala sampai kaki dengan niat mandi sunnah untuk shalat hari raya). Setelah itu, mengenakan pakaian yang sebaik-baiknya.
2.  Sunnah hukumnya untuk makan dahulu, meskipun hanya dengan beberapa biji kurma, sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Sedangkan untuk shalat Idul Adha tidak perlu makan dahulu, kecuali sesudah shalat.
3.  Mengambil jalan yang berbeda antara berangkat ke tempat shalat Id dengan pulangnya.
4.  Mengerjakan shalat Idul Fitri dengan berjamaah.
5.  Membaca takbir seraya mengangkat kedua tangan sebanyak tujuh kali sesudah membaca doa iftitah dan sebelum membaca surat Al-Fâtihah dan pada rakaat kedua sebanyak lima takbir (selain takbir berdiri) sebelum membaca surat Al-Fâtihah.
6.  Membaca tasbih di antara beberapa takbir. Bacaan tasbihnya adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ للهِ وَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ.

Subhânallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.

Artinya:
“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan hanya Allah, dan Allah Mahabesar.”
7.  Pada rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fâtihah, disunnahkan untuk membaca surat Al-A’lâ. Sedangkan pada rakaat kedua, setelah membaca surat Al-Fâtihah, disunnahkan untuk membaca surat Al-Ghâsyiyah.
8.  Shalat Idul Fitri dikerjakan secara jahr, oleh karena itu imam hendaknya mengeraskan bacaannya.
9.  Sesudah shalat hari raya dilakukan khutbah dua kali. Khutbah pertama diawali dengan membaca takbir sebanyak 9 kali secara urut dan khutbah yang kedua membaca takbir sebanyak 7 kali secara urut pula.
10.  Hendaknya ada keterangan tentang zakat fitrah di dalam khutbah shalat Idul Fitri, sedangkan di dalam khutbah Idul Adha ada keterangan tentang ibadah haji dan menyembelih binatang kurban.
11.  Sunnah hukumnya untuk memperbanyak membaca takbir di luar shalat hari raya. Pada hari raya Idul Fitri, waktu membaca takbir dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya sampai dengan imam mulai memimpin shalat hari raya. Membaca takbir ini disunnahkan di segala tempat, baik itu di masjid, mushala, rumah, atau di jalan, termasuk dalam hal ini ketika berangkat dari rumah menuju tempat shalat hari raya. Sedangkan pada hari raya Idul Adha, waktu membaca takbir ditambah lagi pada setiap selesai shalat sampai sesudah shalat asar penghabisan hari Tasyriq, yakni pada tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut adalah bacaan takbir yang dapat dibaca:

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَر اَللهُ اَكْبَرُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ 3×
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا و الْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً, لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ لاَ نَعْبُدُ إِلاّ َإِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ, لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَ نَصَرَ عَبْدَهُ وَ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَ هَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ ,لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar. Lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar. Allâhu akbar wa lillâhil-hamd (3X).
Allâhu akbar kabîraw wal hamdulillâhi katsîraw wa subhânallâhi bukrataw wa ashîlâ. Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlishîna lahuddîna wa law karihal kâfirûn. Lâ ilâha illallâhu wahdahû shadaqa wa’dahû wa nashara ‘abdahu wa a’azza jundahu wa hazamal ahzâba wahdah. Lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar. Allâhu akbar wa lillâhil-hamd.

Artinya:
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah.
Allah Mahabesar lagi sempurna kebesarannya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah sepanjang pagi dan petang. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepadanya dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya walaupun dibenci oleh orang-orang kafir. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, yang benar janji-Nya, yang menolong hamba-Nya, yang memuliakan pengikut-Nya, dan yang mengusir semua musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah. Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah.”

Bacaan takbir sebagaimana di atas hendaknya dibaca dengan hati yang khusyuk dalam rangka membesarkan dan memuji Allah Swt. Takbir yang disunnahkan pada setiap selesai shalat disebut takbir muqayyad, sedangkan takbir yang disunnahkan tidak pada setiap selesai shalat disebut takbir mursal.

About these ads

22 Komentar

Filed under Ibadah

22 responses to “Shalat Idul Fitri

  1. Hendaknya ada keterangan tentang zakat fitrah.
    Biasanya di tempat idah yang enyampaikan tentang zakat fitrah adalah ketua BAZ, Pak Ustadz.
    Bukan pas sesi khutbah tapi ada sesi tersendiri untuk penyampaian tentang zakat. :)

    Semoga sunnah2nya dapat idah laksanakan, besok.
    Terimakasih. :)

  2. alhamdulilah terimakasih pak buku udah sampai..
    terimasih infonya..reminder nieh..tata cara sholat ied yang insyallah kita akan jalankan :)

  3. shalat ied fitri adalah moment di tunggu-tunggu oleh setiap muslim …

    belajar memahami makna takbiran nya ,, mudahan bisa memahami hakikatnya dan mampu mengaplikasikan nya dalam kehidupan sehari-hari..
    Terimakasih pa ilmunya …

  4. Sya

    Jadi ga sabar menyambut Hari Raya :)

  5. Jadi merinding serasa mendengar takbir dimana2 pak ustadz…

  6. sayangnya sekarang banyak yang takbir dengan kaset/vcd….(di tempat saya,entah di lain tempat…

  7. Asalamualaikum W.W pak ustad terima kasih pencerahan nya, semoga tahun ini menbuat kita dan bangsa kita kembali kepada ajaran yang sudah di turunkan kepada nabi besar Kita Muhammad SAW..Amiiin

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb… mas Amazzet.

    Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini.
    Kemenangan akan kita gapai
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
    Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
    Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT

    Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
    Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
    Semoga ALLAH selalu membimbing kita bersama di jalan-NYA

    SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
    Salam Ramadhan dari Sarikei, Sarawak. :D

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah. Dengan setulus hati saya juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Sungguh, saya mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini. Semoga hari-hari ke depan semakin lebih baik dan senantiasa mendapatkan rahmat-Nya.

      Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘amin wa antum bikhair, wa ja’alana minal ‘aidin wal faizin.

      Salam ukhuwah dari Jogja :)

  9. Saya berikut keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H pk Ustadz …
    Mohon Ma’af Lahir dan Bathin …

  10. MasyaAllah :) mantaaap
    taqabbalallahu minna wa minkum
    met idul fitri 1433 H
    maaf lahir batin ya!

  11. postingan yang bagus pak, sangad bermanfaat ^^ (meski lebaran dah lewat, hehe)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s