Arsip Kategori: Hikmah

Berbuat Baik kepada Orang yang Lemah

kita harus berbuat baik dalam hidup di dunia ini, foto kota semarang, akhmad muhaimin azzetBerbuat baik (ihsan) kepada orang yang lemah adalah amalan yang membuat pelakunya mendapatkan rezeki dari Allah Swt. Orang yang lemah (dhuafa) itu adalah orang yang lemah secara ekonomi. Di antara mereka adalah orang yang fakir, miskin, anak yatim, orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, orang yang sakit namun tidak punya biaya untuk berobat, atau orang yang telantar.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Bukhari) Baca lebih lanjut

24 Komentar

Filed under Hikmah

Keyakinan: Modal Penting Meraih Keberhasilan

Keyakinan kuat, ibadah pun giat, foto Akhmad Muhaimin AzzetBetapa penting keberadaan keyakinan dalam kehidupan kita. Sebagaimana Rasulullah Saw. pun bersabda sebagai berikut:

“Kesabaran adalah separuh dari keimanan, sedangkan keyakinan adalah keimanan seluruhnya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi).

Berdasarkan hadits tersebut, kita semakin mengetahui bahwa hal yang paling utama dari sebuah keimanan adalah keyakinan. Ya, keyakinan yang kuat. Sebuah keyakinan yang membuat seseorang bergerak secara dinamis. Sebuah keyakinan yang bisa membuat dada orang beriman bergelora dalam semangat untuk melakukan yang terbaik terhadap hal yang telah diyakini. Yakni, berusaha menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi yang dilarang-Nya. Sungguh, itu semua dilakukan sepenuh cinta sebagai perwujudan dari keimanan seseorang. Baca lebih lanjut

14 Komentar

Filed under Hikmah

Rukun Iman

Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. an-Nisâ [4]: 136)

Orang yang beriman itu adalah yang meyakini enam hal; sebagaimana jawaban Rasulullah Saw. ketika ditanya oleh seseorang (Malaikat Jibril) di hadapan para sahabat tentang iman. Rasulullah Saw. menjawab, “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim.

Pendek saja postingan saya kali ini, Sob. Semoga bisa menjadi renungan bagi kita bersama tentang keimanan kita.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

18 Komentar

Filed under Hikmah

Beriman Secara Benar

Allah Swt. berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah, ‘Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk,’ karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurât [49]: 14) Baca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under Hikmah

Haji: Kewajiban Manusia Terhadap Allah

Allah Swt. berfirman, “…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 97)

Bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, yakni mempunyai perbekalan atau biaya menuju ke sana, berbadan sehat, dan perjalanan aman, maka ia mempunyai kewajiban terhadap Allah Swt. untuk mengerjakan ibadah haji di bulan Dzulhijah. Kewajiban haji ini hanya sekali seumur hidup dan termasuk dari rukun Islam. Apabila seseorang sudah pernah mengerjakan ibadah haji di tanah suci, maka ibadah haji yang dikerjakannya di tahun-tahun berikutnya berhukum sunnah. Baca lebih lanjut

18 Komentar

Filed under Hikmah

Kebajikan yang Sempurna

Allah Swt. berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 92)

Ayat 92 dari surah Ali ‘Imran ini memberikan peringatan kepada kita apabila ingin sampai kepada kebajikan yang sempurna agar menafkahkan sebagian harta yang kita cintai. Sungguh, hendaknya ini menjadi perhatian bagi kita. Bukan memberikan sesuatu karena memang kita sudah tidak membutuhkannya. Bila hal ini yang terjadi, dan sesuatu yang kita berikan itu memang dibutuhkan oleh orang lain dan keadaannya memang masih baik, barangkali ini bernilai sebagai kebajikan yang biasa. Akan tetapi, pemberian baru dinilai sebagai kebajikan yang sempurna apabila sebagian harta yang kita berikan adalah harta yang kita cintai. Baca lebih lanjut

12 Komentar

Filed under Hikmah

Tiga Karunia Penting

Rasulullah Saw. bersabda, “Memberikan sedekah, menganjurkan kebaikan, berbakti kepada orangtua, dan silaturahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, menambah berkah umur, dan menolak kejahatan.” (HR. Abu Na’im)

Karunia yang sangat besar bagi manusia apabila penderitaan yang dialaminya diubah oleh Allah Swt. menjadi kebahagiaan, ditambah keberkahan umurnya, dan ditolak segala kejahatan yang akan menghampirinya. Keadaan ini akan diperoleh apabila memberikan sedekah, berbakti kepada orangtua, dan melakukan silaturahmi.

Merenungkan hal ini, berarti semakin jelas bagi kita bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia sesungguhnya akan berbalik atau berakibat pada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah Swt. berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” (QS. Al-Isrâ [17]: 7)

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

6 Komentar

Filed under Hikmah

Doa Malaikat

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi Saw. bersabda, “Ketika seorang hamba berada pada waktu pagi, dua malaikat akan turun kepadanya, lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah pahala kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Kemudian malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (Muttafaq ‘Alaih)

Alangkah beruntungnya seseorang yang berinfak kemudian didoakan oleh malaikat agar diberikan pahalanya; alangkah celakanya seseorang yang bakhil kemudian didoakan malaikat agar Allah memberikan kebinasaan. Oleh karena itu, duhai jiwa yang senantiasa mengharapkan kebahagiaan, jangan lagi memberi kesempatan kepada penyakit hati yang bernama bakhil untuk menghuni seruang jiwa kita. Menjadilah orang yang suka berinfak agar didoakan mendapatkan pahala oleh malaikat pada setiap pagi.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

18 Komentar

Filed under Hikmah

Panggilan di Pintu Surga

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa berinfak dengan sepasang (kuda, unta, dan sebagainya) di jalan Allah, maka di surga ia dipanggil: Wahai hamba Allah, pintu ini adalah lebih baik. Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa termasuk ahli puasa, maka ia dipanggil dari pintu Rayyan.” Abu Bakar Al-Shidiq bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap orang pasti dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah mungkin seseorang dipanggil dari semua pintu?” Rasulullah Saw. bersabda, “Ya, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka (yang dipanggil dari semua pintu).” (HR. Muslim)

Sedekah yang diberikan oleh seseorang bisa membuat pelakunya dipanggil dari pintu sedekah di surga. Demikian pula dengan orang yang ahli shalat, ahli jihad, atau ahli puasa akan dipanggil dari pintu sesuai dengan amalnya masing-masing ketika di surga. Dan, alangkah bahagianya bagi orang yang dipanggil dari semua pintu di surga. Panggilan itu dilakukan karena seseorang telah mempunyai tiket masuk. Oleh karena itu, senyampang masih hidup di dunia, marilah kita beramal—termasuk dalam hal ini dengan bersedekah—untuk memperoleh tiket masuk agar dipanggil di pintu surga. Sungguh, panggilan untuk memasuki pintu surga adalah nikmat yang teramat besar.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

9 Komentar

Filed under Hikmah

Walau dengan Separuh Kurma

Adi bin Hatim r.a., bahwa ia telah mendengar Nabi Saw. bersabda, “Barangsiapa di antara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separuh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah).” (HR. Muslim)

Sekecil apa pun, bahkan walau hanya dengan separuh kurma, sedekah yang kita berikan dengan ikhlas karena Allah Swt. pasti akan mendapatkan balasan. Bahkan, balasan yang sangat besar itu berupa perlindungan dari api neraka. Sudah barang tentu, tidak ada satu pun di antara kita yang mengharapkan neraka; semua orang yang waras tentu berharap dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Oleh karena itu, marilah memperbanyak sedekah.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

36 Komentar

Filed under Hikmah