<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Akhmad Muhaimin Azzet</title>
	<atom:link href="http://amazzet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amazzet.wordpress.com</link>
	<description>belajar berbagi agar bahagia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 May 2013 05:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amazzet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Akhmad Muhaimin Azzet</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amazzet.wordpress.com/osd.xml" title="Akhmad Muhaimin Azzet" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amazzet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pendidikan Sebagai Proses Transformasi Sosial</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/05/06/pendidikan-sebagai-proses-transformasi-sosial/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/05/06/pendidikan-sebagai-proses-transformasi-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1331</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet Pendidikan dipandang sebagai hal yang sangat penting bagi anak manusia untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Namun, jangan salah, pendidikan juga bisa sebagai sarana untuk melanggengkan kepentingan kekuasaan dan politik tertentu di sebuah komunitas tertentu atau &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/05/06/pendidikan-sebagai-proses-transformasi-sosial/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1331&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Oleh: <strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/05/santri-tebuireng-gemar-membaca-sebagai-proses-pendidikan-foto-akhmad-muhaimin-azzet1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1337" alt="Santri Tebuireng gemar membaca sebagai proses pendidikan, foto Akhmad Muhaimin Azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/05/santri-tebuireng-gemar-membaca-sebagai-proses-pendidikan-foto-akhmad-muhaimin-azzet1.jpg?w=300&#038;h=224" width="300" height="224" /></a>Pendidikan dipandang sebagai hal yang sangat penting bagi anak manusia untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Namun, jangan salah, pendidikan juga bisa sebagai sarana untuk melanggengkan kepentingan kekuasaan dan politik tertentu di sebuah komunitas tertentu atau bahkan di sebuah negara. Bila hal ini yang terjadi, pendidikan bukan sebagai proses bagi peserta didik untuk berubah menjadi lebih baik, melainkan hanya menjadi alat kekuasaan untuk melanggengkan kepentingan penguasa.<span id="more-1331"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan bahwa pendidikan bisa dijadikan sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan memang diamini para pendidik, terutama kalangan pendidik radikal. Menurut mereka, dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak ada yang bisa terlepas sama sekali dari kepentingan politik atau sistem ekonomi tertentu untuk melanggengkan kekuasaan. Kenyataan ini sudah terjadi di banyak negara, termasuk di negeri tercinta Indonesia. Untuk kasus di Indonesia, tentu kita masih ingat betapa pendidikan sangat dipengaruhi oleh pemerintah Orde Baru. Tidak hanya masuk pada wilayah kebijakan dan sistem pendidikan secara nasional, namun sampai masuk pada kurikulum dan materi pelajaran yang mesti diajarkan kepada para peserta didik. Misalnya, pelajaran sejarah yang dimanipulasi sedemikian rupa sehingga seakan-akan sang pemegang kekuasaan yang paling menjadi pahlawan. Pengaburan sejarah ini bahkan sampai menghapuskan fakta sejarah yang sesungguhnya penting untuk diketahui oleh peserta didik.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kenyataan sebagaimana tersebut, maka muncullah pandangan bahwa <a href="http://amazzet.com" target="_blank">pendidikan</a> selalu saja digunakan oleh orang-orang yang memegang kekuasaan dalam politik maupun ekonomi untuk melanggengkan kekuasaannya. Bila memang demikian, peran pendidikan tidak lebih dari sekadar sebagai sarana untuk mereproduksi sistem dan sruktur sosial yang tidak adil sebagaimana sistem relasi kelas, rasisme, relasi gender, dan sistem relasi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, di pihak yang berseberangan, ada pandangan yang meyakini bahwa pendidikan adalah wahana untuk memproduksi kesadaran para peserta didik agar bisa terbebas dari berbagai macam belenggu, termasuk belenggu kekuasaan dan politik tertentu. Kalangan yang memandang pendidikan sebagai hal yang positif dan mempunyai harapan hidup yang lebih baik ini yakin dengan pendidikan justru bisa menumbuhkan kesadaran kritis para peserta didik.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membangun sebuah kehidupan yang lebih adil, makmur, atau lebih baik justru pendidikan sangat dibutuhkan. Hal ini penting karena dalam banyak kenyataan manusia berada dalam sistem dan struktur yang mengakibatkan proses dehumanisasi. Selanjutnya, pendidikan diyakini sebagai sarana yang efektif untuk memproduksi kesadaran dalam rangka mengembalikan sifat kemanusiaan setelah terjadinya proses dehumanisasi. Berhubung pendidikan sebagai sarana untuk memproduksi kesadaran maka sudah tentu dibutuhkan kesadaran kritis dalam diri peserta didik. Dengan demikian, pendidikan memang sebagai proses transformasi sosial.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><strong>Pendidikan Sebagai Proses</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan positif yang menyatakan pendidikan sebagai proses trasformasi sosial berangkat dari sebuah asumsi dasar bahwa kenyataan yang dialami oleh manusia merupakan sebuah proses. Setiap manusia senantiasa menjalani sebuah proses untuk “menjadi”. Tak ada manusia yang sudah atau tiba-tiba “menjadi” sesuatu atau memahami sesuatu tanpa mengalami sebuah proses. Bahkan, proses yang dialami manusia di dunia ini adalah proses yang terus-menerus yang tak pernah berhenti, kecuali telah mengalami kematian. Ini artinya, meski seorang manusia mengalami atau dianggap telah “menjadi” sesungguhnya ia juga terus saja menjalani sebuah proses untuk “menjadi” tahap berikutnya. Dengan demikian, pendidikan memang penting bagi anak manusia agar proses yang dijalaninya akan menjadi lebih baik; agar proses yang dijalaninya justru tidak menjauhkan dirinya dari hakikat kemanusiaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan pendidikan bagi anak manusia dalam menjalani proses untuk “menjadi” ini, tentu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial yang sedang terjadi. Pendidikan yang hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan yang tidak mencerahkan terkait kehidupan sosial atau justru malah membuat kemanusiaan tertindas secara sosial semestinya ditinggalkan. Inilah hal penting dari pendidikan sebagai proses yang membebaskan. Sebuah proses pendidikan yang meninggalkan cara dan aktivitas yang sesungguhnya justru dehumanisasi menuju cara dan aktivitas pendidikan yang penuh dengan proses humanisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menjadikan pendidikan sebagai cara dan aktivitas yang penuh dengan proses humanisasi, hal ini sesungguhnya telah menjadikan pendidikan sebagai sebuah proses transformasi sosial menuju perubahan ke arah kemajuan di tengah masyarakat. Proses pendidikan ini ditandai dengan adanya peralihan situasi dari: teologi tradisional menuju teologi pembebasan, proses yang tidak mengenal dialog menuju hubungan yang penuh dialogis, kehidupan masyarakat yang tertutup menuju kehidupan masyarakat yang terbuka, dan masyarakat yang jauh dari pengetahuan menuju masyarakat yang sadar serta membutuhkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pendidikan merupakan suatu sarana untuk memproduksi <a href="http://jendelakeluargabahagia.blogspot.com/" target="_blank">kesadaran</a> dalam rangka mengembalikan manusia kepada hakikat kemanusiaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan pendidikan sebagai sarana untuk memproduksi kesadaran untuk mengembalikan manusia kepada hakikat kemanusiaannya, maka pendidikan harus bisa berperan membangkitkan kesadaran kritis para peserta didik. Ini adalah sebagai prasyarat penting menuju pembebasan. Terkait dengan masalah ini, salah satu tugas penting pendidikan adalah melakukan refleksi kritis terhadap sistem dan ideologi yang dominan dan menguasai masyarakat pada umumnya. Refleksi kritis ini dilakukan dalam rangka untuk memikirkan sistem alternatif ke arah transformasi sosial menuju kehidupan masyarakat yang berkeadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian, semoga bermanfaat, dan <a href="https://twitter.com/muhaiminazzet" target="_blank">Salam Pendidikan Indonesia</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1331&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/05/06/pendidikan-sebagai-proses-transformasi-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/05/santri-tebuireng-gemar-membaca-sebagai-proses-pendidikan-foto-akhmad-muhaimin-azzet1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Santri Tebuireng gemar membaca sebagai proses pendidikan, foto Akhmad Muhaimin Azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Meyakini Allah</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/26/belajar-meyakini-allah/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/26/belajar-meyakini-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 01:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[Melihat betapa pentingnya keyakinan dalam kehidupan seseorang, maka pertanyaan yang segera muncul adalah bagaimana menciptakan keyakinan itu sehingga bisa hadir dan senantiasa bersama mengiringi setiap aktivitas kita. Ini adalah pertanyaan penting dan mendasar bila kita ingin mempunyai keyakinan. Bila tidak, &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/04/26/belajar-meyakini-allah/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1326&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/sujud-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1327" alt="sujud, foto akhmad muhaimin azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/sujud-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=220&#038;h=300" width="220" height="300" /></a>Melihat betapa pentingnya keyakinan dalam kehidupan seseorang, maka pertanyaan yang segera muncul adalah bagaimana menciptakan keyakinan itu sehingga bisa hadir dan senantiasa bersama mengiringi setiap aktivitas kita. Ini adalah pertanyaan penting dan mendasar bila kita ingin mempunyai keyakinan. Bila tidak, keraguan-raguan sering menjadi penyakit yang sulit disembuhkan dalam kehidupan seseorang. Bila sudah demikian, penyakit-penyakit berikutnya pun segera mengiringinya, seperti rasa minder, tidak punya keberanian untuk bersikap, atau selalu dibayang-bayangi rasa takut akan kegagalan.<span id="more-1326"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang paling penting atau utama untuk dilakukan adalah belajar meyakini Allah Swt. Ini adalah keyakinan fundamental yang tidak bisa diganggu gugat. Sebab, hanya kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> kita menyembah, mengabdi, dan memasrahkan segala keputusan setelah kita berikhtiar sepenuhnya. Hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa kita memohon pertolongan dan menggantungkan segala harapan. Hanya kepada Allah Swt. semata. Sungguh, segala yang lain, apa pun itu, tidak ada yang bisa mengungguli Allah, menyamai pun tidak. Semuanya berada di bawah kekuasaan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukankah keyakinan yang demikian telah bersemayam dalam ruang hati kita yang paling dalam? Bahkan, semenjak kita mengakui diri sebagai orang Islam; semenjak kita mengucapkan dua kalimat syahadat. Keyakinan terhadap Allah Swt. ini telah berada dalam hati kita. Meskipun, tidak jarang kita masih berat dalam melaksanakan perintah-Nya. Dan, harus kita akui, tidak jarang pula kita begitu ringan melanggar larangan-Nya. Tetapi, kita masih mempunyai keyakinan sebagaimana yang sering kita ungkapkan kepada-Nya ketika kita melakukan shalat:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”</em> (QS. al-Faatihah [1]: 5).</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, keyakinan yang demikian telah ada dalam hati kita. Ini terbukti hingga hari ini pun kita masih tidak mau ketika disuruh menyembah dan tunduk kepada selain Allah. Kita tidak mau ketika diminta menyembah pohon besar, batu besar, laut luas, atau berhala-berhala yang lain. Kita ketakutan bila diminta untuk melakukan semua itu. Kita takut dosa. Ya, dosa yang besar. Meskipun, harus diakui bahwa dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita tunduk kepada pimpinan, orang yang mempunyai kekuasaan, atau pihak yang kita anggap bisa memutuskan terhadap baik-tidaknya karier atau rezeki kita, melebihi ketundukan kita kepada Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, keyakinan pokok yang demikian memang benar-benar sudah ada dalam hati kita seiring dengan kesadaran bahwa kita masih mengakui diri dan bangga sebagai orang Islam. Ini terbukti hingga hari ini pun kita masih suka berdoa kepada Allah Swt., memohon pertolongan kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>, dan menyandarkan harapan kepada-Nya. Kita tidak mau bila disuruh memohon kepada paranormal, kuburan, atau tempat-tempat yang dianggap keramat. Meskipun, diam-diam kita juga harus mengakui bahwa dalam hati kita bertakhta keyakinan dan ketergantungan yang sangat besar kepada jabatan, karier, atau jenis usaha tertentu jauh melebihi keyakinan dan ketergantungan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><strong>Keyakinan yang Mendua</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh luar biasa dengan kita ini. Sebuah keyakinan yang nyata-nyata berbeda, berlainan arah, bisa menghuni secara bersama-sama dalam hati kita. Betapa kita menyembah dan tunduk kepada Allah, tetapi pada saat yang lain atau pada urusan tertentu (biasanya yang lebih bersifat duniawi) kita “menyembah” dan “tunduk” kepada selain-Nya. Betapa kita berdoa dan menggantungkan harapan kepada Allah, tetapi pada saat yang berbeda kita sangat tergantung kepada selain-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kenyataannya demikian, sekali lagi, sungguh luar biasa dengan kita ini. Luar biasa sekaligus menyedihkan. Mengapa menyedihkan? Ketahuilah duhai Saudaraku tercinta, inilah awal dari kehancuran kita. Kehancuran keimanan kita kepada Allah Swt. karena kita telah membuat sekutu selain-Nya; kehancuran dari setiap usaha yang kita lakukan di dunia ini (yang meskipun sukses) karena tidak ada keberkahan dalam kehidupan ini. <em>Na’udzu billah!</em> Marilah bersama-sama kita memohon kepada Allah Swt. agar diberi kekuatan dapat menghindar dari keyakinan yang buruk seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, itu semua adalah sebuah keyakinan yang buruk karena keyakinan kita tidak total; masih bercampur dengan yang lain, masih ada sekutu, tidak hanya kepada-Nya. Padahal, dalam al-Qur’an al-Karim, Allah Swt. telah berfirman sebagaimana berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah….”</em> (QS. Muhammad [47]: 19).</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada selain Allah Swt. barangkali kita tidak menyembah secara ritual sebagaimana kita menyembah-Nya. Kita tidak ruku’ dan sujud kepada selain Allah Swt. Kita tidak duduk bersimpuh kepada selain-Nya ketika meminta, berharap, atau menggantungkan masa depan. Tetapi, sikap hati kita yang mendua, yang seakan-akan melupakan Allah Swt., atau bahkan beranggapan bahwa tidak ada peran Allah <em>Ta’ala</em> dalam usaha yang sedang kita lakukan, inilah masalah utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan yang mendua, atau keyakinan yang tidak <a href="http://amazzet.com/" target="_blank"><em>hanya</em></a> kepada-Nya seperti tersebut bila dibiarkan akan berakibat yang sangat fatal, pelakunya menjadi musyrik. Keyakinan yang demikian betapa telah menghancurkan sendi-sendi akidah seorang mukmin. Duh…, ya Allah Yang Maha Pengampun, semoga bukan demikian yang terjadi pada diri kami. Semoga semua ini hanya karena keyakinan kami yang lemah kepada Engkau. Maka, berilah kami kekuatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, semoga itu semua hanya karena keyakinan kita yang lemah kepada Allah Swt. Meskipun, keyakinan yang lemah inilah yang pernah sangat dikhawatirkan oleh teladan kita dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah Muhammad Saw. Dalam sebuah kesempatan beliau pernah bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku apabila: terlalu kenyang, kebanyakan tidur, malas, dan keyakinan yang lemah.”</em> (HR. Daruquthni).</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan yang lemah kepada Allah Swt. akan membuat pelakunya sering tidak konsisten terhadap keyakinannya sendiri. Misalnya, betapa kita telah meyakini bahwa Allah Swt. Maha Mengetahui, apa pun itu, terbuka maupun tertutupi. Tetapi, mengapa ketika kita melakukan perbuatan dosa seakan-akan kita lupa bahwa Allah Maha Mengetahui terhadap semua perilaku kita, bahkan desir lembut suara hati kita. Mengapa keyakinan kita bahwa Allah Maha Mengetahui itu tidak membuat kita malu ketika berbuat dosa; padahal Allah mengetahui hal itu. Inilah sebuah keyakinan yang lemah. Sungguh, kita berlindung kepada Allah <em>Ta’ala</em> dari sifat dan tingkah laku yang demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, supaya selamat dari keburukan keyakinan yang lemah, seseorang harus menguatkan keyakinannya kepada Allah Swt. Dalam hal ini, sangat penting bagi kita untuk “belajar kembali meyakini Allah”. Belajar kembali ini sangat penting untuk kita lakukan karena betapa kita telah menyadari bahwa selama ini keyakinan kita kepada Allah belum kuat dan tangguh. Ini terbukti masih seringnya sikap hati dan perbuatan kita tidak berbanding lurus dengan keyakinan kita. Lebih dari itu, “belajar kembali” ini kita lakukan sebagai perwujudan rasa rendah hati dan kejujuran kita, bahwa senyatanya kita masih sering berbuat salah dan lupa.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah. Semoga di pertemuan selanjutnya dapat dibahas lebih khusus lagi tentang cara “belajar kembali meyakini Allah” di blog yang sederhana ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Al-Faqir ila Rahmatillah</em>,<br />
<strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1326&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/26/belajar-meyakini-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/sujud-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=220" medium="image">
			<media:title type="html">sujud, foto akhmad muhaimin azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru yang Berperan sebagai Orangtua Kedua bagi Murid</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/06/guru-yang-berperan-sebagai-orangtua-kedua-bagi-murid/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/06/guru-yang-berperan-sebagai-orangtua-kedua-bagi-murid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 22:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1316</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru harus bisa menjalin ikatan batin yang kuat dengan anak didiknya. Sungguh ini penting agar seorang guru bisa berperan menjadi orangtua kedua bagi para murid supaya mereka merasa nyaman sekaligus menyenangkan belajar di sekolah. Berikut adalah beberapa cara yang &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/04/06/guru-yang-berperan-sebagai-orangtua-kedua-bagi-murid/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1316&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/mengaji-di-al-muhtadin-akhmad-muhaimin-azzet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1317" alt="mengaji di al-muhtadin, akhmad muhaimin azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/mengaji-di-al-muhtadin-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a>Seorang guru harus bisa menjalin ikatan batin yang kuat dengan anak didiknya. Sungguh ini penting agar seorang guru bisa berperan menjadi orangtua kedua bagi para murid supaya mereka merasa nyaman sekaligus menyenangkan belajar di sekolah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><em><strong>a. Membangun Rasa Kasih dan Sayang</strong></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">Rasa kasih dan sayang yang perlu dibangun adalah rasa kasih sayang sebagaimana orangtua kepada anaknya. Karena seorang guru bukanlah orangtua kandung bagi anak didiknya, sudah tentu ekspresi dan bentuknya berbeda dengan orangtua kandung mereka dalam memberikan rasa kasih dan sayang. Bahkan, beberapa pendapat mengatakan, memang harus berbeda terutama kaitannya dengan kedekatan secara fisik karena pertimbangan nilai dan etika yang semestinya berlaku. Namun, meskipun ekspresi dan bentuknya berbeda, rasa kasih dan sayang yang bersumber dari dalam hati tetaplah perlu dibangun dengan sebaik-baiknya oleh seorang guru yang ingin dicintai oleh anak didiknya.<span id="more-1316"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rasa kasih dan sayang yang dibangun oleh seorang guru akan membuatnya bersikap lembut kepada anak didiknya. Sungguh, pendidikan yang dilakukan dengan kelembutan hati akan sangat berkesan di hati anak didik. Di samping itu, anak didik pun akan dengan senang hati mengikuti proses belajar mengajar yang diampu oleh sang guru. Di sinilah sesungguhnya keberhasilan sebuah proses pendidikan diawali. Sebab, tidak ada faktor yang lebih penting dari rasa senang dan semangat yang menyala pada diri anak didik yang akan berhasil dalam belajar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.com/" target="_blank"><em><strong>b. Memberikan yang Terbaik</strong></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Untuk memberikan yang terbaik ini, orangtua bekerja dan berusaha dengan sekuat tenaga. Semua ini dilakukan agar anaknya terpenuhi kebutuhannya, baik jasmani maupun ruhani, agar anaknya tumbuh dan berkembang dalam asuhan yang menyenangkan, bahkan agar anaknya tidak menerima dan mengalami hal-hal buruk yang pernah diterima dan dialami oleh orangtuanya dahulu. Di sinilah kenapa orangtua dicintai dan dihormati dengan setulusnya oleh anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orangtua yang kedua bagi anak didik ketika berada di sekolah, seorang guru harus senantiasa membangun kesadarannya untuk bisa memberikan yang terbaik kepada anak didiknya. Memberikan yang terbaik kepada anak didik bagi seorang guru sudah tentu dalam hal pendidikan. Dalam hal ini, satu tugas pokok yang terpenting adalah seorang guru bisa mendidik anak didiknya dengan sebuah semangat sebagaimana mendidik anaknya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita ingin menjadi guru yang berhasil dan dicintai oleh anak didik, sudah tentu sama sekali tidak dibenarkan jika berpendapat, “Yang penting saya telah mengajar dan mendidiknya dengan baik. Persoalan dia bisa atau tidak dalam menangkap materi yang saya berikan, atau besok akan jadi apa, itu sudah bukan urusan saya.” Pendapat yang seperti ini biasanya terlontar dari seorang guru yang tidak bisa menjadi orangtua kedua yang baik bagi anak didiknya. Guru yang demikian tidak bisa memberikan yang terbaik buat anak didiknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jendelakeluargabahagia.blogspot.com/" target="_blank"><em><strong>c. Mendampingi dengan Senang Hati</strong></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kelebihan orangtua terhadap anak-anaknya adalah mendampingi dengan senang hati dalam proses tumbuh dan berkembangnya. Orangtua yang mencintai anak-anaknya tidak mungkin meninggalkan anaknya dalam kesendirian, apalagi dalam keadaan bahaya. Kepedulian orangtua dalam mendampingi anaknya merupakan fitrah yang sekaligus sebagai upaya memberikan perlindungan. Oleh karena itu, anak merasakan damai dan nyaman ketika berada di samping orangtuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski bukan orangtua kandung, seorang guru dapat membangun kepedulian yang kuat dalam hatinya untuk bisa senantiasa mendampingi anak didiknya dengan senang hati. Sungguh, kesadaran untuk senantiasa senang dalam mendampingi anak didik ini tidak bisa datang dengan sendirinya atau secara tiba-tiba. Perlu dibangun dan dibina dengan sebuah simpati sekaligus empati terhadap anak didik. Sudah tentu, mendampingi anak didik ini terutama dalam masa-masa belajar di sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tugas seorang guru memang mendampingi anak didiknya. Akan tetapi, satu hal yang perlu penulis tegaskan di sini adalah, “mendampingi dengan senang hati.” Sudah tentu, mendampingi dengan senang hati akan berbeda dengan sekadar mendampingi. Anak didik adalah makhluk Tuhan yang mempunyai jiwa, sama dengan kita, tentu akan bisa merasakan apabila ada orang lain—dalam hal ini yang dimaksud adalah guru—yang mendampingi dengan senang hati atau sekadar mendampingi. Di samping akan tampak dalam gestur seseorang juga akan terasa dalam memberikan kenyamanan atau tidak. Maka, seorang guru yang disenangi oleh anak didiknya adalah yang mendampingi mereka dengan senang hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian artikel pendek ini semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam Pendidikan Indonesia,<br />
<strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1316&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/04/06/guru-yang-berperan-sebagai-orangtua-kedua-bagi-murid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/04/mengaji-di-al-muhtadin-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mengaji di al-muhtadin, akhmad muhaimin azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Mudah Dikabulkan untuk Berdoa</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/22/saat-mudah-dikabulkan-untuk-berdoa/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/22/saat-mudah-dikabulkan-untuk-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 01:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[mustajab]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1312</guid>
		<description><![CDATA[Nabi kta Muhammad Saw. telah memberitahukan kepada kita perihal waktu-waktu yang mudah dikabulkan (mustajab) untuk berdoa. Di anatarnya sebagai berikut: Setelah Shalat Fardhu Setelah mengerjakan shalat fardhu, hendaknya seseorang tidak meninggalkan kesempatan yang baik ini untuk berdoa. Sesungguhnya pada saat &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/03/22/saat-mudah-dikabulkan-untuk-berdoa/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1312&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/berdoa-kepada-allah-swt-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1313" alt="Berdoa kepada Allah Swt., foto Akhmad Muhaimin Azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/berdoa-kepada-allah-swt-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a>Nabi kta Muhammad Saw. telah memberitahukan kepada kita perihal waktu-waktu yang mudah dikabulkan (mustajab) untuk berdoa. Di anatarnya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em><a href="https://twitter.com/muhaiminazzet" target="_blank"><strong>Setelah Shalat Fardhu</strong></a></em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengerjakan shalat fardhu, hendaknya seseorang tidak meninggalkan kesempatan yang baik ini untuk berdoa. Sesungguhnya pada saat ini adalah saat yang mustajab untuk berdoa.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Swt. Beliau menjawab:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.”</em> (HR. Tirmidzi).<span id="more-1312"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><strong><em>Ketika Berbuka Bagi Orang yang Berpuasa</em></strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat berbuka puasa, hendaknya kita menyempatkan diri untuk berdoa kepada Allah Swt. Ternyata, pada saat berbuka juga merupakan waktu yang mustajab bagi doa yang kita sampaikan kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai hal ini, dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Ra., bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.”</em> (HR. Ibnu Majah dan Hakim).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jendelakeluargabahagia.blogspot.com/" target="_blank"><em><strong>Ketika Hati Sedang Lembut</strong></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat iman sedang meningkat, biasanya hati menjadi terasa lembut, serasa dekat dengan Allah Swt., dan penuh kasih sayang kepada sesama. Pada saat seperti ini, hendaknya jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. agar lebih mudah dikabulkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah Saw. bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ambillah kesempatan berdoa ketika hati sedang lemah lembut karena itu adalah rahmat.”</em> (HR. Dailami).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian di antara waktu yang mustajab untuk berdoa semoga kita dapat memanfaatkannya secara baik agar terkabul apa yang menjadi harapan kita. Allaahumma aamiin.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Al-Faqir ila Rahmatillah,</em><br />
<strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1312&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/22/saat-mudah-dikabulkan-untuk-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/berdoa-kepada-allah-swt-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berdoa kepada Allah Swt., foto Akhmad Muhaimin Azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbuat Baik kepada Orang yang Lemah</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/16/berbuat-baik-kepada-orang-yang-lemah/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/16/berbuat-baik-kepada-orang-yang-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2013 15:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1308</guid>
		<description><![CDATA[Berbuat baik (ihsan) kepada orang yang lemah adalah amalan yang membuat pelakunya mendapatkan rezeki dari Allah Swt. Orang yang lemah (dhuafa) itu adalah orang yang lemah secara ekonomi. Di antara mereka adalah orang yang fakir, miskin, anak yatim, orang yang &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/03/16/berbuat-baik-kepada-orang-yang-lemah/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1308&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/kita-harus-berbuat-baik-dalam-hidup-di-dunia-ini-foto-kota-semarang-akhmad-muhaimin-azzet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1309" alt="kita harus berbuat baik dalam hidup di dunia ini, foto kota semarang, akhmad muhaimin azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/kita-harus-berbuat-baik-dalam-hidup-di-dunia-ini-foto-kota-semarang-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a>Berbuat baik (<a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><em>ihsan</em></a>) kepada orang yang lemah adalah amalan yang membuat pelakunya mendapatkan rezeki dari Allah Swt. Orang yang lemah (<em>dhuafa</em>) itu adalah orang yang lemah secara ekonomi. Di antara mereka adalah orang yang fakir, miskin, anak yatim, orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, orang yang sakit namun tidak punya biaya untuk berobat, atau orang yang telantar.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah Saw. bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian.”</em> (HR. Bukhari)<span id="more-1308"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah baik kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Mendekatkan diri kepada orang-orang yang lemah, ternyata adalah salah satu cara dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mendekatkan diri kepada orang yang lemah dalam rangka berbuat baik kepada mereka. Amalan ini tidak selalu dilakukan dengan memberikan sesuatu yang bersifat materi kepada mereka. Dekat dengan orang lain bisa dibangun dengan memberikan perhatian kepada mereka, menemani ketika mendapatkan duka, bahkan hanya dengan menyapa secara hangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hal penting yang disampaikan dalam hadits di atas adalah mendekatkan diri kepada orang yang lemah dan berbuat baik. Amalan ini juga bisa dilakukan dengan menjaga sikap kita jangan sampai menghinakan mereka, menganggap sepele, dan menghilangkan sama sekali rasa sombong dalam hati kita. Lebih dari itu, menjadikan mereka sebagai saudara sesama manusia dalam jalinan akrab yang saling menghargai.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, mendekatkan diri dan berbuat baik kepada orang yang lemah dengan memberikan sesuatu, misalnya kesempatan kerja, bantuan keuangan, kebutuhan pokok, atau bahkan biaya pengobatan sudah barang tentu adalah hal yang sangat bernilai utama. Bahkan, amalan ini tidak hanya dibalas di dunia, ketika di akhirat pun menyebabkan pelakunya mendapatkan balasan surga.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Swt. berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.”</em> (QS. Al-Insân [76]: 8)</p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca yang tercinta, ketika seseorang melakukan perbuatan <a href="http://jendelakeluargabahagia.blogspot.com/" target="_blank">baik</a>, sesungguhnya akan berbalik bagi dirinya sendiri. Demikian pula sebaliknya, ketika seseorang berbuat jahat, pada dasarnya kejahatan itu juga bagi dirinya sendiri. Berkaitan dengan perkara ini, marilah kita renungkan firman Allah Swt. sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri&#8230;”</em> (QS. Al-Isrâ [17]: 7)</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin jelas bagi kita bahwa apabila ingin mendapatkan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat, hendaknya menjalin kedekatan dengan orang-orang yang lemah dan berbuat baik kepada mereka. Sungguh, amalan ini jangan sampai ditinggalkan bagi Anda yang ingin mendapatkan kelapangan rezeki dari Allah Swt., dan kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian artikel sederhana ini semoga bermanfaat bagi kita bersama.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Al-Faqir ila Rahmatillah,</em><br />
<strong>Akhmad Muhaimin Azzet </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1308&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/16/berbuat-baik-kepada-orang-yang-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/kita-harus-berbuat-baik-dalam-hidup-di-dunia-ini-foto-kota-semarang-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kita harus berbuat baik dalam hidup di dunia ini, foto kota semarang, akhmad muhaimin azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keyakinan: Modal Penting Meraih Keberhasilan</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/08/keyakinan-modal-penting-meraih-keberhasilan/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/08/keyakinan-modal-penting-meraih-keberhasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2013 00:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1301</guid>
		<description><![CDATA[Betapa penting keberadaan keyakinan dalam kehidupan kita. Sebagaimana Rasulullah Saw. pun bersabda sebagai berikut: “Kesabaran adalah separuh dari keimanan, sedangkan keyakinan adalah keimanan seluruhnya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi). Berdasarkan hadits tersebut, kita semakin mengetahui bahwa hal yang paling utama dari &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/03/08/keyakinan-modal-penting-meraih-keberhasilan/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1301&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/keyakinan-kuat-ibadah-pun-giat-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1302" alt="Keyakinan kuat, ibadah pun giat, foto Akhmad Muhaimin Azzet" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/keyakinan-kuat-ibadah-pun-giat-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=240&#038;h=180" width="240" height="180" /></a>Betapa penting keberadaan keyakinan dalam kehidupan kita. Sebagaimana Rasulullah Saw. pun bersabda sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kesabaran adalah separuh dari keimanan, sedangkan keyakinan adalah keimanan seluruhnya.”</em> (HR. Thabrani dan Baihaqi).</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hadits tersebut, kita semakin mengetahui bahwa hal yang paling utama dari sebuah keimanan adalah keyakinan. Ya, keyakinan yang kuat. Sebuah keyakinan yang membuat seseorang bergerak secara dinamis. Sebuah keyakinan yang bisa membuat dada orang beriman bergelora dalam semangat untuk melakukan yang terbaik terhadap hal yang telah diyakini. Yakni, berusaha menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi yang dilarang-Nya. Sungguh, itu semua dilakukan sepenuh cinta sebagai perwujudan dari keimanan seseorang.<span id="more-1301"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu, keyakinan adalah sesuatu yang total, tidak setengah-setengah, meskipun pada sesuatu yang kita anggap kecil, remeh, atau tidak penting. Dalam hal ini, marilah bersama-sama kita renungkan kebenaran firman Allah Swt. dalam al-Qur’an al-Karim berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”</em> (QS. al-Baqarah [2]: 26).</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Swt. adalah Tuhan Yang Agung, maka perumpamaan yang dibuat Allah dalam firman-Nya sudah seharusnya sesuatu yang besar, megah, dan luar biasa, karena Dia adalah Tuhan, Dzat Yang Maha Pencipta, bahkan menciptakan seluruh alam raya ini. Demikian barangkali yang ada dalam benak orang-orang Islam, atau orang-orang yang sedang menerima dakwah dari Nabi Muhammad Saw. ketika itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, ketika turun ayat 73 dari surat al-Hajj [22] yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang mereka sembah (berhala-berhala) itu tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya; maka muncul keraguan di dalam hati orang-orang yang lemah imannya menghadapi ayat tersebut, apalagi bagi orang-orang yang memang sudah ingkar terhadap ajaran Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula ketika turun ayat 41 dari surat al-‘Ankabuut [29] yang di dalamnya Allah membuat perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Artinya, kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama lemahnya dengan sarang laba-laba.</p>
<p style="text-align:justify;">Menghadapi perumpamaan yang dibuat oleh Allah Swt. yang tampaknya kecil, sepele, atau remeh tersebut, orang-orang yang tidak <a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank">beriman</a>, orang-orang yang di dalam hatinya tidak ada keyakinan, mereka semakin ingkar kepada Allah Swt. Berbeda dengan orang-orang yang beriman, apa pun bunyi firman Allah yang disampaikan oleh rasul yang mulia Muhammad Saw., mereka menerimanya sepenuh keyakinan, dan justru semakin menambah keimanannya kepada Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula dengan keyakinan yang harus kita genggam dalam menghadapi apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Menghadapi hal yang kecil atau yang besar, keyakinan adalah modal dasar yang tidak boleh diabaikan. Tanpa keyakinan, alamat kegagalan sudah ada di depan mata. Misalnya, ketika seseorang mendapat panggilan wawancara setelah ia melamar sebuah pekerjaan. Bila ia telah disergap rasa keraguan sebelum memasuki ruang wawancara, hampir bisa dipastikan jawaban yang ia berikan pada saat wawancara akan jauh dari kemantapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan orang yang mempunyai keyakinan; yakin bahwa Allah pasti memberikan pertolongan, yakin bahwa ia akan bisa menjawab seluruh pertanyaan dengan baik, yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Orang yang demikian, dari cara ia melangkah, dari cara ia menjawab pertanyaan, tentu akan sangat jauh berbeda dengan orang yang tidak mempunyai keyakinan. Ada energi yang luar biasa dari dalam dirinya. Dan, inilah awal dari sebuah keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi kita bersama.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Al-Faqir ila Rahmatillah,</em><br />
<strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1301&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/08/keyakinan-modal-penting-meraih-keberhasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/keyakinan-kuat-ibadah-pun-giat-foto-akhmad-muhaimin-azzet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Keyakinan kuat, ibadah pun giat, foto Akhmad Muhaimin Azzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Memakai Sarung</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/01/belajar-memakai-sarung/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/01/belajar-memakai-sarung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2013 02:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[memakai sarung]]></category>
		<category><![CDATA[sarung]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1293</guid>
		<description><![CDATA[Sering dengan perkembangan zaman, memakai sarung tampaknya bukan lagi menjadi kebiasaan bagi anak-anak pada umumnya ketika melaksanakan shalat. Anak-anak lebih suka memakai celana panjang yang dianggapnya lebih praktis. Hal ini memang tidak salah, sebab yang penting menutup aurat dalam beribadah. &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/03/01/belajar-memakai-sarung/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1293&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/belajar-memakai-sarung-bersama-santri-tpa-al-muhtadin.jpg"><img class="size-medium wp-image-1294 aligncenter" alt="belajar memakai sarung bersama santri TPA Al-Muhtadin" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/belajar-memakai-sarung-bersama-santri-tpa-al-muhtadin.jpg?w=300&#038;h=224" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sering dengan perkembangan zaman, memakai sarung tampaknya bukan lagi menjadi kebiasaan bagi anak-anak pada umumnya ketika melaksanakan shalat. Anak-anak lebih suka memakai celana panjang yang dianggapnya lebih praktis. Hal ini memang tidak salah, sebab yang penting menutup aurat dalam beribadah. Namun, mengajari anak-anak agar bisa memakai sarung agar hasilnya rapi tentu juga penting.<span id="more-1293"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Foto yang dijepret dengan kamera saku tersebut merupakan salah satu kegiatan saya (yang menyenangkan tentunya) bersama anak-anak santri TPA Al-Muhtadin, Yogyakarta. Foto tersebut sengaja saya ikutkan <a href="http://www.deyfikri.com/2013/02/kontes-potret-laki-laki-dan-dunia-anak.html" target="_blank">Kontes Potret Laki-laki dan Dunia Anak-anak</a>. Semoga menang ya, hehe&#8230;. Tapi, lebih dari itu, semoga postingan sederhana ini bisa mengisnpirasi pembaca untuk mengajari anak-anak agar bisa memakai sarung yang baik dan rapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk <a href="http://www.deyfikri.com/" target="_blank">Ibu Fauzan</a>, <a href="http://www.nchiehanie.com/" target="_blank">Mama Olive</a>, dan <a href="http://ceritabudi.wordpress.com/" target="_blank">Papanya Cintya-Agas</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1293&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/03/01/belajar-memakai-sarung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/03/belajar-memakai-sarung-bersama-santri-tpa-al-muhtadin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">belajar memakai sarung bersama santri TPA Al-Muhtadin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersuci dari Hadas Besar</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/09/bersuci-dari-hadas-besar/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/09/bersuci-dari-hadas-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2013 04:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[hadas]]></category>
		<category><![CDATA[hadas besar]]></category>
		<category><![CDATA[mandi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Muslim yang sedang berhadas besar tidak sah bila mengerjakan ibadah, seperti shalat, thawaf, membawa dan membaca al-Qur’an, atau iktikaf di dalam masjid. Ia wajib bersuci terlebih dahulu. Cara bersuci dari hadas besar adalah dengan mandi. a. Sebab atau Alasan &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/02/09/bersuci-dari-hadas-besar/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1287&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang Muslim yang sedang berhadas besar tidak sah bila mengerjakan ibadah, seperti shalat, thawaf, membawa dan membaca al-Qur’an, atau iktikaf di dalam masjid. Ia wajib bersuci terlebih dahulu. Cara bersuci dari hadas besar adalah dengan mandi.</p>
<p><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank"><em><strong>a. Sebab atau Alasan yang Mewajibkan Mandi</strong></em></a><br />
Hal-hal yang menyebabkan seseorang menjadi berhadas besar sehingga wajib mandi agar kembali menjadi suci adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Bersetubuh atau bertemunya dua khitan antara laki-laki dan perempuan (meskipun tidak keluar air mani).</li>
<li>Keluarnya air mani (disebabkan bersetubuh atau sebab lain).</li>
<li>Meninggal dunia (yang bukan mati syahid); sudah barang tentu pengertian mandi di sini adalah dimandikan.</li>
<li>Selesai haid atau menstruasi.</li>
<li>Setelah melahirkan.</li>
<li>Selesai nifas (berhenti darahnya setelah melahirkan).<span id="more-1287"></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.com/" target="_blank"><em><strong>b. Fardhu dalam Mandi</strong></em></a><br />
Ketika seseorang akan melakukan mandi wajib maka harus memerhatikan hal-hal yang hukumnya fardhu atau yang harus dilakukan sebagai berikut:<br />
1.    Berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar. Niat ini adanya di dalam hati, namun untuk menguatkannya maka lisan dapat mengucapkan niat sebagai berikut:</p>
<p>نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالىَ<br />
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillâhi ta’âlâ.</p>
<p>Artinya:<br />
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”<br />
2.    Membasuh seluruh tubuh dengan air yang suci sampai rata, yakni dari kepala (termasuk seluruh rambut) sampai dengan ujung kaki.<br />
3.    Menghilangkan najis apabila ada yang melekat di badan.</p>
<p><a href="http://amazzet.blogspot.com/" target="_blank"><em><strong>c. Sunnah dalam Mandi</strong></em></a><br />
Sedangkan yang hukumnya sunnah ketika mandi untuk menghilangkan hadas besar adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mendahulukan untuk membasuh kotoran atau najis yang menempel di badan.</li>
<li>Berwudhu sebelum mandi.</li>
<li>Menghadap ke arah kiblat.</li>
<li>Membaca basmalah (<em>bismillâhir-rahmânir-rahîm</em>) ketika akan memulai mandi.</li>
<li>Mendahulukan anggota atau bagian badan yang sebelah kanan baru kemudian yang sebelah kiri.</li>
<li>Membasuh badan sampai tiga (3) kali.</li>
<li>Menggosok-gosok seluruh tubuh dengan tangan.</li>
<li>Sambung-menyambung (<em>muwalat</em>) dalam membasuh anggota badan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Demikian tulisan tentang bersuci dari hadas besar ini semoga bermanfaat buat pembaca tercinta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1287&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/09/bersuci-dari-hadas-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru yang Bisa Jadi Orangtua Kedua</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/01/guru-yang-bisa-jadi-orangtua-kedua/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/01/guru-yang-bisa-jadi-orangtua-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2013 06:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi guru tentu menyenangkan. Apalagi yang berhasil bersama-sama anak-anak didiknya dalam meraih tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Guru yang demikian  dituntut untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh anak didiknya. Sebab, dengan adanya rasa cinta dari anak didiknya, mereka akan bersemangat &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/02/01/guru-yang-bisa-jadi-orangtua-kedua/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1281&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/02/bersama-santri-taman-pendidikan-al-quran-tpa-al-muhtadin.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1282" alt="Bersama santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Muhtadin" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/02/bersama-santri-taman-pendidikan-al-quran-tpa-al-muhtadin.jpg?w=300&#038;h=227" width="300" height="227" /></a>Menjadi guru tentu menyenangkan. Apalagi yang berhasil bersama-sama anak-anak didiknya dalam meraih tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Guru yang demikian  dituntut untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh anak didiknya. Sebab, dengan adanya rasa cinta dari anak didiknya, mereka akan bersemangat dalam belajar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.wordpress.com/" target="_blank">Guru yang dicintai</a> oleh anak didiknya adalah ia yang bisa berperan sebagai orangtua kedua bagi mereka ketika berada di sekolah. Anak didik adalah pribadi yang sesungguhnya masih membutuhkan kasih sayang dan teladan yang baik dalam masa perkembangan jiwanya. Di sinilah mereka sangat membutuhkannya dari kedua orangtuanya dalam kehidupan sehari-harinya ketika berada di rumah. Selain di rumah, lingkungan kedua bagi anak didik adalah berada di sekolah, di sinilah anak didik juga membutuhkan orang yang bisa memberikan kasih sayang dan teladan yang baik, yakni dari gurunya.<span id="more-1281"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berada di rumah, ada anak didik yang merasakan <a href="http://amazzet.com/" target="_blank">kenyamanan</a> dalam asuhan orangtuanya. Meskipun demikian, anak didik tetap membutuhkan figur yang bisa menjadi orangtuanya ketika berada di sekolah. Figur sebagai orangtua yang kedua itu diharapkan ada pada guru-gurunya. Di samping itu, ada juga anak didik yang tidak mendapatkan kenyamanan dari kedua orangtuanya ketika berada di rumah. Sungguh, anak didik yang tidak mendapatkan kenyamanan dari orangtua ketika di rumah ini juga sangat membutuhkan figur pengganti orangtuanya ketika berada di sekolah. Maka, guru yang bisa berperan sebagai orangtua kedua bagi anak didiknya, sudah tentu akan dicintai oleh mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sayang sekali, harapan dari anak didik untuk menemukan figur orangtua kedua ketika berada di sekolah tidak selalu bisa diperoleh dari guru-gurunya. Tidak semua guru bisa melakukan peran ini dengan baik. Oleh karena itu, ketika seseorang telah memproklamasikan diri untuk memilih profesi sebagai seorang guru, maka semestinya dibarengi juga dengan kesadaran bahwa akan siap dan bisa menjadi orangtua kedua bagi anak didiknya. Kesadaran ini penting sekali agar secara psikologis seorang guru mempunyai ikatan batin yang kuat dengan anak didiknya. Sungguh, hanya dengan ikatan batin yang kuat seorang guru bisa menjadi orangtua yang kedua bagi anak didiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam Pendidikan Indonesia,<br />
<a href="http://twitter.com/kangazzet" target="_blank"><strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1281&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/02/01/guru-yang-bisa-jadi-orangtua-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/02/bersama-santri-taman-pendidikan-al-quran-tpa-al-muhtadin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama santri Taman Pendidikan Al-Qur&#039;an (TPA) Al-Muhtadin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Anda Memberontak?</title>
		<link>http://amazzet.wordpress.com/2013/01/25/anak-anda-memberontak/</link>
		<comments>http://amazzet.wordpress.com/2013/01/25/anak-anda-memberontak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2013 01:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Muhaimin Azzet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[berontak]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amazzet.wordpress.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Di beberapa postingan sebelumnya, saya sudah pernah membahas anak memberontak ini. Kali ini izinkan membahasnya oleh sebab yang lainnya, yakni anak merasa mendapatkan tugas yang banyak. Tugas yang diterima si anak dan harus dipenuhi atau dilaksanakan bisa jadi datang dari &#8230; <a href="http://amazzet.wordpress.com/2013/01/25/anak-anda-memberontak/">Lanjut membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1275&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/01/kompak.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1276" alt="kompak" src="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/01/kompak.jpg?w=270&#038;h=239" width="270" height="239" /></a>Di beberapa postingan <a href="http://amazzet.wordpress.com/2012/12/17/mengatasi-anak-yang-memberontak/" target="_blank">sebelumnya</a>, saya sudah pernah membahas anak memberontak ini. Kali ini izinkan membahasnya oleh sebab yang lainnya, yakni anak merasa mendapatkan tugas yang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tugas yang diterima si anak dan harus dipenuhi atau dilaksanakan bisa jadi datang dari orangtua atau sering kali datang dari sekolah. Tugas ini bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. Namun, tugas tidak jarang juga menjadi sesuatu yang sama sekali tidak menyenangkan hati sang anak. Hal ini terjadi apabila tugas yang diterima anak dirasakannya terlalu banyak sehingga menjadi beban dalam hidupnya. Apalagi jika tugas yang sudah dianggapnya sebagai beban itu tidak dapat dipenuhi oleh anak maka kecenderungan yang terjadi adalah anak menunjukkan sikap memberontak.<span id="more-1275"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam mengatasi masalah ini hendaknya orangtua mengurangi tugas yang diberikannya kepada anaknya. Apabila tugas itu datangnya dari sekolah, orangtua hendaknya memberikan empati kepada anaknya dengan cara mendampingi anaknya dalam menyelesaikan tugasnya. Penting sekali dalam hal ini orangtua juga membangun kesadaran dalam diri anak tentang pentingnya untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian postingan pendek ini semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam keluarga bahagia,<br />
<a href="https://twitter.com/kangazzet" target="_blank"><strong>Akhmad Muhaimin Azzet</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amazzet.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amazzet.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amazzet.wordpress.com&#038;blog=14873933&#038;post=1275&#038;subd=amazzet&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amazzet.wordpress.com/2013/01/25/anak-anda-memberontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/9762372e50a38f05c1785522c52860cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">amazzet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amazzet.files.wordpress.com/2013/01/kompak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kompak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
