Pendidikan yang Membebaskan di Sekolah Miskin; Belajar dari Bu Muslimah dan Pak Julian

Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan di negeri ini bahwa masih banyak sekolah di daerah yang boleh dikatakan sebagai sekolah miskin. Betapa tidak, ada sekolah yang dindingnya terbuat dari papan kayu yang sudah jebol di sana-sini, eternitnya sudah banyak yang ambrol, lantai yang terbuat dari semen pun pecah-pecah dan berlubang, meja dan kursi pun tampak penuh dengan paku agar tak semakin reyot. Bila ditanyakan kepada kepala sekolah mengapa keadaan sekolah memprihatinkan seperti itu? Jawaban yang dipastikan muncul adalah tiadanya biaya untuk memperbaiki. Lanjut membaca

19 Komentar

Filed under Pendidikan

Menjalin Silaturahmi

Agar kita dapat menjalin silaturahmi dengan baik, marilah kita pahami terlebih dahulu apa itu silaturahmi. Silaturahmi berasal dari dua kata yang digabungkan, yakni shilah dan rahm. Shilah berarti hubungan atau menghubungkan, sedangkan rahm mempunyai dua makna, yang pertama berarti kelembutan atau kasih sayang, yang kedua bermakna peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Dengan demikian, silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih sayang; silaturahmi juga bisa berarti menjalin hubungan kekerabatan.

Berangkat dari makna silaturahmi sebagaimana di atas, menjalin silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih sayang dengan kerabat maupun dengan orang lain. Dengan demikian, seseorang belum dikatakan bisa menjalin silaturahmi bila dengan orang lain baik, tetapi dengan saudara sendiri malah tidak rukun. Sebaliknya, baik sekali hubungannya dengan saudara, namun tidak baik dengan orang lain, perilaku yang demikian pun belum memenuhi kriteria silaturahmi. Lanjut membaca

22 Komentar

Filed under Ibadah

Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia

Judul Buku: Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia | Penulis: Akhmad Muhaimin Azzet | Penerbit: Ar-Ruzz Media, Yogyakarta | Tebal: 108 hlm. Harga: Rp.22.000,- | ISBN: 978-979-25-4866-2

Pendidikan dipercaya dapat membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi lebih baik. Namun, apa jadinya jika pendidikan hanya mementingkan intelektual semata tanpa membangun karakter peserta didiknya? Hasilnya adalah kerusakan moral dan pelanggaran nilai-nilai. Pada akhirnya, hasil pendidikan seperti ini hanya akan seperti robot, berakal tetapi tak berkepribadian, kosong jiwanya.

Untuk itulah, pendidikan karakter kiranya adalah jawaban bagi kondisi pendidikan seperti ini. Dengan adanya pendidikan karakter semenjak usia dini, diharapkan persoalan mendasar dalam dunia pendidikan yang akhir-akhir ini sering menjadi keprihatinan bersama dapat diatasi. Apa dan bagaimana pendidikan karakter tersebut? Pendidikan karakter dan segala seluk-beluknya dapat pembaca simak dalam buku yang penuh inspirasi ini. Jadi, tunggu apa lagi? Segera miliki dan ungkap pendidikan karakter seutuhnya.

————
Catatan:
Buku tersebut sudah beredar di Toko Buku Gramedia seluruh Indonesia dan beberapa toko buku lainnya. Namun, apabila kesulitan mendapatkannya, silakan memesannya di semacam warung buku. Nuwun…

27 Komentar

Filed under Info Buku

Hari-Hari Menjelang Persalinan: Memperpanjang Gerakan Sujud

Sumber gambar: Kawanimut

Pada saat seseorang menjalankan shalat, terutama ketika melakukan sujud, ini adalah saat di mana seorang hamba mempunyai kedekatan yang luar biasa dengan Allah Swt. Kedekatan ini adalah kedekatan yang sangat personal; kedekatan antara orang mencintai dengan Dzat yang dicintainya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika seseorang yang akan menghadapi peristiwa besar, dalam hal ini adalah proses persalinan, memanfaatkan ibadah shalat ini dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya.

Kepada siapa lagi kita menyembah jika tidak kepada-Nya; kepada siapa lagi kita memohon kalau tidak kepada-Nya. Dia-lah Allah Swt. Dzat Yang Maha Menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya, termasuk menciptakan manusia dan memberikan segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya. Maka, ketika kita menjalankan shalat adalah saat yang paling tepat untuk memasrahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Lanjut membaca

31 Komentar

Filed under Keluarga

Panggilan di Pintu Surga

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa berinfak dengan sepasang (kuda, unta, dan sebagainya) di jalan Allah, maka di surga ia dipanggil: Wahai hamba Allah, pintu ini adalah lebih baik. Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa termasuk ahli puasa, maka ia dipanggil dari pintu Rayyan.” Abu Bakar Al-Shidiq bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap orang pasti dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah mungkin seseorang dipanggil dari semua pintu?” Rasulullah Saw. bersabda, “Ya, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka (yang dipanggil dari semua pintu).” (HR. Muslim)

Sedekah yang diberikan oleh seseorang bisa membuat pelakunya dipanggil dari pintu sedekah di surga. Demikian pula dengan orang yang ahli shalat, ahli jihad, atau ahli puasa akan dipanggil dari pintu sesuai dengan amalnya masing-masing ketika di surga. Dan, alangkah bahagianya bagi orang yang dipanggil dari semua pintu di surga. Panggilan itu dilakukan karena seseorang telah mempunyai tiket masuk. Oleh karena itu, senyampang masih hidup di dunia, marilah kita beramal—termasuk dalam hal ini dengan bersedekah—untuk memperoleh tiket masuk agar dipanggil di pintu surga. Sungguh, panggilan untuk memasuki pintu surga adalah nikmat yang teramat besar.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

9 Komentar

Filed under Hikmah

Membincang Poligami

sumber gambar: kawanimut

Dalam sebuah perbincangan tentang poligami seorang kawan berkata, “Orang-orang yang melakukan poligami itu sering beralasan bahwa perbuatannya itu dilakukan karena sunnah Nabi.”

“Emang begitu kan kata sebagian ulama?” sela seorang kawan yang lain.

“Namun, ada satu fakta yang entah dipahami oleh para pelaku poligami atau tidak bahwa pada saat Nabi Saw. membangun rumah tangga dengan istri pertamanya, Khadijah r.a., Nabi tidak pernah menduakan wanita agung itu. Nabi baru menikah lagi dengan wanita lain setelah Khadijah meninggal dunia.” Lanjut membaca

37 Komentar

Filed under Cerita Ringan

Guru yang Dekat dengan Anak Didik

Agar anak didik dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan, seorang guru harus dapat membangun kedekatan dengan anak didik atau murid-muridnya. Membangun kedekatan dengan anak didik ini bisa dilakukan dengan kedekatan secara lahir, namun yang tidak kalah pentingnya adalah juga membangun kedekatan secara batin.

a. Kedekatan Secara Lahir
Kedekatan secara lahir dapat dibangun dengan bentuk perhatian yang diperlihatkan kepada anak didik. Meski diperlihatkan, hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah hendaknya dilakukan dengan hati yang tulus karena setiap tindakan yang berangkat dari hati yang tulus akan menimbulkan energi positif yang luar biasa. Bentuk perhatian secara lahir, misalnya, menyapa dengan ramah ketika bertemu atau setidaknya tersenyum. Lanjut membaca

16 Komentar

Filed under Pendidikan