Tag Archives: bahagia

Giveaway Azzet: Betapa Senangnya Ngeblog

Alhamdulillah…, tak terasa sudah hampir dua tahun saya (belajar) ngeblog di WordPress ini. Tentu banyak sekali manfaat yang dapat saya rasakan. Di antaranya adalah tambah ilmu, pengalaman, juga para sahabat.

Oleh karena itu, sebagai hadiah ulang tahun “berdirinya” (apa ya istilahnya yang tepat: lahirnya, dimulainya, atau apa deh) blog sederhana ini, saya ingin mengadakan giveaway dengan tema “Betapa Senangnya Ngeblog”. Berikut beberapa ketentuannya: Baca lebih lanjut

141 Komentar

Filed under Perjalanan

Tiga Karunia Penting

Rasulullah Saw. bersabda, “Memberikan sedekah, menganjurkan kebaikan, berbakti kepada orangtua, dan silaturahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, menambah berkah umur, dan menolak kejahatan.” (HR. Abu Na’im)

Karunia yang sangat besar bagi manusia apabila penderitaan yang dialaminya diubah oleh Allah Swt. menjadi kebahagiaan, ditambah keberkahan umurnya, dan ditolak segala kejahatan yang akan menghampirinya. Keadaan ini akan diperoleh apabila memberikan sedekah, berbakti kepada orangtua, dan melakukan silaturahmi.

Merenungkan hal ini, berarti semakin jelas bagi kita bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia sesungguhnya akan berbalik atau berakibat pada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah Swt. berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” (QS. Al-Isrâ [17]: 7)

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

6 Komentar

Filed under Hikmah

Alhamdulillah…, Terbit di Malaysia

Buku saya yang berjudul 7 Cara Agar Rezeki Semakin Bertambah dan Barakah; Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi Saw. yang diterbitkan Diva Press, Yogyakarta, kini telah terbit pula di Malaysia. Sungguh, saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. Semoga buku yang saya tulis menjadi pahala bagi kedua orangtua saya, guru-guru saya, dan bermanfaat bagi penulis, keluarga, serta pembaca tercinta.

Berikut saya kutipkan identitas buku dan back cover dari buku yang terbit di Malaysia tersebut. Baca lebih lanjut

32 Komentar

Filed under Info Buku

Menjalin Silaturahmi

Agar kita dapat menjalin silaturahmi dengan baik, marilah kita pahami terlebih dahulu apa itu silaturahmi. Silaturahmi berasal dari dua kata yang digabungkan, yakni shilah dan rahm. Shilah berarti hubungan atau menghubungkan, sedangkan rahm mempunyai dua makna, yang pertama berarti kelembutan atau kasih sayang, yang kedua bermakna peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Dengan demikian, silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih sayang; silaturahmi juga bisa berarti menjalin hubungan kekerabatan.

Berangkat dari makna silaturahmi sebagaimana di atas, menjalin silaturahmi berarti menjalin hubungan kasih sayang dengan kerabat maupun dengan orang lain. Dengan demikian, seseorang belum dikatakan bisa menjalin silaturahmi bila dengan orang lain baik, tetapi dengan saudara sendiri malah tidak rukun. Sebaliknya, baik sekali hubungannya dengan saudara, namun tidak baik dengan orang lain, perilaku yang demikian pun belum memenuhi kriteria silaturahmi. Baca lebih lanjut

33 Komentar

Filed under Ibadah

Bila Sedang Jatuh Cinta

Pada postingan yang berjudul Menjaga Cinta, saya meninggalkan pertanyaan berikut. Yakni, ada pertanyaan mendasar yang mesti diajukan kepada setiap kita, pemuda dan pemudi muslim yang sedang jatuh cinta, “Bagaimanakah sikap kita?” Apakah kita memperturutkan begitu saja segala keinginan untuk memenuhi kepuasan cinta. Misalnya, segera menemui orang yang kita cintai saat rindu melanda, menatap wajahnya, menggandeng tangannya, atau bahkan mencium dengan lembut keningnya? Padahal, kita belum menikah. Apalagi, di antara kita tidak sedikit yang sering terjebak dengan atas nama cinta, tetapi malah melakukan perbuatan zina. Baca lebih lanjut

40 Komentar

Filed under Cinta

Allah Akan Mengganti

Allah Swt. berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Duhai jiwa yang masih saja dihinggapi penyakit yang pernama bakhil, segera sembuhlah dengan kesadaran yang benar. Sungguh, harta yang disimpan saja dengan kebakhilan justru akan banyak membawa kerugian; hidup pun jauh dari keberkahan. Sebagaimana air selokan yang tidak mengalir niscaya airnya akan semakin keruh, berbau tidak sedap, menjadi sarang kuman, dan menjadi tempat berkembang biak bagi bermacam bibit penyakit. Akan tetapi, apabila air selokan mengalir dengan lancar niscaya airnya akan bening dan menyehatkan lingkungan. Demikian pula dengan harta yang kita punya.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

31 Komentar

Filed under Hikmah

Mengembangkan Harta; Melipatgandakan Berkahnya

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah….” (QS. al-Baqarah [2]: 276)

Ada sebagian orang yang tega melakukan riba dengan harapan akan mendapatkan keuntungan. Padahal, yang terjadi sesungguhnya adalah upaya menuju kerugian. Sungguh, Allah Swt. akan memusnahkan riba, dalam arti memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Sebaliknya, apabila ingin agar hartanya berkembang biak semakin banyak atau dilipatgandakan berkahnya, jalan yang paling mudah dan tiada hambatan adalah dengan melakukan sedekah. Sebagai orang yang beriman, tentu kita harus yakin akan hal ini.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

34 Komentar

Filed under Hikmah