Arsip Tag: cinta

Saat Mencintai, Duh… Menjaga Hati

Pembaca yang budiman, bagaimanakah sikap dan reaksi Anda ketika cinta (kepada lawan jenis) benar-benar telah melanda dan membelai lembut seluruh lorong hati, bahkan yang paling tersembunyi. Di saat yang seperti ini, ada baiknya kita merenungi firman Allah Swt. berikut ini:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya….” (QS. an-Nuur [24]: 30-31). Baca lebih lanjut

23 Komentar

Filed under Ibadah

Membincang Poligami

sumber gambar: kawanimut

Dalam sebuah perbincangan tentang poligami seorang kawan berkata, “Orang-orang yang melakukan poligami itu sering beralasan bahwa perbuatannya itu dilakukan karena sunnah Nabi.”

“Emang begitu kan kata sebagian ulama?” sela seorang kawan yang lain.

“Namun, ada satu fakta yang entah dipahami oleh para pelaku poligami atau tidak bahwa pada saat Nabi Saw. membangun rumah tangga dengan istri pertamanya, Khadijah r.a., Nabi tidak pernah menduakan wanita agung itu. Nabi baru menikah lagi dengan wanita lain setelah Khadijah meninggal dunia.” Baca lebih lanjut

39 Komentar

Filed under Cerita Ringan

Saat Embun Menetes

tak ada lagi yang dapat aku lakukan
saat embun menetes, selain merindu
sebab dini hari telah mengabarkan
peraduannya dalam pelukan malam

selamat datang dedaunan membasah
dan bunga melati semerbak mewangi
akulah lelaki dibesarkan oleh rindu
perjumpaan jiwa tak sebatas waktu

Bumidamai, Yogyakarta.

28 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Bila Sedang Jatuh Cinta

Pada postingan yang berjudul Menjaga Cinta, saya meninggalkan pertanyaan berikut. Yakni, ada pertanyaan mendasar yang mesti diajukan kepada setiap kita, pemuda dan pemudi muslim yang sedang jatuh cinta, “Bagaimanakah sikap kita?” Apakah kita memperturutkan begitu saja segala keinginan untuk memenuhi kepuasan cinta. Misalnya, segera menemui orang yang kita cintai saat rindu melanda, menatap wajahnya, menggandeng tangannya, atau bahkan mencium dengan lembut keningnya? Padahal, kita belum menikah. Apalagi, di antara kita tidak sedikit yang sering terjebak dengan atas nama cinta, tetapi malah melakukan perbuatan zina. Baca lebih lanjut

40 Komentar

Filed under Cinta

Alhamdulillah…, Gaji 25 Juta Per Bulan

Saya mempunyai teman yang masih muda umurnya. Belum pernah bekerja dan baru lulus kuliah di sebuah program diploma. Setelah lulus kuliah, dia diterima bekerja di sebuah pertambangan minyak perusahaan luar negeri. Kabarnya (adik saya yang bilang), alhamdulillah…, ia mendapatkan gaji sebanyak 25 juta per bulan. Saya bilang kabarnya karena saya belum pernah bertanya secara langsung kepadanya.

Kenapa saya tidak bertanya langsung kepadanya? Karena saya tidak mempunyai kepentingan terhadap masalah ini. Saya hanya ikut senang karena hidupnya memang berubah menjadi jauh lebih baik secara ekonomi. Ke mana-mana ia sekarang tidak memakai sepeda motor butut seperti dulu, melainkan naik mobil sendiri model terbaru. Namun, satu hal yang menjadi perhatian saya adalah soal cinta sejati. Baca lebih lanjut

52 Komentar

Filed under Cerita Ringan

Menjaga Cinta

Bunga di depan rumah penulis.

Cinta adalah anugerah terindah yang dikaruniakan Allah kepada setiap manusia. Segala yang bernama hubungan akan terasa hampa bila tanpa cinta. Meskipun di surga, sebuah tempat yang paling nikmat dan penuh pesona bahagia, ternyata Adam merasa sendirian dan membutuhkan teman bercengkerama. Maka, atas nama cinta pula, Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping setia. Begitu pula setelah Adam dan Hawa turun sebagai penghuni dunia. Meskipun mereka berdua ditempatkan pada sebuah tempat berbeda yang sangat jauh jaraknya, ketertarikan cinta antara keduanya membuatnya bertemu dengan sepenuh kerinduan di sebuah padang, Arafah namanya. Baca lebih lanjut

47 Komentar

Filed under Cinta

Air Mata Rindu

sepotong rindu ini seutuhnya untukmu
meski rayuan lembut di jalanan merebutnya
aku berlari di atas pematang licin berbatu
ingin segera menghapus air matamu, segera

saat gerimis kuketuk pintu hatimu tanpa ragu
meski kerinduan ini betapa berselimut kabut
masihkan engkau simpan gelombang biru itu
di bening matamu, di situlah aku tersangkut

aku datang sebagaimana sungai menuju muara
duhai, bukalah pintu segera, bukalah segera
sebelum aku tenggelam dalam pusaran air mata

Bumidamai, Yogyakarta.

28 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Kekasih, Duhai

inikah gelombang memenuhi dada
menerjangku yang rindu tiada tara
kekasih, duhai, kapankah berjumpa
siang dan malam inginnya segera

salam bagimu duhai Nabi tercinta
shalawat untukmu duh Rasul mulia

inikah jiwa yang disergap pesona
tak ada lagi luka apalagi menganga
tak kenal gelap semuanya cahaya
mengurai makna menempuh usia

Bumidamai, Yogyakarta.

32 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Tahajjud

bila memang cinta, meski ada jaga
begitu katamu di malam buta

maka kini aku membuka mata
agar ucap cinta tak bohong belaka

duhai, tangan siapakah membelai?
dan aku lenyap dalam pesona

Bumidamai, Yogyakarta.

24 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Poetry Hujan: Menunggu Hujan

duduk di tumpukan daun jati yang mengering
ada yang pelahan meranggas di sekujur tubuhku
serupa kambium, pori-pori ini memecah hening
akar persoalan pun  merangsek menuju rindu

ya, rindu tetes demi tetes kesegaran dari langit
serupa hujan yang menumpahkan air cinta
bagi kemarau panjang atau dada yang terhimpit
segeralah, duhai, doa pun telah kering air mata

Bumidamai, Yogyakarta

 

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

35 Komentar

Filed under Jiwa Merindu