Arsip Tag: hati

Saat Mudah Dikabulkan untuk Berdoa

Berdoa kepada Allah Swt., foto Akhmad Muhaimin AzzetNabi kta Muhammad Saw. telah memberitahukan kepada kita perihal waktu-waktu yang mudah dikabulkan (mustajab) untuk berdoa. Di anatarnya sebagai berikut:

Setelah Shalat Fardhu

Setelah mengerjakan shalat fardhu, hendaknya seseorang tidak meninggalkan kesempatan yang baik ini untuk berdoa. Sesungguhnya pada saat ini adalah saat yang mustajab untuk berdoa.

Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Swt. Beliau menjawab:

“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.” (HR. Tirmidzi). Baca lebih lanjut

33 Komentar

Filed under Ibadah

Hati Nurani Orang yang Melakukan Korupsi

stop korupsiAda sebuah pertanyaan yang sebenarnya sudah lama mengganggu dalam benak saya. Pertanyaan itu begini, “Bagaimana ya perasaan atau hatinya orang yang melakukan korupsi pada hari-hari setelah ia melakukan perbuatan tersebut, apakah gelisah, bingung, tidak tenang, atau justru bahagia dan bisa menikmati hasil perbuatannya?” Baca lebih lanjut

28 Komentar

Filed under Perjalanan

Saat Mencintai, Duh… Menjaga Hati

Pembaca yang budiman, bagaimanakah sikap dan reaksi Anda ketika cinta (kepada lawan jenis) benar-benar telah melanda dan membelai lembut seluruh lorong hati, bahkan yang paling tersembunyi. Di saat yang seperti ini, ada baiknya kita merenungi firman Allah Swt. berikut ini:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya….” (QS. an-Nuur [24]: 30-31). Baca lebih lanjut

23 Komentar

Filed under Ibadah

Menjaga Cinta

Bunga di depan rumah penulis.

Cinta adalah anugerah terindah yang dikaruniakan Allah kepada setiap manusia. Segala yang bernama hubungan akan terasa hampa bila tanpa cinta. Meskipun di surga, sebuah tempat yang paling nikmat dan penuh pesona bahagia, ternyata Adam merasa sendirian dan membutuhkan teman bercengkerama. Maka, atas nama cinta pula, Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping setia. Begitu pula setelah Adam dan Hawa turun sebagai penghuni dunia. Meskipun mereka berdua ditempatkan pada sebuah tempat berbeda yang sangat jauh jaraknya, ketertarikan cinta antara keduanya membuatnya bertemu dengan sepenuh kerinduan di sebuah padang, Arafah namanya. Baca lebih lanjut

47 Komentar

Filed under Cinta