Tag Archives: sajak

Saat Embun Menetes

tak ada lagi yang dapat aku lakukan
saat embun menetes, selain merindu
sebab dini hari telah mengabarkan
peraduannya dalam pelukan malam

selamat datang dedaunan membasah
dan bunga melati semerbak mewangi
akulah lelaki dibesarkan oleh rindu
perjumpaan jiwa tak sebatas waktu

Bumidamai, Yogyakarta.

28 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Air Mata Rindu

sepotong rindu ini seutuhnya untukmu
meski rayuan lembut di jalanan merebutnya
aku berlari di atas pematang licin berbatu
ingin segera menghapus air matamu, segera

saat gerimis kuketuk pintu hatimu tanpa ragu
meski kerinduan ini betapa berselimut kabut
masihkan engkau simpan gelombang biru itu
di bening matamu, di situlah aku tersangkut

aku datang sebagaimana sungai menuju muara
duhai, bukalah pintu segera, bukalah segera
sebelum aku tenggelam dalam pusaran air mata

Bumidamai, Yogyakarta.

28 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Tahajjud

bila memang cinta, meski ada jaga
begitu katamu di malam buta

maka kini aku membuka mata
agar ucap cinta tak bohong belaka

duhai, tangan siapakah membelai?
dan aku lenyap dalam pesona

Bumidamai, Yogyakarta.

24 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Poetry Hujan: Menunggu Hujan

duduk di tumpukan daun jati yang mengering
ada yang pelahan meranggas di sekujur tubuhku
serupa kambium, pori-pori ini memecah hening
akar persoalan pun  merangsek menuju rindu

ya, rindu tetes demi tetes kesegaran dari langit
serupa hujan yang menumpahkan air cinta
bagi kemarau panjang atau dada yang terhimpit
segeralah, duhai, doa pun telah kering air mata

Bumidamai, Yogyakarta

 

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

35 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Kembali Rindu Pulang

oleh sebab cintamu melulu sementara
aku kembali rindu pulang, ke pangkuan
oleh sebab cintamu melulu benda-benda
aku kembali rindu pulang, ke keabadian

duhai jiwa yang sekian lama terlena
bersaranglah, pulanglah, bersedekaplah
senyampang rindu belum didendangkan
oleh siapakah dengan air mata

Bumidamai, Yogyakarta.

32 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Saat Berdoa

ada yang diam-diam jebol dalam dadaku
serupa magma yang bergejolak
menyentak sunyi, mengurai desahan

ya, saat berdoa manusiaku berlepasan
serupa puing di jalanan bencana
menuntaskan beban, berhamburan

Bumidamai, Yogyakarta.

12 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Taubat

cukup sampai di sini, sudahlah
bukankah langkah telah lelah
menyusuri lorong yang kelam

sudah sampai di sini, cukuplah
bukankah hanya luka dan kecewa
menuruti nafsu yang jalang

sudahlah, cukuplah
senyampang maut belum menyapa
nafas dan raga masih setia

Bumidamai, Yogyakarta.

 

————————————————————-

UNDANGAN TERBUKA, silakan berkunjung ke:

http://puisiazzet.wordpress.com/

4 Komentar

Filed under Jiwa Merindu