Tag Archives: sekolah

Sang Motivator itu Bernama Guru

Guru itu seorang motivator - foto akhmad muhaimin azzetSeorang guru yang dicintai oleh anak didiknya adalah yang bisa memberikan motivasi. Ya, dialah sang motivator yang membuat anak didiknya senantiasa bersemangat dalam meraih cita-cita. Bagi Anda yang pernah membaca novel yang berjudul Sang Pemimpi karya Andrea Hirata—atau menonton filmnya dengan judul yang sama—tentu bisa membayangkan bagaimana sosok seorang guru yang bernama Pak Julian. Dialah seorang guru muda yang begitu sangat dicintai oleh murid-muridnya.

Apa yang dilakukan Pak Julian sehingga sangat dicintai oleh murid-muridnya? Pak Julian bisa memberikan motivasi yang sangat besar kepada murid-muridnya. Pak Julian berhasil membakar semangat anak didiknya untuk berani bermimpi, terutama tiga muridnya, yakni Ikal, Aray, dan Jimbron. Ketiga siswa SMA ini terbakar semangatnya untuk bisa meraih mimpi mereka, yakni ke Paris dan Eropa. Baca lebih lanjut

27 Komentar

Filed under Pendidikan

Pendidikan Sebagai Proses Transformasi Sosial

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Santri Tebuireng gemar membaca sebagai proses pendidikan, foto Akhmad Muhaimin AzzetPendidikan dipandang sebagai hal yang sangat penting bagi anak manusia untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Namun, jangan salah, pendidikan juga bisa sebagai sarana untuk melanggengkan kepentingan kekuasaan dan politik tertentu di sebuah komunitas tertentu atau bahkan di sebuah negara. Bila hal ini yang terjadi, pendidikan bukan sebagai proses bagi peserta didik untuk berubah menjadi lebih baik, melainkan hanya menjadi alat kekuasaan untuk melanggengkan kepentingan penguasa. Baca lebih lanjut

23 Komentar

Filed under Pendidikan

Guru yang Berperan sebagai Orangtua Kedua bagi Murid

mengaji di al-muhtadin, akhmad muhaimin azzetSeorang guru harus bisa menjalin ikatan batin yang kuat dengan anak didiknya. Sungguh ini penting agar seorang guru bisa berperan menjadi orangtua kedua bagi para murid supaya mereka merasa nyaman sekaligus menyenangkan belajar di sekolah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru:

a. Membangun Rasa Kasih dan Sayang

Rasa kasih dan sayang yang perlu dibangun adalah rasa kasih sayang sebagaimana orangtua kepada anaknya. Karena seorang guru bukanlah orangtua kandung bagi anak didiknya, sudah tentu ekspresi dan bentuknya berbeda dengan orangtua kandung mereka dalam memberikan rasa kasih dan sayang. Bahkan, beberapa pendapat mengatakan, memang harus berbeda terutama kaitannya dengan kedekatan secara fisik karena pertimbangan nilai dan etika yang semestinya berlaku. Namun, meskipun ekspresi dan bentuknya berbeda, rasa kasih dan sayang yang bersumber dari dalam hati tetaplah perlu dibangun dengan sebaik-baiknya oleh seorang guru yang ingin dicintai oleh anak didiknya. Baca lebih lanjut

34 Komentar

Filed under Pendidikan

Guru yang Bisa Jadi Orangtua Kedua

Bersama santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-MuhtadinMenjadi guru tentu menyenangkan. Apalagi yang berhasil bersama-sama anak-anak didiknya dalam meraih tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Guru yang demikian  dituntut untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh anak didiknya. Sebab, dengan adanya rasa cinta dari anak didiknya, mereka akan bersemangat dalam belajar.

Guru yang dicintai oleh anak didiknya adalah ia yang bisa berperan sebagai orangtua kedua bagi mereka ketika berada di sekolah. Anak didik adalah pribadi yang sesungguhnya masih membutuhkan kasih sayang dan teladan yang baik dalam masa perkembangan jiwanya. Di sinilah mereka sangat membutuhkannya dari kedua orangtuanya dalam kehidupan sehari-harinya ketika berada di rumah. Selain di rumah, lingkungan kedua bagi anak didik adalah berada di sekolah, di sinilah anak didik juga membutuhkan orang yang bisa memberikan kasih sayang dan teladan yang baik, yakni dari gurunya. Baca lebih lanjut

27 Komentar

Filed under Pendidikan

Tidak Menjaga Jarak dengan Anak Didik

ustadz azzet bersama santriGuru yang dicintai oleh anak didik adalah guru yang tidak menjaga jarak dengan mereka. Tidak menjaga jarak yang dimaksudkan di sini adalah sengaja mendekatkan diri dengan anak didiknya untuk membangun keakraban. Sebab, tidak sedikit guru yang dengan alasan menjaga wibawa maka tidak mau dekat-dekat dengan anak didiknya. Atau, kalau dalam istilah sekarang, guru yang “jaim” (jaga image). Baca lebih lanjut

31 Komentar

Filed under Pendidikan

Guru yang Dapat Mengontrol Emosi dengan Baik

proses pendidikan di tpa al-muhtadin asuhan ust. azzetMenjadi seorang guru tidak selalu menghadapi murid-murid yang baik, penurut, anteng, atau tidak pernah iseng. Ada saja dari murid-murid yang justru sikapnya bisa memancing kemarahan gurunya. Maka, guru yang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik, dia terpancing untuk memarahi anak didiknya. Apalagi bila sebelum berangkat untuk mengajar ia sudah ada ketidaknyamanan atau masalah dari rumahnya, seorang guru bisa mememberikan hukuman yang bahkan melebihi dari perbuatan muridnya yang dianggap salah oleh guru tersebut. Baca lebih lanjut

14 Komentar

Filed under Pendidikan

Guru yang Bisa Memberikan Penghargaan

Seorang guru yang dicintai oleh murid-muridnya adalah yang bisa memberikan penghargaan kepada murid-muridnya. Penghargaan yang dimaksudkan di sini tidak harus bermakna penghargaan yang berupa materi atau pemberian hadiah berupa barang. Penghargaan juga bisa diberikan hanya dengan kata-kata yang bermakna positif dan menyenangkan. Misalnya, pada saat seorang anak didik berhasil menyelesaikan pekerjaannya, seorang guru berkomentar, “Bagus sekali, ternyata kamu bisa menyelesaikannya dengan baik.” Sudah tentu, sang anak akan merasa senang karena apa yang telah dilakukannya mendapatkan penghargaan dari gurunya. Baca lebih lanjut

16 Komentar

Filed under Pendidikan

Guru yang Memahami Kebutuhan Anak Didik

Guru yang dicintai oleh murid-muridnya adalah yang bisa memahami kebutuhan anak didiknya dengan baik. Guru yang demikian biasanya senantiasa mengedepankan dialog atau keterbukaan. Dalam hal ini, ia berusaha untuk bisa mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya berikut alasan atau sebab-sebabnya. Dengan demikian, ia bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya. Baca lebih lanjut

23 Komentar

Filed under Pendidikan

Pendidikan yang Memanusiakan

Lomba mewarnai di Jasmine Al Muflihun (foto: am.azzet)

Hal yang paling mendasar dari pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang memanusiakan. Inilah sebuah proses pendidikan yang dilakukan dengan penuh kesadaran secara terus-menerus untuk memanusiakan manusia. Secara umum, pendidikan memang juga dimaknai sebagai upaya yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus untuk mengubah dari yang sebelumnya tidak mengetahui akan sesuatu lantas menjadi tahu akan sesuatu tersebut. Pada saat yang bersamaan, pendidikan bisa dimaknai pula sebagai upaya untuk mengubah kemampuan seseorang yang sebelumnya belum bisa melakukan sesuatu menjadi bisa melakukannya. Baca lebih lanjut

18 Komentar

Filed under Pendidikan

Pendidikan yang Membebaskan di Sekolah Miskin; Belajar dari Bu Muslimah dan Pak Julian

Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan di negeri ini bahwa masih banyak sekolah di daerah yang boleh dikatakan sebagai sekolah miskin. Betapa tidak, ada sekolah yang dindingnya terbuat dari papan kayu yang sudah jebol di sana-sini, eternitnya sudah banyak yang ambrol, lantai yang terbuat dari semen pun pecah-pecah dan berlubang, meja dan kursi pun tampak penuh dengan paku agar tak semakin reyot. Bila ditanyakan kepada kepala sekolah mengapa keadaan sekolah memprihatinkan seperti itu? Jawaban yang dipastikan muncul adalah tiadanya biaya untuk memperbaiki. Baca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under Pendidikan