Berdzikir dengan Kalimah Thayyibah

Akhmad Muhaimin Azzet, berdzikir dengan kalimat thayyibahBerdzikir kepada Allah Swt. dapat dilakukan dengan mengucapkan kalimah thayyibah (kalimah yang baik). Di antara kalimah thayyibah yang dapat dibaca sebagai dzikir adalah sebagai berikut:

a. Basmalah

Bacaan basmalah diucapkan pada setiap kita akan mengawali perbuatan atau pekerjaan yang baik. Dengan membaca basmalah dimaksudkan agar pekerjaan yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Baca lebih lanjut

20 Komentar

Filed under Ibadah

Cara Berwudhu

cara berwudhu, akhmad muhaimin azzet, amazzet

Cara atau urut-urutan dalam berwudhu (foto: @muhaiminazzet)

Setelah kita mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan fardhu wudhu, sunnah di dalam wudhu, maupun beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu (di postingan sebelumnya), berikut adalah cara atau urut-urutan di dalam berwudhu:

1. Membaca basmalah (bismillâhir-rahmânir-rahîm) sambil membasuh kedua telapak tangan sampai bersih atau sebanyak tiga kali.  (Gambar 1)

2. Berkumur-kumur sebanyak tiga kali sambil membersihkan gigi.  (Gambar 2)

3. Memasukkan air ke lubang hidung sebanyak tiga kali dan membersihkannya.  (Gambar 3) Baca lebih lanjut

20 Komentar

Filed under Ibadah

Bersuci dari Hadas Kecil

Wudhu, Akhmad Muhaimin Azzet, amazzetSeorang Muslim yang akan mengerjakan ibadah juga harus suci dari hadas kecil. Seseorang dikatakan berhadas kecil apabila buang air besar maupun kecil, buang angin atau kentut, atau terjadinya beberapa hal yang menyebabkan batalnya wudhu. Agar seseorang bisa suci dari hadas kecil maka harus melakukan wudhu dengan menggunakan air. Akan tetapi, apabila seseorang tidak menemukan air, atau tidak boleh terkena air karena sakit, maka seseorang bisa melakukan tayamum dengan menggunakan debu.

Berkaitan dengan hal ini, marilah kita perhatikan firman Allah Swt. sebagai berikut: Baca lebih lanjut

22 Komentar

Filed under Ibadah

Pendidikan yang Demokratis

Akhmad Muhaimin Azzet, santri TPA Al-Muhtadin, amazzet

Penulis bersama santri TPA Al-Muhtadin, Yogyakarta.

Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang demokratis. Sebuah proses pendidikan yang hubungan guru dan murid dapat berimbang sehingga bisa saling menyampaikan pendapat dan pikiran. Guru tidak hanya menyampaikan materi sedangkan di pihak lain murid hanya mendengarkan dan menerima apa adanya. Dalam pendidikan yang demokratis murid juga sangat penting untuk didengar pendapatnya, diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, atau dihargai apa yang menjadi keinginannya dalam proses belajar mengajar.

Dalam banyak pengamatan di lapangan, memang tidak mudah dalam mempraktikkan pendidikan yang demokratis ini. Hal ini barangkali masih kuatnya pandangan bahwa guru tentu lebih pandai dan mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak ketimbang muridnya. Guru itu tugasnya adalah mendidik dan mengarahkan anak didiknya untuk menjadi lebih baik dan pintar daripada sebelumnya. Hanya seorang gurulah yang bisa mengantarkan anak didiknya untuk mencapai kehidupan yang sukses dan berhasil mencapai cita-citanya. Baca lebih lanjut

34 Komentar

Filed under Pendidikan

Belajar (Kembali) Meyakini bahwa Firman Allah adalah Benar

Akhmad Muhaimin Azzet, Amel dan Nena sedang mengaji

Amelia dan Nena sedang mengaji di rumah penulis

Belajar (kembali) meyakini bahwa firman Allah adalah benar ini penting dalam rangka kita belajar meyakini Allah Swt. Ya, yakin kepada Allah Swt. ini kerap kurang mendarah daging dalam kehidupan kita. Dalam berdoa, misalnya, kadang kita kurang yakin apakah doa kita diterima atau tidak. Sehingga, dalam berikhtiar kita lebih mengandalkan usaha kita, atau mungkin pihak lain, daripada Allah Swt.

Belajar kembali untuk meyakini bahwa firman Allah (al-Qur’an) adalah benar adanya ini sangat penting untuk diupayakan karena segala hal yang ada di dalam al-Qur’an adalah kebenaran yang dapat menguatkan keyakinan seseorang. Bagaimana mungkin seseorang meyakini kebenaran mutlak terhadap Dzat Allah Swt. kalau tidak sekalian meyakini kebenaran firman-Nya, dalam hal ini yang terdapat di dalam al-Qur’an. Baca lebih lanjut

28 Komentar

Filed under Ibadah

Guru yang Bisa Menjadi Sahabat dalam Belajar

Akhmad Muhaimin Azzet bersama santriGuru yang dicintai oleh anak didiknya adalah yang bisa menjadi sahabat dalam belajar. Guru yang menjadi sahabat ini adalah hal baru dan penting untuk diperhatikan. Berbeda dengan zaman dahulu yang beragam informasi tidak mudah diakses dengan kecanggihan teknologi sebagaimana saat ini. Saat itu, guru sekan menjadi satu-satunya sumber ilmu. Peran seorang guru adalah memberikan ilmu kepada anak didiknya. Oleh karena itu, seorang guru akhirnya juga bisa menjadi penguasa tunggal di dalam kelas.

Sebagai penguasa tunggal di dalam kelas, seorang guru di zaman dahulu bebas melakukan apa saja, termasuk dalam memberikan hukuman kepada murid-muridnya. Apabila ada murid sedikit saja tidak menunjukkan perhatian ketika pelajaran diterangkan, maka seorang guru bisa melemparkan penghapus kepada murid yang tidak perhatian tersebut. Ada juga seorang guru yang mempunyai kebiasaan mencubit anak didiknya sampai sang anak menjerit-jerit, bahkan bekas cubitannya pun menghitam hingga beberapa hari baru hilang. Sang anak pun enggan mengadukan perlakuan sang guru tersebut ke orangtuanya. Sebab, orangtuanya pun biasanya malah menyalahkan anak yang menuduh tidak patuh sama gurunya. Baca lebih lanjut

18 Komentar

Filed under Pendidikan

Yakin Doa Kita Dikabulkan

Berdoa di Masjid Alun-Alun Jombang, foto Akhmad Muhaimin AzzetHal yang paling penting di dalam berdoa adalah keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt. Keyakinan ini harus ada sehingga akan menumbuhkan harapan yang besar akan dikabulkannya doa kita. Di samping itu, keyakinan itu juga akan menumbuhkan kekuatan tersendiri bagi orang yang berdoa.

Allah Swt. berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah [2]: 186) Baca lebih lanjut

21 Komentar

Filed under Ibadah