Sehari Saja

walau sehari saja aku menjadi sungai
sepanjang dada ini terasa tak lagi beruang
batu dan pasir betapa berhimpitan
dalam cairan limbah yang kian menghitam

ikan-ikan yang berenang di air mataku
lihatlah, bersusah payah bertahan
dari aroma busuk yang berhamburan
di antara kaleng bekas dan plastik
yang berserakan, timbul dan tenggelam

walau sehari saja aku menjadi sungai
sepanjang ususku terasa dialiri tembaga
yang membara di pertambangan celaka
tak sekadar mual atau ingin memuntah
sungguh nyeri melilit tiada lagi tara

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

2 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

2 responses to “Sehari Saja

  1. ok

    walau sehari saja ku menjadi sungai
    takkan kubiarkan satu rumputpun mengering

    • Hmm… menjadikan hidup bermanfaat tidak hanya bagi sendiri, betapa indahnya… Terima kasih banya ya… Salam kreatif dan selamat terus berkarya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s