Mengantar Manusiaku

hari ini, aku mengantar manusiaku pergi
meninggalkan gerimis di perbukitan yang biru
selamat tinggal, duhai, lembah dan ngarai
juga jurang-jurang tempat indah menunggu

lorong-lorong kota akhirnya kusinggahi
ada yang bergetar, dari kabel dan televisi
manusiaku terpaku di bawah menara negeri
ada yang mau runtuh, saat segalanya tergadai

hari ini, aku mengantar manusiaku pergi
bersama angin yang membadai di kepalaku
sebab langkah semakin ingin kembali
memunguti jejak yang kabur dari jantungku

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

2 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

2 responses to “Mengantar Manusiaku

  1. Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh…

    Apa khabar mas Amazzet ? Didoakan sihat dan dirahmati Allah atas setiap tugasan yang dilakukan untuk maslahat ummah.

    Sungguh manusiaku itu beruntung kerana mempunyai jasad yang selalu mengambil berat akan dirinya. Ke mana sahaja dia pergi, keinginan selalu menyertai kebaikan dalam setiap langkahnya. Keinsafan selalu hadir dalam membuat evaluasi diri pada kondisi yang dilalui.

    Semoga kita selalu menilik diri bahawa kehidupan ini penuh dengan cabaran yang harus ditempoh dengan iman dan kekuatan akal. Jika tidak punya kekuatan itu, pasti kita akan cepat rebah dan lalai sehingga menghumban diri ke lembah dosa dan penuh kehinaan.

    Akhir kebesaran hidup bukanlah pengetahuan tetapi perbuatan. Denga melakukan pengetahuan yang dipelajari, perbuatan dan amalan akan lebih menyonsong diri untuk melakukan perubahan demi perubahan.

    Salam mesra selalu dari Sarkei, Sarawak.

    • Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

      Alhamdulillah kabar baik, Bunda. Sungguh, terima kasih banyak telah dioakan Bunda sepenuh kebaikan dari Sarawak. Demikian pula dengan Bunda, semoga senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla.

      Demikianlah, Bunda, mengantar manusia ini jangan sampai salah alamat. Kita semula berasal dari Allah Swt. lantas hidup di dunia ini. Sungguh, di sinilah tempat manusia mendapatkan ujian dan cobaan. Apakah nanti lulus atau tidak tergantung bagaimana mengantar manusia kita. Jika lulus maka selamatlah menuju alamat yang sesungguhnya kita tuju, yakni kebahagiaan yang abadi di sisi-Nya; sungguh jangan sampai tak lulus dan salah alamat. Maka, muhasabah setiap hari atas iman dan keislaman adalah keniscayaan bagi kita semua. Dengan demikian, semoga kita dan keluarga senantiasa mendapatkan rahmat-Nya. Allahumma amin….

      Salam penuh persaudaraan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s