Shalat Hajat

Shalat hajat adalah shalat sunnah yang dikerjakan karena mempunyai hajat agar dikabulkan oleh Allah Swt. Permohonan dengan shalat ini penting agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam meraih apa yang dihajatkannya, agar Allah menghilangkan kesulitan yang sedang dihadapi, sehingga apa yang menjadi hajatnya dikabulkan oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يَتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللهُ مَ سَأَلَ مُعَجَّلاً أَوْ مُؤَخَّرًا

“Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian dia shalat dua rakaat dengan sempurna maka apa yang dimintanya akan diberi oleh Allah, baik secara cepat maupun lambat.” (HR Ahmad)

Shalat hajat ini dikerjakan dengan dua rakaat pada saat seseorang sedang mempunyai hajat agar dikabulkan oleh Allah Swt. Menurut sebagian ulama, shalat hajat ini boleh dikerjakan sampai dengan dua belas rakaat dengan setiap dua rakaat melakukan salam. Sedangkan waktunya tidak ditentukan apakah siang atau malam. Akan tetapi, apabila dilakukan pada waktu malam, atau di sepertiga malam yang terakhir, hal ini lebih mudah seseorang untuk khusyuk di dalam shalatnya dan lebih berkesan dalam menghadap-Nya.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS al-Muzzammil [73]: 6)

Setelah mengerjakan shalat hajat hendaknya tetap duduk dengan tenang menghadap ke kiblat. Sebelum mengangkat kedua tangan untuk berdoa atau mengungkapkan hajat kepada Allah hendaknya mengawali dahulu dengan membaca tahmid, tasbih, takbir, dan shalawat atas Nabi Saw.; atau mendahului dengan memperbanyak membaca istighfar dan shalawat atas Nabi Muhammad Saw. Setelah itu, baru berdoa kepada Allah Swt. dengan doa sebagai berikut:

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ, سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ, اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَ الْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَ السَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ, لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ , وَ لاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَجْتَهُ وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضَاءً إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm, subhânallâhi rabbil ‘arsyil ‘azhîm, alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn, as-aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azzâ-ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birr, was salâmata min kulli itsm, lâ tada’ lî dzamban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ yâ arhamar râhimîn.

Artinya:
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan (pemelihara) ‘Arsy Yang Mahaagung, segala nikmat karunia hanyalah milik Allah, Penguasa alam semesta. Aku memohon kepada-Mu untuk mendapatkan kepastian rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, keberhasilan untuk mendapatkan setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan satu dosa pun pada diriku, melainkan Engkau mengampunkannya. Janganlah Engkau biarkan satu pun kesulitan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapatkan ridha-Mu melainkan Engkau kabulkan, ya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” (HR Tirmidzi)

Setelah berdoa dengan bacaan sebagaimana di atas, lantas mengungkapkan apa yang menjadi hajatnya kepada Allah Swt. dengan hati yang bersungguh-sungguh. Dalam mengungkapkan hajat bisa dilakukan dengan tetap mengangkat tangan berdoa kepada-Nya atau bisa pula dilakukan dengan bersujud. Dengan demikian, semoga Allah Swt. mengabulkan hajat yang disampaikan kepada-Nya. []

Iklan

15 Komentar

Filed under Semakin Mendekat

15 responses to “Shalat Hajat

  1. dwiewulan

    sipp… gimana dengan istikharah ya pak… kmrn saya dapet pencerahan kalo shalat istikharah tidak melulu soal pilihan..tp sebenernya mirip dengan shalat hajat juga… soal waktu dan niatannya juga untuk segala hal yang diinginkan… mungkin ada referensi yang lebih lengkap kah?? jzkl…

    • Shalat Hajat dan shalat Istikharah memang sama-sama shalat sunnah. Namun, bila ditinjau dari maksud dan tujuannya, tentu berbeda. Shalat Hajat dilakukan apabila mempunyai hajat tertentu. Rasulullah Saw. bersabda:

      “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada manusia, maka hendaklah berwudhu dan menyempurnakannya kemudian shalat dua rakaat….” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

      “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dengan sempurna, maka ia diberi Allah apa saja yang ia minta, baik segera maupun kemudian.” (HR. Ahmad)

      Sedangkan shalat Istikharah dikerjakan apabila menghadapi suatu permasalahan yang kita masih ragu untuk memilih mana yang terbaik. Hal ini berdasar sebuah hadits sebagai berikut:

      Dari Jabir bin Abdulah bahwa dia berkata, “Rasulullah Saw. mengajari kami shalat Istikharah sebagaimana beliau mengajari kami surat dalam al-Qur’an. Beliau berkata kepada kami, ‘Jika salah seorang kalian gundah dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua rakaat, selain shalat fardhu, dan hendaklah dia berkata (sesudahnya), “Ya Allah, aku meminta petunjuk untuk memilih yang terbaik dengan ilmu-Mu dan aku meminta kekuatan dengan kekuasaan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dengan karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau adalah berkuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui. Dan Engkau adalah yang benar-benar Maha Mengetahui. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini—sambil dia sebutkan urusannya tersebut—adalah baik bagiku untuk agamaku dan kehidupanku serta akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku dan mudahkanlah aku mencapainya serta berkahilah dalam mengarunginya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa ia jelek bagiku—seperti yang pertama—[maksudnya bagi duniaku, agamaku, dan kahiratku], maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya dan takdirkanlah bagiku kebaikan di mana pun aku berada, kemudian buatlah aku ridha denganna.’ Atau dia berkata: baik pada waktu segera atau di kemudian hari.” (HR. Bukhari, Abu Daud, dan Tirmidzi).

  2. masyhury

    Hemm.. terima kasih ingatannya mas, kayaknya saya sudah lama banget gak sholat hajat. Ini bisa menjadi solusi saat kita benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dalam mencapai tujuan..
    terima kasih..

  3. Manfaat dari sholat hajat apa ya Ustad

    • manfaat dari shalat Hajat sudah tentu agar Allah Swt. berkenan mengabulkan hajat (harapan, kebutuhan) kita. Rasulullah Saw. bersabda:

      “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada manusia, maka hendaklah berwudhu dan menyempurnakannya kemudian shalat dua rakaat….” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  4. saya hanya blogwalking>>>
    kalau anda berminat kunjungi blog saya yaa>>>

  5. andi bombang

    Sebentar, Pak Ustadz… ta’mikir dulu. Mau hajat apa saya, ya? Emm, apa ya..? Lah, kok malah jadi bingung. Payah gw, hehe.
    😉

  6. popy oktaria

    kalo shalat hajat dilakukan setelah shalat fardhu gimana? dua rakaat setelah shalat fardhu subuh terus dua rakaat lagi shalat fardhu dzuhur dan seterusnya itu gimana> makasih

    • Shalat Hajat bisa juga dilakukan setelah shalat Fardhu. Namun, hendaknya tidak dilakukan setelah shalat Shubuh, karena setelah shalat Shubuh dilarang untuk shalat sampai terbit matahari. Bila setelah shalat Zhuhur, tidak masalah. Tapi, jangan pula setelah shalat Ashar, karena dilarang shalat sampai terbenam matahari. Nuwun….

  7. rindi

    Saya lagi berantem sangat hemat dengan seseorang yang saya sayangi, apakah dengan shalat hajat kita bisa meminta kepada Sang Khalik, untk merendamkan emosi kmi ber2?agar dia mau memaakan saya, dan kita bisa berdamai lagi??

    • Sahabat Rindi, meminta kepada Allah Ta’ala dapat dilakukan dengan shalat Hajat, termasuk memohon agar kedua hati yang sedang berantem jadi reda. Silakan shalat dengan khusyuk, setelah itu memohon ampun kepada-Nya dengan memperbanyak membaca istighfar (setidaknya 100x), membaca shalawat Nabi, lalu berdoa. Setelah berdoa, kirim dia dengan bacaan al-Faatihah agar Allah memberikan kelembutan hati kepadanya.

      Ohya, bukan ga dibalas, tapi mohon maaf saya baru berkunjung kemari. Nuwun….

  8. rindi

    yah pak ustadz koq pertanyaan saya gak dibalas??

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s