Shalat Taubat

Shalat sunnah taubat adalah shalat yang dilakukan oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah Swt. karena telah melakukan perbuatan dosa. Shalat ini dilakukan sebagai bukti bahwa ia telah bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Swt.

Shalat taubat dikerjakan dengan dua rakaat. Sedangkan waktunya tidak ditentukan apakah harus siang atau malam; pada saat seseorang bertaubat kepada Allah maka segera ia melakukan shalat taubat.

Salah satu dasar dari shalat taubat ini adalah sebuah hadits dari Ali, dari Abu Bakar ash-Shidiq, ia berkata bahwa Rasulullah Saw., “Siapapun dari hamba yang beriman, ia melakukan sebuah dosa, kemudian ia berwhudhu dan ia membaguskan wudhunya kemudian ia shalat dua rakaat, lalu ia meminta ampun kepada Allah, maka Allah akan ampunkan dosanya. Kemudian beliau membacakan ayat, ‘Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.’ [QS. Ali ‘Imran: 135]” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Setelah shalat hendaknya memohon ampun kepada Allah Swt. dengan membaca istighfar sebanyak kesanggupannya. Bacaan istighfar yang pendek adalah sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullâhal ‘azhîm.

Artinya:
“Hamba memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung.”

Bisa juga membaca permohonan ampun dengan kalimat yang agak lengkap sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا وَ لاَ مَوْتًا وَ لاَ حَيَاةً وَ لاَ نُشُوْراً

Astaghfirullâhal ‘azhîm, al-ladzî lâ ilâha illa huwal hayyul qayyûmu wa atûbu ilaîhi taubatan abdin zhâlimin lâ yamliku linafsihi dharran wa lâ naf’an wa lâ mautan wa lâ hayâtan wa lâ nusyûrâ.

Artinya:
“Hamba memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung, hamba mengaku bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan hanya Allah Yang Mahahidup dan Mahamandiri dan hamba bertaubat kepada-Nya, selaku taubat seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat dan manfaat untuk mati, hidup, maupun bangkit nanti.”

Bagus juga setelah shalat taubat membaca doa “sayyidul istighfar” (penghulu istighfar) sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Saw. sebagai berikut:

أَللهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu ‘aûdzu bika min syarri mâ shana’tu abû-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abû-u bi dzanbî faghfir lî fa innahu lâ yaghfirudz-dzunûba illâ anta.

Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan hamba, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Engkau yang telah menciptakan hamba, dan hamba adalah hamba-Mu, hamba dalam ketentuan serta janji-Mu, mengerjakan apa yang hamba mampu. Hamba berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah hamba perbuat, hamba mengakui kepada-Mu terhadap nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba, dan hamba mengakui terhadap dosa hamba, maka ampunilah karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

Berkenaan dengan doa “sayyidul istighfar” di atas, setelah Nabi Saw. mengajarkan doa tersebut, lantas melanjutkan sabdanya sebagai berikut:

“Barang siapa yang membaca doa ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang membaca doa ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari 5831)

Demikianlah. Semoga tulisan tentang shalat taubat ini bermanfaat bagi kita bersama. Semoga kita termasuk orang-orang yang bertaubat dan Allah Swt. mengampuni dosa-dosa kita. Allahumma amin…

Iklan

32 Komentar

Filed under Shalat

32 responses to “Shalat Taubat

  1. subhanlloh….
    smoga Allah menerima taubat kita…aamiin…

  2. Assalamu’alaikum pak Ustadz.
    subhanallah, kebetulan shalat taubat ini juga saya sudah baca dari buku pak ustadz. Malahan pertama kali yang saya baca ya shalat taubat ini pak, hehe,, ya sebagai manusia biasa yg pasti banyak dosa, ingin sekali rasanya menikmati taubatan nasuha. Semoga Allah menerima taubat kita semua ya pak ustadz…

    Oya pak, ada tips ttg blog lagi nih pak kalau mau dicoba, hususnya dalam pengaturan tulisan agar posisi tulisan bisa rata kanan-kiri (justify) seperti pada postingan2 di blog saya.
    Caranya stelah selesai mengetik, masih di halaman postingan, semuanya di blok terus tinggal tekan tombol Alt+shif+J. Smoga bermanfaat.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Alhamdulillah, makasih banyak ya, Mas, semoga buku tersebut bermanfaat bagi kita bersama. Demikian pula dengan bertaubat kepada-Nya. Sungguh, semoga kita mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

      Wah, tips tentang blognya tentu sangat bermanfaat. Sungguh makasih banyak ya, Mas. Semoga berbagi semacam ini menjadikan kita semakin mendapatkan rahmat-Nya. Sekali lagi, makasih banyak ya, Mas.

  3. Alhamdulillah bisa jumpa di dumalana, FB, dan Blog.
    Semoga bisa selalu berbagi dalam kebaikan.
    Salam
    🙂

  4. Salam mas Azzet..!
    Mudah2an pencerahan ini bisa lebih mendekatkan kita pada Sang Khalik..agar selalu ingat bahwa kita tempatnya salah dan dosa dan selalu memohon ampunanNYA…!
    terimakasih sharenya mas Ustadz..!
    __salam hangat___

  5. Sebagai manusia, kita tak luput dari salah dan dosa ya Pak,
    baik sengaja maupun tidak, dan pintu taubat dari Allah selalu terbuka lebar,
    semoga kita termasuk orang-orang yang di terima taubatnya.

    • Benar sekali, pintu taubat dari Allah senantiasa terbuka lebar, selama nafas belum sampai di tenggorokan dicabut oleh Malaikat Izrail dan selama matahari belum terbit dari barat (kiamat). Ya, benar sekali, Mbak, semoga kita termasuk orang yang mendapatkan ampunan dan diterima taubatnya.

  6. fi

    Assalaamu’laykum warohmatullaahi wabarokaatuhu..
    Kalau ga sholat taubat gpp ga akh?
    trus waktu yang pas bgmn ya?

    • Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
      Kalau ga shalat taubat ya tidak apa-apa, sebab ini hukumnya sunnah; cuma ia tidak mendapatkan fadhilah dari shalat taubat sebagaimana yang disebutkan dlm hadits di atas. Lalu, kapan waktunya? Sebaiknya pada saat seseorang menyadari perbuatan dosanya dan ingin bertaubat kepada Allah Swt. maka pada saat itulah shalat taubat dilakukan.

  7. Sya

    Terima kasih untuk ilmunya 🙂

  8. Jadi ingat ibu saya yang mau berangkat haji. Ada yang menyarankan untuk sholat taubat 🙂

  9. alhamdulillah ketemu link yg bahas tentang tobat, ternyta sesuatu yg baik itu slalu d beri jalan ma Allah,
    makasih atas share ilmu ny ust..

  10. Assalamualaikuum,,.
    Adeem rasanya membaca postingan ini,,.
    Makasi ya,..

  11. sayyidahali

    tulisan yang sangat bagus,, mengingatkan saya tentang dosa- dosa diri,, terimaksih akhi,, mudahan Allah menerima taubat kita dan selalu membimbing kita kejalan yang dirahmatiNya..jazaakallah khairan katsiraa..

  12. ustadz bermanfaat nih…

  13. achmad

    Alhamdulillah…..
    sangat berarti ini buat kehidupan kedepanku thanks

  14. apakah solat taubat bisa di lakukan di sing hari ?

  15. Alhamdulillah telah terjawab pertanyaan yang ada di hati ini, kalo sholat taubat bisa di kerjakan waktu kapan saja…….

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s