Menyongsong Masa Depan yang Lebih Membahagiakan

Hal yang paling mendasar dari ajaran untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya adalah membersihkan seseorang dari dosa yang telah diperbuatnya. Dengan demikian, ia akan dekat dengan rahmat Allah. Ini yang paling penting, sekali lagi, dekat dengan rahmat Allah Swt.

Seseorang yang kehidupannya dekat dengan rahmat Allah Swt., sudah barang tentu kebahagiaan akan mengiringinya. Bila menghadapi kesulitan hidup, misalnya, dia akan mampu menghadapinya dengan baik dan akan semakin meningkatkan ketakwaannya. Atau, dengan rahmat Allah Swt. ia terhindarkan dari kesulitan hidup itu. Sungguh, bersama rahmat Allah Swt. menjalani hidup terasa lebih mudah dan membahagiakan.

Maka, hal yang mesti segera dilakukan oleh seseorang yang telah memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya adalah memperbanyak amal shalih. Hal ini dilakukan untuk menebus kesalahan-kesalahan di masa lalu yang sudah telanjur dilakukan. Mengerjakan amal shalih setelah bertaubat juga sebagai bukti bahwa seseorang telah bertaubat dengan sebenar-benarnya.

Allah Swt. berfirman, “Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. al-Furqaan [25]: 71).

Menebus kesalahan di masa lalu dengan banyak melakukan kebaikan juga bisa menghapus perbuatan buruk yang sudah telanjur dilakukan tersebut. Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits Nabi Saw. yang patut kita perhatikan, yakni dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal Ra., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.” (HR. Tirmidzi).

Jika seseorang bertaubat kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka bersegera melakukan banyak kebaikan setelah bertaubat biasanya bukan hal yang memberatkan. Malah, dilakukannya dengan senang hati. Sebab, taubat yang sungguh-sungguh akan membawa dampak semangat untuk menghapus kesalahan di masa lalu. Itulah mengapa kita sering menyaksikan orang-orang yang di masa lalu pernah melakukan dosa besar, setelah bertaubat tampak lebih bersemangat dalam beribadah atau beramal shalih.

Semestinya, orang-orang yang “merasa” di masa lalunya tidak pernah berbuat dosa besar belajar semangat kepada orang-orang yang telah bertaubat. Bukan belajar berbuat dosa besar dahulu kemudian bertaubat agar mempunyai semangat untuk lebih banyak beramal shalih, tetapi belajar bersemangat di dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan banyak beramal shalih. Semestinya, muncul kesadaran di dalam hati kita bahwa seseorang yang telah berbuat dosa besar saja bisa dekat kepada Allah maka kita pun harus bisa demikian. Sehingga, kehidupan kita akan semakin bahagia, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Allaahumma aamiin.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

34 Komentar

Filed under Menuju Cahaya

34 responses to “Menyongsong Masa Depan yang Lebih Membahagiakan

  1. terharu rasanya, saat membaca judul tulisan ini, baru judul sj sudah menyentuh dihati 🙂
    ana ingin memiliki masa depan yang terus dekat kepada Allah, meski kelak suatu saat telah memiliki banyak kesibukan, ana ingin Allah selalu hadir didalam hatiku, menemaniku disetiap detak jantung, disetiap hembus nafasku (waah…syahsuh banget nich 🙂 )

    salam pak 🙂

  2. Anugrha13

    saya sangat setuju dengan statement ini :
    “….Semestinya, orang-orang yang “merasa” di masa lalunya tidak pernah berbuat dosa besar belajar semangat kepada orang-orang yang telah bertaubat. Bukan belajar berbuat dosa besar dahulu kemudian bertaubat agar mempunyai semangat untuk lebih banyak beramal shalih,…”

    karena kebanyakan orang sekarang malah ingin mencontoh yaitu mencontoh dari yg nuruk dulu kmdian bertobat…atau mungkin kasus lain adalah justru menilai ibadah seseorang dan menjudge bahwa ibadahnya tidak akan diterima…

    semoga saya bisa menteladani tulisan ini

    thx bang

  3. nanangrusmana

    assalamuallaikum wr wb….semangat menjadi lebih baik……. 🙂

  4. Masa depan yang menyenangkan dimulai dari sekarang dengan usaha2 yang baik yang akan menghasilkan yang terbaik pula 🙂

  5. “Semestinya, muncul kesadaran di dalam hati kita bahwa seseorang yang telah berbuat dosa besar saja bisa dekat kepada Allah maka kita pun harus bisa demikian.”
    Iyaa, harusnya kita tidak boleh puas dengan kualitas ibadah kita yang sekarang,, jangan merasa karena udah baik terus tidak ada peningkatan..
    Aduuh,, semoga kita semua termasuk golongan orang yang selalu memperbaiki diri..

  6. sebuah penuntunan untuk selalu mawas diri dalam menghadapi masa depan 🙂

  7. fi

    “Seseorang yang kehidupannya dekat dengan rahmat Allah Swt., sudah barang tentu kebahagiaan akan mengiringinya.”
    saya setuju sekali dengan pernyataan ini pak ustadz, semua masalah saya rasanya ringan bila mengingat ALLAH.. spt ALLAH suntikkan langsung, mengingatkan bahwa DIA selalu ada..

    syukron ustadz,.

  8. Yang paling jauh dari jangkauan kita di dunia ini memang masa lalu. 😐

  9. amiin Allahuma amin ya robbal alamiin….

    ya bener sekali kita hamba sbg masterpiece dari Allah sudah seharusnya untuk memohon rahmat dalam situasi apapun, karena rahmat itu datang buat orang2 yg selalu fokus mengharapkan fadhilah dan hidayah dari Allah swt….

    terimakasih tausiyahnya mudah mudahan kita semua dalam naungan rahmat Allah swt…

  10. Dapat pencerahan [lagi] 🙂

  11. irfan handi

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
    Tulisan ini memberi semangat buat saya atas genapnya setahun anak saya. semoga masa depan kami sekeluarga lebih bahagia dunia akhirat.

  12. Berharap untuk masa depan yang lebih baik tentu harus dibarengi dengan usaha atau ikhtiar. Tak lupa berdoa kepada Allah agar ikhtiar yang kita lakukan itu membawa perubahan ke arah yang baik bagi perjalanan hidup kita. Masa depan ada di dalam genggaman tangan kita sendiri, tergantung kita mau mengubahnya ataukah tidak sebagai mana ALLAH memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengubah nasibnya sendiri.

  13. Boleh saya bertanya, adakah orang yang bener2 bertaubat secara penuh di jaman sekarang ini?

    Bertaubat kan menyesali dan tidak mengulangi. Nah, mungkinkah masih ada manusia seperti ini di dunia? 😀

    Salam..

    • Mas Danu Akbar yang baik,
      Insya Allah masih ada Mas, yakni orang yang benar-benar menjaga hidupnya dari perbuatan yang tidak diridhai Allah Swt., menjaga rezekinya (termasuk makannya setiap hari) jangan sampai kemasukan yang tidak halal, menjaga lisannya, menjaga shalatnya, menjaga dzikirnya, juga hatinya.

  14. Astagfirullah…
    Merasa diri ini telah berbuat banyak sekali kesalahan/dosa di masa lalu. 😦

  15. Semoga mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat sahabat aamiin..aamiin

  16. dan untuk menyongsong masa depan yang lebih membahagiakan, maka segera lakukan 3M yaa pak, Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal kecil, Mulailah dari sekarang..

    semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu mendapatkan petunjuk 🙂

    • Nah, sungguh saya sangat sepakat…
      Benar sekali, 3M (Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal kecil, Mulailah dari sekarang)
      Makasih banyak ya…. Semoga Allah Swt. mengabulkan doa kita.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s