[PR] Ketika Sekolah di SD/MI

Saat pulang ke Jombang, libur Idul Fitri 1432 kemarin.

Alhamdulillah…, setelah sahabat-sahabat blogger ramai mengerjakan PR untuk menceritakan masa-masa ketika sekolah di SD, akhirnya saya dapat PR juga dari Ukhti Fi.

Langsung saja saya kerjakan ya, hehe…. Dulu ketika kecil saya sering ikut ibu saya ketika mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ketika usia kelas satu, saya sengaja disekolahkan oleh ibu saya di SDN Banjardowo di Jombang sana. Kenapa tidak disekolahkan di MI Tarbiyatul Huda, Sumberwinong, tempat ibu mengajar? Menurut cerita ibu, hal ini karena saya selalu saja ikut ibu ketika ibu mengajar pindah kelas. Jadi, dalam sehari saya bisa kelas satu, kelas tiga, atau bahkan kelas enam. Tergantung hari itu ibu mengajar di kelas berapa. Hehehe…

Setelah di SD, mau tidak mau, saya harus duduk di kelas satu, karena ibu tidak mengajar di SD. Meski, masuk umur kurang setahun, alhamdulillah dapat peringkat I ketika naik ke ke kelas dua. Demikian pula saat kelas dua, dapat peringkat satu lagi. Namun, sayang, saat kelas dua menginjak kelas tiga di SD, saya sakit tipes. Tidak tanggung-tanggung, saya sakit selama dua bulan.

Setelah sembuh, saya tidak melanjutkan ke kelas tiga di SD tempat saya sekolah. Oleh ibu, saya ditawari untuk sekolah di MI (karena ibu saya yakin kalau saya tidak ikut pindah-pindah kelas lagi ketika ibu mengajar karena saya sudah besar), saya pun langsung mengiyakan karena –di kampung saya– SD sama MI itu lebih favorit sekolah MI.

Di MI, saya tidak bisa melanjutkan kelas tiga, tapi saya harus ikut mengulang lagi kelas dua. Hal ini karena: kalau di SD kelas tiga siswa baru dikenalkan dengan huruf hijaiyah, sedangkan di MI tempat saya sekolah dulu, kelas dua siswa sudah harus bisa membaca huruf Arab Pegon (tulisan Arab tanpa harakat, biasanya bahasa Jawa atau Melayu).

1. Guru Favorit
Bila ditanya siapakah guru favorit, saat di SD dulu saya mempunyai guru favorit, namanya Pak Anas, guru agama. Orangnya baik, kalau bicara lemah lembut, sayang kepada semua murid, dan murah senyum. Bila di MI, tentu guru favorit adalah ibu saya, hehehe….

2. Guru Killer
Waduh, siapa ya? Tapi, kalo menurut teman-teman, beliau bernama Bu Tutik. Duh…, senyumnya mahal deh. Apalagi kalau mendapati ada murid yang tidak mengerjakan PR, biru deh dia punya lengan kena jiwit(cubit)nya. Itu guru ketika di SD. Sedangkan saat di MI, ada yang namanya Pak Syamsul, hmm… dia suka memukul kaki murid dengan penggaris kayu yang panjang. Aduh… aduh…, kaki saya pun pernah kena sabetan penggaris panjang itu gara-gara telat masuk kelas setelah istirahat.

3. Teman Bolos
Aha…, jangan ditanya soal bolos. Gak kepikiran deh, hehe…. ini mungkin karena masih kecil atau lebih karena ibu saya mengajar di MI tempat aku sekolah? Kayaknya lebih karena nggak berani kali ya?! Hehe….

4. Teman Berantem
Wah…, kalau ingat malu nih awak…, waktu itu kelas masih sepi saat ada pelajaran tambahan ketika kelas lima. Tiba-tiba datang teman saya yang bernama Suyanto. Tanpa banyak tanya dia langsung memepet saya untuk diajak berkelahi. Ini karena kemarinnya saat pulang sekolah, aku memang iseng menggoda dia saat dibonceng ayahnya pulang dari sekolah (ayahnya juga guru). Dipepet begitu, tanpa babubi lagi ini tangan langsung war-wer saling pukul di dalam kelas, hehehe….

5. Jajanan Favorit
Soal jajanan favorit, saya masing ingat, namanya krupuk asin. Krupuk ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan dipanasi dengan pasir yang dipanggang. Krupuk asin oleh penjualnya ditusuk dengan bambu kecil melingkar. Setelah kita beli, kita bisa mengguyur krupuk asin tersebut dengan sambal kacang cair. Hmmm…. enak sekali. Bahkan, sekarang pun kalau pulang ke Jombang saya mencari krupuk asin, apalagi yang disiram sambal kacang, hmmm….

6. Sepatu/Tas Favorit
Kalau sepatu favorit, namanya sepatu marmut. Ga tahu istilah itu ada di daerah lain atau tidak. Sepatunya berwarna putih, bertali putih, berkaus kaki pun putih. Sedangkan tas favorit, saya tidak begitu memperhatikan soal ini, yang penting punya tas sekolah saja yang dibelikan oleh bapak saya di Pasar Legi Jombang.

Demikianlah PR yang dapat saya kerjakan terkait dengan dengan cerita saat di SD. Setelah ini, PR saya berikan kepada siapa ya? Setelah jalan-jalan di blog sahabat-sahabat, tampaknya sudah banyak yang mengerjakan PR ini deh. Kalau begitu…, “Anak-anak, hari ini tidak ada PR ya….” Maka, saya teringat saat sekolah SD dulu dan langsung berteriak serempak, “Horeee…..” Demikianlah…, demikianlah, dan terima kasih.

Iklan

24 Komentar

Filed under Penghargaan

24 responses to “[PR] Ketika Sekolah di SD/MI

  1. waah,, ternyata ibunda pak ustadz guru juga ternyata. Lucu pastinya ya waktu itu, Ibu ngajar kelas 6 ikut masuk kelas 6 juga.. heheh

  2. wah sakit dua bulan? pastinya udah ketinggalan banyak pelajaran tuh…

    soal ibunda seorang guru, sehingga anaknya ikut di kelas, saya pun juga begitu.. ibu saya guru di taman kanak2 ABA. Jadi waktu saya balita saya selalu ikutan sekolah dengan ibu saya… 🙂

    btw, bagaimana bikin box link untuk ‘blog sahabat’ itu? makasih…

    • Brarti kita punya kesamaan suka ngikuuuut aja ketika ibu mengajar neh, hehe…. Ohya, soal bikin box link untuk ‘blog sahabat’ itu, dulu saya diajari Mas Mabruri, bila Mbak Anna ingin juga, silakan kirim email ke: amazzet56@yahoo.com ato inbox di FB saya, insya Allah nanti saya kirimkan kopi cara dan bahasa programnya (apa ya istilahnya, saya tidak tahu, hehe…) yang tinggal dicopi paste.

  3. hohoohoho..
    jadi inget temen saya, saat kelas 4 SD, dipukul pakai batang bambun…nangis …

  4. Menyimak cerita SD selalu saja “sesuatu…” 😀

  5. Sama juga ternyata dgn sy Cak, sy juga sekolah di SD tempat ibu sy ngajar. Jd pe de banget mentang2 ibunya ada di sekolah yg sama. Gak ada yg berani macem2…hehehe.
    Bedanya…sy merasakan sekolah TK hanya bbrp hari saja krn kalo ditinggal ibu langsung nangis gak brenti2. Maka langsung pindah ke SD. Sebuah prestasi yg hebat, lulus TK hanya dalam bbrp hari.
    Tengak-tengok blog sy ya, blog Cak Aam sdh sy tambahkan ke link blog sy.
    http://portalbebas.blogspot.com/
    http://seven-skys.blogspot.com/

  6. hehehe…hore ga ada PR [lho :)]

  7. PR baru saja dikerjakan ya pak. Sama dong, saya juga baru selesai mengerjakannya.

  8. Johar Manik

    Itulah… .Untung Ane tidak ada yang ngasih PR, Ane tidak ingat peristiwa dan kejadian semasa SD, SMP dan SMA sampai kelas 2. Ane pernah jatuh dari motor waktu kelas 2 sehabis ulangan catur wulan II, dan ingatan Ane akan masa-masa itu tercampur dengan berbagai hal sehingga tidak bisa membedakan manakah yang kenangan, khayalan, imajinasi, rekaan, kebohongan pada periode masa kecil hingga hari Ane jatuh… .Cuma dari album foto Ane mengetahui apakah sesuatu itu kenyataan dimasa lalu ataukah tidak… .

  9. Wah… sesama anak guru berantem di dalam kelas?*geleng-geleng*
    Ini yang salah guru-nya atau anak-nya? Hayooo… Hehehehe…..

  10. Irfan Handi

    He.he. . . senyum senyum sendiri baca masa SD nya pak Ustadz. saya juga pernah dapat PR ini. Oh Iya, photonya pak Ustadz ganteng banget di postingan terbarunya Om nando. 🙂

  11. Dari SD nya aja udah nyantri pak Ustadz mah 🙂 tadinya saya mau kasih PR SD ini ke pak Ustadz cuman malu takut dianggap kurang sopan, ternyata kena juga yah hehehe. Tambah salut aja saya pak

  12. Arab Pegon itu sama gak dengan Arab gundul? hehehe…. Suamiku menyebutnya begitu.

    • bila dilihatnya dari tanpa harakat, boleh dibilang sama sih, tapi sesungguhnya beda; bila Arab pegon lebih kepada penulisan jawa atau melayu yang ditulis dengan Arab tanpa harakat, sedangkan Arab gundul biasanya bahasa Arab yang ditulis tanpa harakat.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s