Mengembangkan Harta; Melipatgandakan Berkahnya

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah….” (QS. al-Baqarah [2]: 276)

Ada sebagian orang yang tega melakukan riba dengan harapan akan mendapatkan keuntungan. Padahal, yang terjadi sesungguhnya adalah upaya menuju kerugian. Sungguh, Allah Swt. akan memusnahkan riba, dalam arti memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Sebaliknya, apabila ingin agar hartanya berkembang biak semakin banyak atau dilipatgandakan berkahnya, jalan yang paling mudah dan tiada hambatan adalah dengan melakukan sedekah. Sebagai orang yang beriman, tentu kita harus yakin akan hal ini.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

34 Komentar

Filed under Hikmah

34 responses to “Mengembangkan Harta; Melipatgandakan Berkahnya

  1. salam silaturrahim pak..baru mulai aktif lg nih..
    alhamdulillah baru seminggu yg lalu di pengajian bedah buku ttg 22 manfaat sedekah..subhanallah sangat pak.. 🙂

  2. Sungguh ini membuat saya menjadi sadar akan apa yg ada didunia ini 🙂

  3. Irfan Handi

    Semoga kita ikhlas dalam bersedekah pak ustadz, sehingga benar-benar karena Allah. insyaAllah dilipatgandakan. Amin.

  4. izin baca-baca.
    Indahnya bersedeqah.
    salam silaturahmi

  5. bersedekah itu membuat kita kaya, iya kan?

  6. onesetia82

    mantab pk ustadz Blockquote-nya . . . 🙂
    btw emang betul kita harus bisa menyisihkan sebagian harta kita untuk tabungan masa depan . . . 🙂
    terimakasih telah mengingatkan . . .

  7. Ya Allah…
    ampunilah hamba….

    masih bergelimang riba….

    keluarkanlah hamba dari putaran riba….aamiin…

  8. makasih nge post ini ustadz

  9. Asslalamualaikum, Ikut komentar ya, Zaman sekarang yang saya rasakan menjadi abu-abu arti riba, Riba hanya diidentikan dengan lintah darat (mungkin), padahal seperti bunga bank misalnya, itu Riba kan pak Ustadz ? Untung saja masih ada Ulama-ulama seperti Pak Ustadz masih memberi dan membagi ilmunya kepada kami 🙂

  10. assalammualaikum..
    artikel yg bagus pak ustad.
    mau tanya beda hibah dg sedekah.?

    • wa’alaikumusalam wr.wb.
      hibah dan sedekah sama-sama pemberian, cuma bedanya sedekah dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala; hibah hukumnya mubah, sedangkan sedekah sunnah.

  11. thanks sharingnya …merasa diingatkan…:) semoga selalu dijaga dan dijauhkan dari riba…

  12. Evi

    Bersedekah selain membersihkan harta, menabung untuk akhirat, juga membahagiakan orang yang membutuhkan. Kita tak boleh pamrih saat bersedekah, entah minta balasan pahala atau doa, sedekah ya sedekah..Ini adalah sebentuk sumbangan kebaikan pada kehidupan. Jika pernah melakukannya, lupakan…Begitu bukan, Pak Ustad?

    • Jika kita berbuat baik, mari segera kita lupakan. Namun, jika kita telanjur berbuat salah, mari kita ingat selalu agar kita terus-menerus mohon ampun kepada Allah Ta’ala dan berusaha menghapusnya dengan berbuat baik yang lebih banyak lagi. Barangkali demikian ya Bu Evi.

  13. Ely Meyer

    sedekah kalau bisa tanpa pamrih, dan kalau bisa juga nggak ada orang lain yg tahu 🙂

  14. jmari bersedekah..
    🙂
    salam kenal gan…

  15. Kelak semua harta yang kita miliki akan kita tinggalkan, kecuali harta yang kita sedekahkan. 🙂

  16. sekarang banyak orang yg tidak amanah dengan harta yg dimilikinya 😦

  17. oma

    Mas Ustad, saya mau tanya, akhir-akhir ini sedang gencar propaganda sedekah untuk kekayaan, sedekah untuk blablabla. Yah, pokonya agak berbau duniawi dan mengharapkan balasan atas sedekah tersebut. Misalnya, saya sedekah setengah harta saya dengan harapan salah satu keinginan saya terkabul. Nah, apakah hal itu diperbolehkan? Bukankah pada akhirnya timbul rasa tidak ikhlas dan mengharap sesuatu? Apakah sebenarnya harta yang dikembalikan oleh Allah tersebut (setelah kita sedekah) mempunyai nilai keberkahan? Atau sebenarnya hanya batu penguji untuk manusia?

    • Mbak Oma yang baik, memberikan sesuatu kepada orang lain, termasuk sedekah, memang akan diberi ganti oleh Allah Ta’ala dengan ganti yg lebih baik dan bahkan berlipat dalam kehidupan di dunia ini. Dalam masalah ini tidak ada urusannya dg ikhlas atau tidak ikhlas; bahkan orang yang tidak beriman pun, jika ia suka memberi kepada orang lain, maka kehidupannya bukan bertambah miskin, tapi semakin kaya. Mengenai hal ini sudah banyak buktinya. Namun, bila seseorang juga menginginkan balasan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat, tentu ia harus ikhlas karena Allah Ta’ala. Di samping itu, dengan ikhlas, insya Allah harta atau kehidupannya akan mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s