Guru yang Memahami Kebutuhan Anak Didik

Guru yang dicintai oleh murid-muridnya adalah yang bisa memahami kebutuhan anak didiknya dengan baik. Guru yang demikian biasanya senantiasa mengedepankan dialog atau keterbukaan. Dalam hal ini, ia berusaha untuk bisa mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya berikut alasan atau sebab-sebabnya. Dengan demikian, ia bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan anak didiknya.

Sebaliknya, guru yang tidak bisa memahami kebutuhan anak didiknya biasanya bersikap kaku dan tak mengenal kompromi. Ia merasa sebagai orang paling dewasa dari seluruh anak didiknya dan oleh karenanya harus selalu diikuti keinginan, pendapat, dan perintahnya. Guru yang semacam ini akan cenderung menjadi otoriter dan sudah barang tentu tidak disenangi oleh anak didiknya. Sebab, sudah menjadi sifat dasar setiap manusia akan merasa senang jika didengar dan dipahami kebutuhannya.

Dalam proses belajar mengajar memang sudah ada kurikulum yang menjadi panduan seorang guru dalam memberikan materi. Mengenai kurikulum dan materi pelajaran ini memang sudah seharusnya menjadi panduan yang mesti diikuti. Akan tetapi, dalam pelaksanaan yang berkaitan dengan komunikasi dan cara seorang guru menyampaikan materi pelajaran sangat dibutuhkan kemampuannya memahami anak didik secara langsung. Di sinilah dibutuhkan seorang guru yang mempunyai perhatian kepada anak didiknya bahwa mereka juga anak manusia yang mempunyai perasaan yang butuh dipahami. Bila hal ini dilakukan dengan baik, maka seorang guru akan dicintai oleh murid-muridnya.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

24 Komentar

Filed under Pendidikan

24 responses to “Guru yang Memahami Kebutuhan Anak Didik

  1. luar biasanya jika semua sosok guru di negeri ini bisa memahami kebutuhan anak didiknya, dan bukannya mendahulukan kepentingan pribadinya ya:)

  2. memanggil nama
    siswa tanpa melihat daftar nama siswa adalah awal membuka komunikasi

    • Yup, setuju banget. Apalagi seorang guru yang tidak mau menghafal nama anak didiknya dan kalau memanggil dengan sapaan, “Hai, sini.., siapa kamu?” Begitu terus sering diulang. Bila sudah begini, jangan harap seorang guru bisa dekat dengan para muridnya.

  3. semoga pendidikan di negeri ini makin cerah baik bagi anak didik terlebih juga bagi pendidik.
    dimana anak didik adalah sebenarnya masa depan bangsa dan negara ini
    salam

  4. Ping-balik: SiDara Lesehan Maharani

  5. Tugas berat seorang guru titad hanya menyampaikan materi pelajaran akan tetapi juga bagaimana seorang guru mampu memberi perhatian dan mampu berkomunikasi dengan anak didiknya

    • Betul sekali, Pak, sangat setuju. Sebab, bila hanya menyampaikan materi, maka anak-anak yang sudah bisa membacanya pun bisa belajar sendiri. Maka, seorang guru dibutuhkan bisa menyampaikan materi dengan lebih baik dan pendampingan yang penuh perhatian.

  6. Terima kasih pak ustadz, saya sbagai salah satu tenaga pendidik menambah pengetahuan dng tulisan BapakšŸ™‚

  7. yups benar sekali pak ustadz … dengan tahu kebutuhan anak didik, apa yang kita berikan akan tepat sasaran dan menjadi lebih efektif… tidak ada lagi istilah salah didikšŸ˜›

  8. Pribadi anak-anak memang memerlukan pendekatan yang unik dan kreatifitas untuk mengarahkannya.

  9. ini juga sangat bermanfaat buat saya sebagai seorang ibu..

    terimakasih pa.
    jazakallahu khairan katsiraa..

  10. sekolah saya kebalik malah pak.. anak didiknya yang harus memahami guru u.u

  11. Ping-balik: SiDara Lesehan Maharani | Langkah Baruku

  12. Ping-balik: Lesehan Maharani, Yogyakarta | Langkah Baruku

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s