Memahami Arti Shalat

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. al-Hajj [22]: 77)

Rasulullah Saw. bersabda:

اَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَ هُوَ سَاجِدٌ

“Saat terdekat bagi seorang hamba kepada Rabbnya adalah pada saat ia bersujud.” (HR. Muslim)

Secara bahasa, shalat berasal dari bahasa Arab, yang artinya “doa”. Doa yang dimaksudkan di sini adalah doa dalam hal kebaikan. Dari arti secara bahasa ini dapat dipahami bahwa bacaan-bacaan di dalam ibadah shalat itu merupakan rangkaian doa seorang Muslim kepada Allah Swt.

Sedangkan pengertian menurut syariat Islam, shalat adalah ibadah kepada Allah Swt. yang berupa perkataan dan perbuatan dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Berdasarkan pengertian shalat menurut syariat sebagaimana tersebut, seseorang yang mendirikan shalat harus tunduk kepada syarat dan rukun yang telah ditentukan. Di sinilah sesungguhnya penting bagi kaum Muslim untuk memerhatikan masalah ini dengan baik agar shalat yang dilakukannya sah menurut hukum syariat Islam.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

14 Komentar

Filed under Ibadah

14 responses to “Memahami Arti Shalat

  1. Banyak hal yang luput dari perhatian kita karena terlalu menjadi kebiasaan ya, Pak. Misalnya rukun pertama, niat, yang ternyata bukan hanya diucapkan di bibir saja, namun harus diresapi dengan benar…

  2. Jadi ingat kata temenku pak ustadz, “ga usah berdoa panjang lebar seusai sholat, kalo sholatnya sendiri ga betul” heuheuheu…

  3. huweee. Maturnuwun Pak Akhmad sudah diingatkeun

  4. Ya, shalat merupakan tiang agama dan itu pondasi dasar kedua dalam Islam, maka kita memang harus “mendirikan” shalat.

  5. Ingatlah, hanya dengan mengingatNya hati menjadi tenang.

  6. Sy mau menambahkan, menurut pemahaman “KAMI”, shalat itu adalah sarana untuk mendekatkan diri dengan sang Pencipta. Ada perbedaan terhadap Mendirkan & Mengerjakan. Sebagian org terlalu fokus akan mengerjakan saja, sampai lupa akan mendirikan Shalat, Tidak tahu mengapa harus diucapkan Takbir diawal.
    Menurut Kami ada banyak kesalahan yang dilakukan pada “shalat” (bukan mengerjakan shalat). Kalau mengerjakan shalat sy rasa anak kecil pun tahu akan cara mengerjakannya.
    Menurut KAMI shalat itu memiliki 3 rangkaian :
    1. Mendirikan Shalat (sifatnya Batiniah)
    2. Mengingat sang pencipta (sifatnya batiniah)
    3. Mengerjakan shalat (sifatnya lahiriah, sesuai yg di contohkan rasul).
    Nah pertanyaannya, sudahkah kita Mendirikan Shalat? Sudah. Pertanyaan berikutnya, sudahkah anda mengingat pada sang Pencipta hingga anda mengangkat Takbir??? Kalau iya, apa landasan kita bahwa kita betul-betul sudah mengingat kepadanya??? Apakah rasa ketakutan yg kita bayangkan? Apakah rasa syukur karena telah memiliki keluarga yg baik! Atau membayangkan suatu sosok? Sungguh sangat lah berdosa kita ini kalau dari 2 point saja kita sudah salah lalu kita melompat ke point ke 3 (mengerjakan Shalat).
    Menurut KAMI :
    Dalam surah At Tiin ayat 3 terimplisit beberapa potensi dasar yg di berikan Allah kePada Manusia, sehingga manusia itu dikatakan Makhluk yg paling mulia & yg paling sempurna. Kemuliaannya karena adanya ingata, hati & perasaan dan dikatakan sempurna karena adanya akal & pikiran. Inilah potensi yg harus digunakan pada saat MENDIRIKAN SHALAT & MENGINGAT ke pada ALLAH dengan berpedoman kepada hadist nabi, “Luruskan & Rapatkan Saff agar Shalat itu sempurna.
    Hadist tersebut bermakna Ganda :
    Makna lahiriahnya : barisan Makmum pd shalat berjamaah. Sedangkan,
    Makna Batiniahnya : ketika Ingatan, Hati & Perasaan menyatu dalam satu kesatuan yg utuh dan berjamaah dan merapatkan Saf secara batiniah, adalah pada saat bertemunya ingatan ke tumpuan ingatan sembari mengucapkan kalimat Takbir Allahu Akbar (mengapa Allahu Akbar?) Karena makhluk ciptaan Allah yg paling mulia dan sempurna ialah kita semua. Sungguh Allah Maha Besar karena ia menciptakan sesuatu yg ada dalam diri Kita.. (Semua potensi dasar yg tadi sy sebutkan + 7 panca indera + Jiwa + Ar Ruh + jasad) sesuai dengan hadist : Pikirkan Ciptaan_Nya dan jangan pikirkan Penciptanya, karena pencipta tidak di jangkau akal pikiran & tidak bisa di Akal-akali.
    Dan jangan_Lah hanya dengan kita menyebut (lisan) nama Allah maka itu disukai Allah… Jangan sampai selama ini hanya nama & kalimat yg kita ucapkan, bahkan nyaris kita pertuhankan, sementara di sisi lain kita lalai untuk mengingat_Nya (secara batiniah). Mustahil ada nama kalau tidak ada sang Pemilik Nama.
    Surah al Haj ayat 11 : Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Allah atas nama_Nya (hurufnya) itulah KERUGIAN yang NYATA.

    • Terima kasih banyak Saudaraku atas tambahannya yang penting tersebut. Shalat sebagaimana yang saya tulis tersebut adalah pengertiannya secara syariat. Lebih dari itu, tentu memahami shalat secara hakikat adalah penting sekali. Sekali lagi, terima kasih banyak nggih.

  7. Mau tanya Pak Ustadz. Apakah Umat Nabi terdahulu dari Nabi Adam sampai Nabi Isya sudah di wajibkan ibadah seperti sholat atau ibadah-ibadah yang lainnya? dan bagamana prakteknya Ibadahnya? mohon penjelasannya, terima kasih sebelumnya.

    • Umat terdahulu sebelum Nabi Muhammad Saw. juga mempunyai kewajiban beribadah. Misalnya, dalam surat Maryam ayat 31, Nabi Isa As. diperintahkan untuk shalat dan zakat. Atau, Nabi Sulaiman As. diperintahkan untuk menunaikan shalat Ashar. Bila kita menilik al-Baqarah ayat 183, jelas difirmankan bahwa umat-umat terdahulu juga diwajibkan berpuasa. Bagaimana praktik ibadahnya? Secara rinci tentu berbeda dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana shalat, misalnya, ditunaikan sehari lima kali hanya diperintahkan kepada beliau Saw. dan umatnya pada saat mi’raj Nabi Muhammad Saw. Demikian, wallahu a’lam.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s