Keyakinan: Modal Penting Meraih Keberhasilan

Keyakinan kuat, ibadah pun giat, foto Akhmad Muhaimin AzzetBetapa penting keberadaan keyakinan dalam kehidupan kita. Sebagaimana Rasulullah Saw. pun bersabda sebagai berikut:

“Kesabaran adalah separuh dari keimanan, sedangkan keyakinan adalah keimanan seluruhnya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi).

Berdasarkan hadits tersebut, kita semakin mengetahui bahwa hal yang paling utama dari sebuah keimanan adalah keyakinan. Ya, keyakinan yang kuat. Sebuah keyakinan yang membuat seseorang bergerak secara dinamis. Sebuah keyakinan yang bisa membuat dada orang beriman bergelora dalam semangat untuk melakukan yang terbaik terhadap hal yang telah diyakini. Yakni, berusaha menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi yang dilarang-Nya. Sungguh, itu semua dilakukan sepenuh cinta sebagai perwujudan dari keimanan seseorang.

Di samping itu, keyakinan adalah sesuatu yang total, tidak setengah-setengah, meskipun pada sesuatu yang kita anggap kecil, remeh, atau tidak penting. Dalam hal ini, marilah bersama-sama kita renungkan kebenaran firman Allah Swt. dalam al-Qur’an al-Karim berikut:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. al-Baqarah [2]: 26).

Allah Swt. adalah Tuhan Yang Agung, maka perumpamaan yang dibuat Allah dalam firman-Nya sudah seharusnya sesuatu yang besar, megah, dan luar biasa, karena Dia adalah Tuhan, Dzat Yang Maha Pencipta, bahkan menciptakan seluruh alam raya ini. Demikian barangkali yang ada dalam benak orang-orang Islam, atau orang-orang yang sedang menerima dakwah dari Nabi Muhammad Saw. ketika itu.

Maka, ketika turun ayat 73 dari surat al-Hajj [22] yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang mereka sembah (berhala-berhala) itu tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya; maka muncul keraguan di dalam hati orang-orang yang lemah imannya menghadapi ayat tersebut, apalagi bagi orang-orang yang memang sudah ingkar terhadap ajaran Islam.

Demikian pula ketika turun ayat 41 dari surat al-‘Ankabuut [29] yang di dalamnya Allah membuat perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Artinya, kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama lemahnya dengan sarang laba-laba.

Menghadapi perumpamaan yang dibuat oleh Allah Swt. yang tampaknya kecil, sepele, atau remeh tersebut, orang-orang yang tidak beriman, orang-orang yang di dalam hatinya tidak ada keyakinan, mereka semakin ingkar kepada Allah Swt. Berbeda dengan orang-orang yang beriman, apa pun bunyi firman Allah yang disampaikan oleh rasul yang mulia Muhammad Saw., mereka menerimanya sepenuh keyakinan, dan justru semakin menambah keimanannya kepada Allah Swt.

Demikian pula dengan keyakinan yang harus kita genggam dalam menghadapi apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Menghadapi hal yang kecil atau yang besar, keyakinan adalah modal dasar yang tidak boleh diabaikan. Tanpa keyakinan, alamat kegagalan sudah ada di depan mata. Misalnya, ketika seseorang mendapat panggilan wawancara setelah ia melamar sebuah pekerjaan. Bila ia telah disergap rasa keraguan sebelum memasuki ruang wawancara, hampir bisa dipastikan jawaban yang ia berikan pada saat wawancara akan jauh dari kemantapan.

Berbeda dengan orang yang mempunyai keyakinan; yakin bahwa Allah pasti memberikan pertolongan, yakin bahwa ia akan bisa menjawab seluruh pertanyaan dengan baik, yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Orang yang demikian, dari cara ia melangkah, dari cara ia menjawab pertanyaan, tentu akan sangat jauh berbeda dengan orang yang tidak mempunyai keyakinan. Ada energi yang luar biasa dari dalam dirinya. Dan, inilah awal dari sebuah keberhasilan.

Demikianlah. Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

14 Komentar

Filed under Hikmah

14 responses to “Keyakinan: Modal Penting Meraih Keberhasilan

  1. andai yisha bisa yakin…………

  2. Ely Meyer

    Keyakinan memang penting sekali ya pak, susah kalau ndak ada buat melangkah krn dipenuhi kebimbangan

  3. Evi

    Keyakinan adalah kekuatan yang ditopang oleh energi batin, alam semesta dan Allah Subhanawu wa ta’ala. Nah ketika dia mengokoh kan diri dalam jiwa kita, Insya Allah semua sangkaan kita terhadap segala sesuatu di aminkan oleh Allah yg Pak Zet..

  4. sy melihat kesabaran yg semakin terkikis ya….kesabaran spt barang langka.

  5. Setiap hambatan tidak akan berarti besar bila kita punya keyakinan yang kuat bahwa Allah pasti akan selalu memberikan jalan… 🙂

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Alhamdulillah, hadir kemari telah menerima tazkirah yang baik untuk dijadikan sumber inspirasi bagi melakukan setiap kerjaan dengan tulus ikhlas, niat yang baik dan penuh keyakinan agar apa yang dilakukan mencapai keberhasilannya.

    Benar, keraguan terhadap apa sahaja tanda-tanda kebesara Allah akan menjadi kita jauh dari rahmat-NYA. Jangan sekali berputus asa dalam menerima ujian Allah. Terkadang kita tidak merasa beruntung diuji Allah sedangkan mereka yang diuji itu sebenarnya mendapat perhatian Allah untuk mendekatkan dirinya kepada Allah.

    Tidak yakin selalu membawa kepada jalan kegagalan. Semoga mas Amazzet dan keluarga di sana selalu mendapat barakah dan rahmat Allah SWT. Aamiin.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Alhamdulillaah…, terima kasih banyak ya, Mbak Fatimah, telah singgah ke blog sederhana ini. Semoga silaturahim ini semakin menguatkan keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh, inilah modal penting bagi kebahagiaan hidup kita, baik di dunia maupun akhirat.

      Salam hormat juga dari Jogja, Indonesia, ya, Mbak 🙂

  7. Inilah pentingnya pondasi dalam diri kita untuk dekat dengan-NYA, sehingga keyakinan kepada sang Pencipta pun akan semakin kuat, niat, do’a, dan usaha adalah bagian untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan itu sendiri 🙂

    • Benar sekali, Mas Aulia. Sungguh, makasih banyak atas tambahannya tersebut. Betapa keyakinan yang kuat kepada Allah Ta’ala itu adalah modal penting bagi kita untuk sukses dalam kehidupan kita di dunia ini, juga di akhirat kelak 🙂

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s