Yakin Doa Kita Dikabulkan

Berdoa di Masjid Alun-Alun Jombang, foto Akhmad Muhaimin AzzetHal yang paling penting di dalam berdoa adalah keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt. Keyakinan ini harus ada sehingga akan menumbuhkan harapan yang besar akan dikabulkannya doa kita. Di samping itu, keyakinan itu juga akan menumbuhkan kekuatan tersendiri bagi orang yang berdoa.

Allah Swt. berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah [2]: 186)

Dalam firman Allah Swt. tersebut jelas sekali disampaikan bahwa “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” Maka, dalam rangka meneguhkan keyakinan itu, perlu sekali bagi kita untuk mengerjakan apa yang telah Allah Swt. firmankan dalam ayat tersebut, yakni memenuhi perintah-Nya, beriman, dan berada dalam kebenaran.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hamba-Nya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa.” (HR. Hakim)

Hadits yang diriwayatkan oleh Hakim sebagaimana tersebut, sungguh meneguhkan hati kita bahwa doa kita pasti dikabulkan oleh Allah Swt. Betapa Allah malu bila ada hamba-Nya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa.

Namun, kadang kala hati seseorang goyah ketika doa yang ia panjatkan dirasakannya tak kunjung terjawab. Menghadapi persoalan ini, marilah kita renungkan apa yang telah disabdakan oleh Nabi kita Muhammad Saw. sebagai berikut:

“Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR. Thabrani).

Inilah yang harus dipahami oleh orang-orang yang beriman. Betapa Allah Swt. Maha Mengetahui hal yang terbaik bagi setiap hamba-Nya. Sesungguhnya, kebaikan yang kita inginkan adalah kebaikan dunia dan akhirat. Betapa beruntungnya kita apabila kita juga dihindarkan dari musibah oleh Allah Swt.

Oleh karena itu, jangan pernah ada keraguan di dalam berdoa. Hendaknya kita memohon kepada Allah Swt. dengan kesungguhan hati.

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila kamu berdoa, janganlah berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki, dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.’ Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendaki-Nya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa jelas dan lugas Nabi Muhammad Saw. mengajarkan kepada kita bagaimana sebaiknya dalam berdoa. Bermohonlah dengan kesungguhan hati kepada-Nya. Berdoalah dengan sepenuh keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt. Mengenai hal ini, Rasulullah Saw. juga bersabda:

“Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa doamu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan lengah.” (HR. Ahmad)

Demikianlah tulisan sederhana ini dibuat dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

27 Komentar

Filed under Ibadah

27 responses to “Yakin Doa Kita Dikabulkan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Berdoalah dengan setulus hati dan yakin bahawa Allah SWT mendengar dan menerima doa kita. Jangan pernah berburuk sangka dengan Alah SWT kerana janji Allah itu adalah benar. Jangan lupa untuk menunaikan solat tahajjud kerana di sepertiga malam (sisa malam),

    Allah SWT turun ke langit dunia untuk mencari hamba-NYa yang berdoa untuk dimakbulkan doanya. mencarai hamba-NYA yang memohon dan meminta kepadanya untuk diperkenankan segala permintaannya. Tetapi hanya sedikit sahaja mereka yang melakukan solat tersebut. Aalngkah ruginya.

    Terima kasih mas untuk tulisan yang mencerahkan ini. Semoga diredhai Allah SWT atas kongsian yang bermanfaat.

    Salam hormat takzim dari Sarieki, Sarawak. 😀

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Sebuah nasihat yang penting sekali itu, Mbak. Sungguh terima kasih banyak ya. Semoga diri ini bisa semakin mendekatkan diri kepada-Nya, yang salah satu caranya dengan shalat tahajjud di sepertiga malam yang terakhir. Dengan demikian, semoga doa-doa hamba dikabulkan oleh Allah Swt.

      Sekali lagi, makasih banyak ya, Mbak, juga atas kunjungannya.
      Salam hormat dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

  2. Iya nih om, saya juga selalu berharap biar do’a saya dikabulkan Allah. Tapi seandainya belum ada jawabannya ya saya batin aja “Mungkin Allah punya maksud lain”
    hehehe enteng deh 😀
    no more negative thinking …

  3. terimakasih sudah diingatkan Pak… jujur, salah satu “penyakit” yang sering saya rasakan adalah rasa ragu atau pesimis dalam berdoa… semoga saya bisa lebih khusnudzan dan lebih yakin kalo Allah senantiasa mendengar doa kita..

  4. Terima kasih ustadz, saya harus yakin bahwa Allah itu Maha Pengabul Doa. Yakin doa kita dikabulkan 🙂

  5. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Begitu kan?

  6. Saya sedikit bermasalaah dengan doa ust. Saya tidak terbiasa memanjatkan doa dengan terlalu panjang dan bertele-tele. Apa lagi harus berbahasa arab. Saya biasanya berdoa setelah sholat hanya robighfirli wa liwalidayya … lalu allahumma arinal haqqo haqqo … selanjutnya jika saya memiliki hajat, saya hanya berdoa dalam hati mengharapkan Allah mengabulkannya. Dan bagi saya tindakan merupakan sebuah doa yang nyata. bgaimana menurut ustadz?

    • Apa yang dilakukan Mas Fahrizal itu menurut saya sudah baik. memilih berdoa yang tertentu saja yang dirasa dibutuhkan dan nanti ditambah penyampaian hajat dengan bahasa kita sendiri. Menurut saya itu bukan hal yang bermasalah. Hanya saja, di samping menyampaikan hajat kita, berdoa juga merupakan perintah Allah Swt. sehingga melakukannya merupakan ibadah tersendiri. Maka, menambahkan doa kita dengan doa-doa yang diajarkan Nabi Saw. juga penting menurut saya. Karena ini bagian dari mengikuti sunnah beliau Saw. dan sebagai ibadah. Demikian wallahu a’lam.

  7. belalang cerewet

    Pas berdoa sih manteb, lalou setelah itu seolah gamang tentang terkabulnya doa yang kita panjatkan. Sungguh saya harus melatih diri agar terbiasa yakin sepenuhnya akan pengabulan doa oleh Allah. Matursuwun atas motivasinya, Mas. 🙂

  8. Mardiana Umari

    Jazakallah khair.. tulisannya penuh manfaat sekali 🙂
    beruntungnya kita menjadi bagian dari muslim/muslimah saat berdoa saja (meminta pada Allah) bisa menjadi satu hal yang membuat kita mendapatkan pahala 🙂 masya Allah 🙂

  9. Terima kasih banyak ustadz atas pencerahannya, saya juga meyakini bahwa Allah tak akan menolak doa kita, kalau tidak ditunda ya berarti dirubah dalam bentuk kenikmatan lain (ini saya pake bahasa saya sendiri)

  10. Niez

    Assalamu’alaikum..
    Maturnuwun Pak pencerahannya. Ndilalah sm dg yg saya hadapi skrg,sdg teruus belajar yakin akan dikabulkannya doa2 qt, terlebih saat saya sdg mnghadapi ujian berat spt saat ini. Sy tuh klo dinasihati ama sesama org nJombang ko ya rasanya mantep marem, gt Pak, hehe..Oya Pak, kl boleh sy brtanya, sy kdg msh bingung dg pemahaman kt pasrah/tawakkal. Dalam kepsrahan, apkh disitu qt tdk boleh brharap (alias pasrah sj dg yg diberikan Allah, dikabulkan atu tidaknya doa qt?), ataukah dalam kepsrahan, qt msh harus terus brdoa?memohon apa yg qt inginkan? sy rancu ni Pak, mohon pencerahannya. Prtanyaan lain, ujian berat yg sy alami saat ini sudah setahun brjalan dan blm tau akan bgmn akhirnya nnt, jd sy pun msh teruus berdoa. Jujur, kdg dlm brdoa, smangat sy jg nae turun, tp Alhamdulillah saat ini sy sdg smangat2nya berdoa, makin hari bertambah yakin bhw doa2 sy akan dikabulkan, apakah itu bs disebut salah satu prtanda baik dr Allah utk saya?aatau apakah sy egois dan sombong dg keyakinan tsb??
    Maaf Pak, prtanyaan sy panjang, mohon penjelasannya. Trimakasih bny sblmnya 🙂

    Wassalam

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Alhamdulillaah…, ceritane ini podo wong nJombange ta, Rek, hehe… 🙂

      Tawakkal menurut Imam al-Ghazali ialah menyandarkan kepada Allah Swt. saat menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa musibah disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram. Tawakkal dalam pemahaman ulama pada umumnya adalah berpasrah diri kepada Allah Swt. kala berikhitiar atau seusainya. Apakah masih perlu berdoa? Jangankan berdoa, orang yang bertawakkal pun tak boleh lepas diri dari berusaha.

      Mengenai pertanyaan kedua, saya teringat apa yang telah dipesankan oleh Syaikh Ibn Athaillah as-Sakandari, “Saat Allah menggerakkan lisanmu untuk meminta (berdoa), ketahuilah bahwa Dia hendak memberimu.” Maka, mari kita terus beribadah dan memohon hanya kepada-Nya.

  11. Niez

    alhamdulillah..
    Maturnuwun, Pak.. Insya Allah kemantapan ini smoga tdk pernah lepas dr hati sy, smoga sy bs istiqamah, Amin..

  12. Nazerk chili

    allahuakbar…allahuakbar…allahuakbar…lindungilah kami dari godaan setan yg terkutuk, tiada tempat kami bermohon selain kepadaMu ya Allah, engkaulah pemilik hidup ini ,engkaulah pencipta alam semesta ,engkaulah yang maha mengetahui, sesungguhnya kami bermohon dalam hal kebaikan , kabulkanlah doa kami amiin…

  13. Semoga doaku lekas terkabul… aminnn

  14. Ping-balik: Ketika Ayam Melihat Malaikat – Andi Saddam Husein

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s