Cara Berwudhu

cara berwudhu, akhmad muhaimin azzet, amazzet

Cara atau urut-urutan dalam berwudhu (foto: @muhaiminazzet)

Setelah kita mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan fardhu wudhu, sunnah di dalam wudhu, maupun beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu (di postingan sebelumnya), berikut adalah cara atau urut-urutan di dalam berwudhu:

1. Membaca basmalah (bismillâhir-rahmânir-rahîm) sambil membasuh kedua telapak tangan sampai bersih atau sebanyak tiga kali.  (Gambar 1)

2. Berkumur-kumur sebanyak tiga kali sambil membersihkan gigi.  (Gambar 2)

3. Memasukkan air ke lubang hidung sebanyak tiga kali dan membersihkannya.  (Gambar 3)

4. Membasuh muka atau wajah sebanyak tiga kali sambil berniat wudhu (Gambar 4). Berikut adalah niat dalam berwudhu:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu-a liraf’il hadatsil ashghari fardhal lillâhi ta’âlâ.

Artinya:
“Aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

5. Membasuh kedua tangan hingga siku-siku sebanyak tiga kali. (Gambar 5)

6. Mengusap sebagian dari kepala sebanyak tiga kali atau secara keseluruhan. (Gambar 6)

7. Mengusap telinga kanan dan kiri sebanyak tiga kali, baik bagian luar maupun bagian dalamnya. (Gambar 7)

8. Membasuh telapak kaki kanan dan kiri sampai dengan mata kaki sebanyak tiga kali. (Gambar 8)

Hal yang Penting untuk Diperhatikan

Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam berwudhu, sebagai berikut:

  1. Di dalam berwudhu ada istilah membasuh dan mengusap, hal ini memang berbeda. Membasuh adalah menuangkan air hingga mengalir atau mencucinya, sedangkan mengusap adalah tidak sampai mengalir atau membasahinya.
  2. Percikan atau air bekas untuk membasuh yang wajib hukumnya mustakmal.
  3. Hendaknya teliti dalam membasuh sudut-sudut tertentu, misalnya bagian sudut kelopak mata, siku-siku, sela-sela jari, atau bahkan bagian di bawah kuku.
  4. Hendaknya menghilangkan benda-benda yang menempel, misalnya bekas cat, sehingga tidak menghalangi terkenanya air ke anggota wudhu.

Doa Setelah Berwudhu

Setelah mengerjakan wudhu secara tertib atau mengikuti urutan dan tidak berbalik-balik, selanjutnya disunnahkan untuk membaca doa sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. أَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنْ عِباَدِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasûluh. Allâhummaj’alnî minat tawwâbîna waj’alnî minal mutathahhirîna waj’alnî min ‘ibâdikash shâlihîn.

Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci, serta jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Membaca doa setelah wudhu ini sebaiknya dilakukan dengan berdiri, mengangkat kedua tangan, dan menghadap kiblat.

Demikian tulisan tentang bersuci dari hadas kecil, terutama dengan cara berwudhu, ini semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

24 Komentar

Filed under Ibadah

24 responses to “Cara Berwudhu

  1. Maturnuwun sanget Pak. Jadi lebih paham saya. Beneran gak ngeh mana yang mengusap mana yang membasuh sebelumnya. Hanya mengikuti yabg diajarkan guru ngaji dulu. Alhamdulillaah sudah seperti penjelasan njenengan Pak..

  2. Alhamdulillah, tinggal tunggu pideonya saja ini. 🙂

  3. Walaupun wudhu ini soal mendasar, setidaknya mengingatkan kembali sesama sungguh bernilai ustadz. Terima kasih sudah berbagi 🙂

  4. Jikalau dalem tidak salah, ada doa untuk tiap gerakan [bukan hanya doa niat berwudhu dan doa sesudah berwudhu], misal ketika membasuh muka ada doanya, tangan ada doanya dan yang lain-lain.
    Jika memang ada, bolehkah dalem meminta ajar kepada njenengan Bapak Ustad? -maaf merepotkan- matur nuwun nggih…

    • Mbak Asmie yang baik, doa khusus dalam gerakan wudhu memang ada, namun di antara ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Ada yang mengatakan tidak ada riwayat yang shahih mengenainya. Ada yang mengatakan tidak apa-apa diamalkan dan membacanya cukup di batin saja. Berikut doanya:

      Saat membasuh dua telapak tangan:
      اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا
      Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.”

      Saat berkumur:
      اَللَّهُمَّ اَسْـقِـنِى مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لاَ أَظْمَأُ بَعْدَهاَ أَبَدًا
      Artinya: “Ya Allah, curahkan segelas air dari telaga Nabi-Mu Muhammad Saw. yang tidak akan kehausan setelah itu selama-lamanya.”

      Saat memasukkan air ke hidung:
      اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنِى رَائِحَةَ جَـنَّتِكَ
      Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan aku mencium harumnya surga-Mu.”

      Saat membasuh muka:
      اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
      Artinya: “Ya Allah, beri cahaya di wajahku pada hari bercahaya.”

      Saat membasuh tangan kanan:
      اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا
      Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.”

      Saat membasuh tangan kiri:
      اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
      Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.”

      Saat mengusap kepala:
      اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ مِنَ النَّارِ وَاَظِلَّنِي تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلُّكَ
      Artinya: “Ya Allah, haramkan rambutku dan kulitku dari neraka dan lindungilah aku dari Arsy-Mu pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Mu.”

      Saat mengusap kedua telinga:
      اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
      Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik.”

      Saat membasuh kedua telapak kaki:
      اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ
      Artinya: “Ya Allah, mantapkan kedua kakiku di atas titian (shirathal mustaqim) pada hari di mana banyak kaki yang tergelincir.”

      Selesai berwudhu, lalu berdoa sebagaimana dalam postingan di atas.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet….

    Demikianlah Allah SWT mengajar kita tentang kebersihan diri sebelum mengadapnya. Ini satu contoh disiplin yang hebat dalam kehidupan muslim yang terjaga lahir dan bathin untuk selalu mensucikan diri bukan hanya di dalam solat tetapi juga di luat solat.

    Bisa juga mas Amazzet memberi tips cara berwuduk hanya dengan segelas air sahaja seperti mana pernah diajar oleh Rasulullah SAW ketika mana airnya kurang atau harus dicatu seperti ketika perang, kemarau atau berhaji.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Alhmadulillaah, betapa ajaran agama yang kita anut ini luar biasa. Termasuk dalam hal bagaimana seorang Muslim harus dalam keadaan suci kala menghadap-Nya. Semoga kita terbiasa menyucikan diri, baik zhahir maupun batin.

      Benar sekali, Mbak, mengenai wudhu dalam keterbatasan air penting juga untuk dipahami. Semoga suatu saat bisa membahas atau Mbak Fatimah silakan membahasnya di blog. Terima kasih dan salam hormati dari Jogja.

  6. Subhanallah, saya pas baca dikomentarnya ternyata ada doa-doa juga ya dalam setiap membasuh anggota tubuh dalam berwudhu. Terima kasih usatadz atas ilmunya 🙂

  7. Saya waktu masih kecil diajari juga tuh bacaan2 dr setiap gerakan wudhu, tapi karena terbiasanya cuma niat diawal dan diakhiri doa, jadi begitu aja sampai sekarang 🙂
    mksh Ustad atas ilmunya ^^

  8. Penjelasannya sederhana dan mudah dimengerti, Pak..

    Saya juga sependapat dengan Mbak Siti Fatimah Ahmad
    ” Bisa juga mas Amazzet
    memberi tips cara
    berwuduk hanya dengan
    segelas air sahaja seperti
    mana pernah diajar oleh
    Rasulullah SAW ketika
    mana airnya kurang atau
    harus dicatu seperti ketika
    perang, kemarau atau
    berhaji.”

    Atau tips lainnya utk menghemat dalam penggunaan air ketika berwudhu, Karena seringkali kita jumpai di kebanyakan masjid/mushola yg menggunakan kran air yg terlalu deras di tempat wudhu. Apakah hal itu tidak termasuk pemborosan/berlebihan ..?

  9. Eh aku suka kelupaan memasukan air ke lubang hidung 😦

  10. terimakasih pak ustdaz..
    tapi bukankan disat wudhu juga da bacaan donya?
    terimakasih 😉

  11. bacaannya apa saja yang benar pak?
    terimakasih,.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s