Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Akhmad Muhaimin AzzetAnak atau peserta didik adalah pribadi yang tumbuh dan berkembang menuju kedewasaannya. Seiring dengan bertambahnya usia, anak atau peserta didik mengalami proses belajar yang terus-menerus dari yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi mengetahui; dari yang sebelumnya tidak mengalami menjadi mengalami secara langsung pengalaman hidupnya.

Di sinilah sesungguhnya dibutuhkan seorang guru dalam proses pendidikannya agar dapat mendampingi sang anak atau peserta didik dalam belajar dan memahami sesuatu.

Di dalam sekolah, semua guru adalah pembimbing bagi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Seorang guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya, namun juga mendampingi mereka dalam meraih keberhasilan pendidikan. Dalam menjalani setiap aktivitas dalam belajar mengajar ini tugas guru adalah juga memberikan bimbingan kepada anak didiknya.

Dalam hal ini, anak didik juga membutuhkan bimbingan secara khusus, terutama ketika menghadapi persoalan yang terkait dengan kepribadian, agar dapat menyelesaikan persoalannya dengan baik.

Di sinilah sesungguhnya penting keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah. Secara profesional, bimbingan dan konseling dilakukan oleh seorang konselor.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “bimbingan” diartikan sebagai petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu. Sedangkan “konseling” adalah pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis. Konseling juga bisa diartikan sebagai pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah.

Bila merujuk kepada kamus tersebut, bimbingan dan konseling adalah petunjuk atau penjelasan yang diberikan oleh yang ahli kepada seseorang dengan metode psikologis sehingga seseorang semakin memahami dirinya agar dapat menghadapi suatu masalah dengan baik.

Bimbingan dan konseling yang dijalankan di sekolah mempunyai makna yang tidak begitu berbeda dengan pengertian di atas. Bimbingan dan konseling adalah upaya dalam memberikan pelayanan bantuan kepada anak didik agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal.

Pelayanan bantuan ini bisa dilakukan kepada anak didik secara perorangan atau kelompok. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membantu anak didik dalam mengembangkan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Pengertian bimbingan dan konseling sebagaimana di atas juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28/1990. Dalam PP tersebut, yakni pasal 25 ayat 1, disebutkan, “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenali lingkungan, dan merencanakan masa depan.”

Pemberian bantuan kepada anak didik ini dipandang penting agar mereka dapat memilih, mempersiapkan diri, memegang tanggung jawab, dan mendapatkan hal yang berharga dari keputusan yang diambilnya.

Dengan demikian, bimbingan dan konseling adalah upaya pemberian bantuan kepada anak didik agar dapat memahami dirinya sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertindak dengan baik sesuai dengan perkembangan jiwanya. Upaya ini dilakukan dengan menciptakan lingkungan perkembangan yang kondusif serta dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.

Pemberian bantuan dalam bimbingan dan konseling ini dilakukan secara terencana, termasuk menggali segala hal yang terkait dengan anak didik, berdasarkan identifikasi kebutuhan mereka, tujuan pendidikan, dan harapan dari orangtua peserta didik. Hal ini dilakukan oleh seorang tenaga profesional dalam bimbingan dan konseling agar anak didik bisa secara mandiri mengatasi masalah yang dihadapinya dengan baik.

Demikian tulisan pendek tentang bimbingan dan konseling di sekolah ini dibuat dan semoga bermanfaat bagi kita bersama.

Salam Pendidikan Indonesia,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

9 Komentar

Filed under Pendidikan

9 responses to “Bimbingan dan Konseling di Sekolah

  1. jarwadi

    tulisan yang inspiratif pak 🙂

  2. naniknara

    Sayangnya, banyak anggapan yang salah soal guru BK ini.
    Di jaman saya sekolah dulu, namanya guru BP. “Pekerjaannya” adalah menangani “anak-anak nakal”. jaman SMP, sampai saya lulus, belum pernah sekalipun berhadapan dengan guru BP.
    Di SMU, seminggu sekali guru BP masuk kelas. Isinya crita-crita saja, cerita keberhasilan senior menembus perguruan tinggi negeri dan di jurusan favorit

    • Dengan demikian, memang perlu untuk terus membangun pemahaman bersama di sekolah, antara guru dan siswa, khususnya guru BK, bahwa keberadaan BK atau BP tidak hanyak mengurusi anak bermasalah. BK adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenali lingkungan, dan merencanakan masa depan. Makasih banyak ya, Mbak Naniknara.

  3. nanangrusmana

    Mas , kalau saya memandangnya bahwa ada pergeseran persepsi tentang guru di jaman dulu dan sekarang, mestinya seorang guru adalah figur yang mampu memberikan kebaikan dalam segala hal, bukan hanya mengajar pelajaran, dan yang terjadi sekarang guru hanya mengajar tanpa peduli pada fungsi awalnya sebagai pendidik, jika hal ini yg terjadi mungkin tidak perlu ada guru BP ya…sebab semua guru adalah pendidik. Salam 🙂

    • Demikianlah, Mas Nanang Rusmana, pemahaman yang demikianlah yang semestinya tidak terjadi pada para guru kita yang tercinta. Guru bukan jenis pekerjaan untuk mencari penghasilan sebagai jenis pekerjaan lainnya. Guru erat kaitannya dengan pendidikan. Dan, ini jelas akan gagal bila yang terlibat hanya untuk mencari uang. Semoga masih banyak guru yang benar-benar pendidik, yang cinta akan profesinya sebagai pendidik. Salam 🙂

  4. sepakat pak, bimbingan konseling memang seharusnya merupakan upaya pemberian bantuan kepada anak didik agar dapat memahami dirinya sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertindak dengan baik sesuai dengan perkembangan jiwanya.

    terima kasih ya pak artikelnya 🙂

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s