Cara Menghadapi Anak yang Bermasalah

Kasus Pertama

Ada seorang anak yang suka mengambil uang orangtuanya secara diam-diam (mencuri) untuk tambahan jajannya atau untuk bermain game online di warnet (warung internet) dekat rumah.

Pada saat orangtuanya mengetahui bahwa yang mencuri uangnya adalah anaknya sendiri, maka sang orangtua memarahi habis-habisan sang anak, bahkan memukulnya.

Untuk beberapa waktu sang anak anak memang jera dan tidak mau mencuri lagi karena takut kepada orangtuanya. Namun, apakah perilaku bermasalah anaknya selesai begitu saja?

Ternyata, sang anak beralih untuk mengambil uang temannya. Hal ini bisa terjadi barangkali sang anak berpikir jika mengambil uang temannya lebih aman karena temannya tidak segalak orangtuanya ketika marah.

Kasus Kedua

Ada pula seorang anak yang mempunyai kebiasaan makan banyak. Orangtuanya memarahinya dengan sangat karena sang orangtua tidak menginginkan anaknya semakin bertambah berat badannya. Sang anak memang telah mengalami berat badan yang berlebih alias kegemukan.

Di depan orangtua, sang anak memang makan secara normal sebagaimana kebiasaan keluarga, yakni sehari makan sebanyak tiga kali.

Namun, ketika orangtuanya tidak di rumah atau ketika orangtuanya sedang tidak melihatnya, sang anak mencuri-curi makanan (di rumahnya sendiri) dengan memakanya secara cepat sebagaimana orang yang sudah tiga hari tidak makan. Hal ini dilakukan sang anak agar dapat menyelesaikan makan sesegera mungkin dan tidak ketahuan orangtuanya.

*   *   *

Dari dua contoh di atas, cara yang dilakukan orangtua dalam mengatasi anaknya yang bermasalah ternyata tidak efektif.

Sang anak memang menuruti apa yang menjadi harapan orangtuanya, akan tetapi tidak berangkat dari kesadarannya. Sang anak berubah karena takut kepada orangtuanya yang memarahinya, membentaknya, atau bahkan memukulnya.

Menurut sebagian pemahaman para orangtua kita di zaman dahulu, cara seperti ini adalah cara yang paling efektif, katanya. Tetapi, satu hal yang harus diakui, cara seperti ini akan meninggalkan kesan yang menakutkan pada diri sang anak. Bila sudah begini, ada hal yang terkebiri pada diri sang anak, baik itu potensi, kemerdekaan, atau bahkan sang anak malah belajar kekerasan dan kehilangan rasa kasih sayang dalam dirinya.

Di sinilah, sungguh dibutuhkan pribadi orangtua yang bisa bersikap tenang, penuh kasih sayang, dan memahami anak sebagai pribadi yang berkembang.

Semoga dengan tiga hal tersebut masalah yang terjadi pada anak dapat diatasi dengan baik.

Salam,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

8 Komentar

Filed under Anak

8 responses to “Cara Menghadapi Anak yang Bermasalah

  1. penting nih buat di catat. Terimakasih sharing ilmunya ustadz

  2. Bagus sekali,gimana menahan diri untuk tidak langsung marah ketika anak berbuat salah?

    • Jawaban yang menurut saya perlu dikedepankan adalah bagaimana orangtua membangun rasa kasih dan sayang yang besar kepada anak-anaknya. Sungguh, besarnya kasih sayang akan meredakan rasa marah dengan segera, bahkan jauh sebelum rasa itu muncul.

  3. Bagus,gimana motivasi untuk tetap sabar menghadapi siswa yang kurang dalam semangat belajar

    • Langkah pertama tentu dicari penyebab mengapa siswa kurang semangat dalam belajar, apakah diri siswanya, ataukah cara menyampaikan pelajaran oleh guru yang kurang menarik. Kedua, tentu mesti dipahami bahwa setiap siswa mengalami proses yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

  4. Sangat penting ini untuk dicatat.. Makasih sharingnya ustadz… Pengalaman pribadi, klo saya marahin anak karena kesal, biasanya malah lebih keras lagi anaknya.. Tapi klo dihadapin dengan sabar, biasanya mereka juga jadi lebih sabar.. Mungkin memang betul, yang jadi contoh mereka adalah orang tua, jadi perilaku orang tua itulah yang diikuti, walaupun memang berat untuk bersabar. Sekali lagi makasih sharing nya ustadz, ini jadi catatan yang sangat penting buat saya. 🙂

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s