Motivasi dan Rasa Cinta Mendidik

Penulis di tengah-tengah santri TPA Tahfidz Masjid Al-Muhtadin.

Motivasi dan rasa cinta mendidik ini harus senantiasa dijaga agar seorang guru tetap bersemangat menghadapi anak didiknya dalam proses belajar mengajar.

Motivasi dan kecintaan ini semacam ruh bagi seorang guru agar selalu dekat dengan anak didiknya, sehingga apa yang disampaikannya dalam proses belajar mengajar mudah diterima.

Inilah kunci penting bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Seorang guru yang tidak hanya mencintai profesinya, akan tetapi juga dicintai oleh anak didiknya.

Menjadi guru yang mencintai profesi dan dicintai oleh anak didik betapa membahagiakan hati. Sebaliknya, menjadi guru yang sekadar sebagai profesi biasanya juga akan sekadar dikenal saja oleh murid-muridnya. Dalam hubungan yang semacam ini terasa sekali tiada kedekatan antar-pribadi. Bila hal ini yang terjadi, maka proses belajar mengajar akan berjalan datar-datar saja, serasa hambar, bahkan tak jarang menjemukan.

Sudah tentu, kita tidak ingin menjadi seorang guru yang biasa-biasa saja di hadapan anak didik, serasa hambar ketika menyampaikan materi, bahkan apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang menjemukan. Bukan semata betapa menyenangkan dan bahagianya menjadi guru yang mengesankan dan dicintai oleh anak didik, melainkan betapa penting hal ini demi tercapainya tujuan dari proses belajar mengajar yang kita lakukan.

Salam,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

6 Komentar

Filed under Guru

6 responses to “Motivasi dan Rasa Cinta Mendidik

  1. Sepakat bgt, kl nggak ada kecintaan dalam menyampaikan apapun kepada anak didik yg ada bakal emosi trs, marah2 trs.. Hhh

  2. Setuju sekali.
    Saya pernah menjalani mengajar sekedar memenuhi kewajiban. Masuk kelas, sampaikan materi, lalu kembali ke ruangan. Rasanya hambar dan jadi kayak robot.

    Beda banget ketika selesai ngajar, atau disela-sela mengajar saya sempatkan ngobrol dengan satu atau dua anak tentang berbagai hal. Jadinya kayak ada sesuatu yang mengikat gitu, dan rasanya jadi bersemangat untuk ketemu mereka lagi di jadwal berikutnya

  3. Dicintai anak -anak dan akan dikenang sepanjang masa. Betapa bahagianya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s