Tag Archives: Indonesia

Mensyukuri Kemerdekaan

“BOHONG, jika ada yang mengatakan bahwa Indonesia belum merdeka karena ucapan itu menunjukkan ketidaksyukuran atas rahmat Allah”

Kalimat di atas adalah kalimat tantangan dari Pakde Cholik untuk saya buat artikel di blog dan sebelum maghrib harus sudah diposting. Bismillah…, saya kerjakan tantangan ini.

BOHONG, jika ada yang mengatakan bahwa Indonesia belum merdeka karena ucapan itu menunjukkan ketidaksyukuran atas rahmat Allah. Dari sebuah fakta sejarah, betapa telah nyata-nyata dituliskan dalam Piagam Jakarta yang akhirnya menjadi pembukaan UUD ’45 sebagai berikut: Baca lebih lanjut

33 Komentar

Filed under Perjalanan

Poetry Hujan: Menunggu Hujan

duduk di tumpukan daun jati yang mengering
ada yang pelahan meranggas di sekujur tubuhku
serupa kambium, pori-pori ini memecah hening
akar persoalan pun  merangsek menuju rindu

ya, rindu tetes demi tetes kesegaran dari langit
serupa hujan yang menumpahkan air cinta
bagi kemarau panjang atau dada yang terhimpit
segeralah, duhai, doa pun telah kering air mata

Bumidamai, Yogyakarta

 

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

35 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Di Lereng Merapi

asap tebal yang membumbung itu
mengarah ke utara
sementara aku menatap selatan

guguran lava itu menggetarkan jiwa
tetapi aku hanya terpaku
dalam pesona awan bergumpalan

–zet, sudah saatnya mengungsi
ke mana engkau menyelamatkan diri
namun kaki ini kaku, jiwa pun kelu

Bumidamai, Yogyakarta.

5 Komentar

Filed under Jiwa Merindu