Tag Archives: mutiara

Hikmah Utama Hidup Mulia

Judul Buku    : Hikmah Utama Hidup Mulia; Mutiara Nasihat & Motivasi Dosis Tinggi
Penulis        : Abu Zuhrotul Aziza
Penerbit    : Darul Hikmah, Yogyakarta
Tebal        : 166 hlm.
Harga        : Rp.22.500,-
ISBN        : 978-979-25-4799-3

Setiap orang yang ingin maju dan berhasil meraih cita-cita pasti membutuhkan motivasi dalam hidupnya. Motivasi dibutuhkan tidak hanya ketika seseorang jatuh, lemah, atau sedang dirundung masalah yang pelik. Motivasi juga tetap dibutuhkan bagi seseorang yang merasa hidupnya lancar-lancar saja serasa tak pernah menemui masalah. Hal ini penting agar kehidupan tetap dalam semangat melakukan banyak kebaikan yang membahagiakan. Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah dalam meraih kesuksesan. Baca lebih lanjut

20 Komentar

Filed under Info Buku

Allah Swt. Senang Menerima Taubat Hamba-Nya

Kadang kala ada seseorang yang karena telah melakukan banyak perbuatan dosa, ia merasa bahwa Allah tak mungkin mengampuni dosa-dosanya. Sebenarnya, di saat-saat tertentu hati nuraninya memberontak ingin mengakhiri perbuatan maksiatnya. Jiwanya yang fitrah telah mengalami kelelahan yang luar biasa. Namun, karena anggapan bahwa dirinya sudah telanjur masuk ke dalam lumpur dosa yang terlalu dalam, ia merasa sudah terlalu kotor, akhirnya ia memutuskan untuk tidak perlu bertaubat. Ia beranggapan bahwa dosanya terlalu besar dan tak mungkin diampuni. Maka, ia merasa percuma bila bertaubat.

Menghadapi orang yang semacam ini, sungguh izinkan saya berbisik lembut di dekat telinganya, bahwa Allah Ta’ala senang atau gembira menerima taubat hamba-Nya. Dalam hal ini, ini ada sebuah hadits shahih dari Abu Hamzah Anas bin Malik al-Anshari, berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saudaraku tercinta, coba Anda bayangkan, dalam sebuah perjalanan yang jauh di sebuah padang yang luas, Anda membawa sebuah kendaraan unta. Oleh karena suatu hal, unta itu berlari meninggalkan Anda, lantas hilang entah ke mana. Padahal, di punggung unta itu terdapat bekal perjalanan Anda, termasuk makanan dan minuman. Anda kelelahan mengejar dan mencarinya, sehingga Anda terduduk di bawah sebuah pohon dengan hati yang benar-benar putus asa untuk menemukan kembali unta kendaraan Anda. Lalu, Anda tertidur.

Ketika Anda bangun dari tidur, membuka pelan-pelan mata Anda, dan yang pertama kali Anda lihat di depan Anda adalah unta kendaraan Anda lengkap dengan perbekalan Anda yang tiba-tiba sudah kembali. Bagaimana perasaan Anda? Sudah barang tentu, Anda sangat senang atau gembira sekali. Dalam hadits tersebut, Rasulullah Saw. menyebutkan bahwa Allah Swt. gembira menerima taubat hamba-Nya; melebihi kegembiraan sebagaimana Anda saat menemukan unta kendaraan Anda kembali.

Jika memang demikian adanya, sungguh tidak ada alasan lagi bagi seseorang yang merasa telah banyak berbuat dosa untuk takut tidak diterima taubat kepada-Nya. Betapa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Bahkan, rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya. Dalam hal ini, marilah kita renungkan sebuah hadits yang diceritakan oleh Abdan, dari Abu Hamzah, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda:

“Setelah Allah menciptakan seluruh makhluk, Dia menulis dalam Kitab-Nya, Dia menuliskan (ketetapan) atas diri-Nya dan Kitab itu diletakkan di sisi-Nya di atas ‘Arsy (yaitu): ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku.” (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadits tersebut, semestinya kita segera memantapkan hati untuk senantiasa bertaubat kepada-Nya. Bukan malah sebaliknya, dengan dalih bahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya, malah tidak segera bertaubat kepada-Nya. Sungguh, ini adalah kesalahan yang sangat fatal. Sebab, siapakah yang bisa menjamin di waktu ke depan masihkah ada kesempatan bagi kita bertaubat bila ajal tiba-tiba menjelang?

Maka, marilah segera kita menuju kegembiraan Allah Swt. bila hamba-Nya bertaubat atas segala kesalahan yang telanjur terjadi. Marilah menjadi hamba yang tidak berlama-lama dalam gelimang dosa, dan segera menuju hidup yang penuh kebahagiaan dalam ridha-Nya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

15 Komentar

Filed under Menuju Cahaya

Mutiara Hikmah Pembangun Jiwa

Judul Buku    : Mutiara Hikmah Pembangun Jiwa
Penulis            : Akhmad Muhaimin Azzet
Penerbit         : Darul Hikmah, Yogyakarta
Tebal                : 128 hlm.
Harga               : Rp.23.000,-
ISBN                : 978-979-25-4733-7

Kehidupan manusia di dunia ini tidak ada yang benar-benar mulus. Semuanya pasti pernah mengalami cobaan dan ujian. Maka, dibutuhkan motivasi dan kisah-kisah inspiratif untuk membangun kembali jiwa yang rapuh dan jatuh. Dengan demikian, dapat menuju pada jalan cahaya yang diridhai oleh-Nya.

Buku ini berisi kata-kata motivasi dan inspirasi yang dapat membangun jiwa. Di antaranya dari Nabi Muhammad Saw., Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, Mu’adz bin Jabal, Umar bin Abdul Azis, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dan beberapa ulama shalih lainnya.

Buku ini pantas dijadikan panduan agar jiwa yang lembut tiada membatu; agar jiwa yang sejatinya merindu tiada lemah, apalagi terus meluka.

5 Komentar

Filed under Info Buku