Tag Archives: surga

Panggilan di Pintu Surga

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa berinfak dengan sepasang (kuda, unta, dan sebagainya) di jalan Allah, maka di surga ia dipanggil: Wahai hamba Allah, pintu ini adalah lebih baik. Barangsiapa termasuk ahli shalat, maka ia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka ia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa termasuk ahli puasa, maka ia dipanggil dari pintu Rayyan.” Abu Bakar Al-Shidiq bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap orang pasti dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Apakah mungkin seseorang dipanggil dari semua pintu?” Rasulullah Saw. bersabda, “Ya, dan aku berharap engkau termasuk di antara mereka (yang dipanggil dari semua pintu).” (HR. Muslim)

Sedekah yang diberikan oleh seseorang bisa membuat pelakunya dipanggil dari pintu sedekah di surga. Demikian pula dengan orang yang ahli shalat, ahli jihad, atau ahli puasa akan dipanggil dari pintu sesuai dengan amalnya masing-masing ketika di surga. Dan, alangkah bahagianya bagi orang yang dipanggil dari semua pintu di surga. Panggilan itu dilakukan karena seseorang telah mempunyai tiket masuk. Oleh karena itu, senyampang masih hidup di dunia, marilah kita beramal—termasuk dalam hal ini dengan bersedekah—untuk memperoleh tiket masuk agar dipanggil di pintu surga. Sungguh, panggilan untuk memasuki pintu surga adalah nikmat yang teramat besar.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

9 Komentar

Filed under Hikmah

Walau dengan Separuh Kurma

Adi bin Hatim r.a., bahwa ia telah mendengar Nabi Saw. bersabda, “Barangsiapa di antara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separuh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah).” (HR. Muslim)

Sekecil apa pun, bahkan walau hanya dengan separuh kurma, sedekah yang kita berikan dengan ikhlas karena Allah Swt. pasti akan mendapatkan balasan. Bahkan, balasan yang sangat besar itu berupa perlindungan dari api neraka. Sudah barang tentu, tidak ada satu pun di antara kita yang mengharapkan neraka; semua orang yang waras tentu berharap dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Oleh karena itu, marilah memperbanyak sedekah.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

33 Komentar

Filed under Hikmah

Bila Sedang Jatuh Cinta

Pada postingan yang berjudul Menjaga Cinta, saya meninggalkan pertanyaan berikut. Yakni, ada pertanyaan mendasar yang mesti diajukan kepada setiap kita, pemuda dan pemudi muslim yang sedang jatuh cinta, “Bagaimanakah sikap kita?” Apakah kita memperturutkan begitu saja segala keinginan untuk memenuhi kepuasan cinta. Misalnya, segera menemui orang yang kita cintai saat rindu melanda, menatap wajahnya, menggandeng tangannya, atau bahkan mencium dengan lembut keningnya? Padahal, kita belum menikah. Apalagi, di antara kita tidak sedikit yang sering terjebak dengan atas nama cinta, tetapi malah melakukan perbuatan zina. Baca lebih lanjut

39 Komentar

Filed under Cinta

Balasan yang Berlipat Ganda

Allah Swt. berfirman:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Baqarah [2]: 245)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 261)

Betapa Allah Swt. adalah Dzat Yang Mahakaya dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Bagi setiap hamba yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, betapa berlipat ganda balasan yang diberikan oleh-Nya. Menjadilah beriman untuk meyakini kebenaran firman-Nya ini dan segera menyongsong kehidupan yang penuh dengan limpahan kebaikan dalam kehidupan karena kita dengan senang hati menafkahkan harta di jalan Allah Swt.

Al-Faqîr ilâ Rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

28 Komentar

Filed under Hikmah

Menyongsong Masa Depan yang Lebih Membahagiakan

Hal yang paling mendasar dari ajaran untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya adalah membersihkan seseorang dari dosa yang telah diperbuatnya. Dengan demikian, ia akan dekat dengan rahmat Allah. Ini yang paling penting, sekali lagi, dekat dengan rahmat Allah Swt.

Seseorang yang kehidupannya dekat dengan rahmat Allah Swt., sudah barang tentu kebahagiaan akan mengiringinya. Bila menghadapi kesulitan hidup, misalnya, dia akan mampu menghadapinya dengan baik dan akan semakin meningkatkan ketakwaannya. Atau, dengan rahmat Allah Swt. ia terhindarkan dari kesulitan hidup itu. Sungguh, bersama rahmat Allah Swt. menjalani hidup terasa lebih mudah dan membahagiakan. Baca lebih lanjut

34 Komentar

Filed under Menuju Cahaya

Mendapatkan Balasan Istimewa

Rasulullah Saw. bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan kebaikan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus lipat kecuali puasa karena ia untuk-Ku dan Aku mengganjarnya; ia tinggalkan syahwatnya dan makanannya karena-Ku. Bagi orang puasa ada dua kegembiraan: kegembiraan pada waktu berbuka dan kegembiraan pada waktu bertemu dengan Rabbnya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada kasturi.” (HR. Jamaah)

“Puasa adalah perisai. Karena itu, hendaknya ia tidak berkata kotor dan tidak bertindak bodoh. Apabila ada seseorang yang memerangi atau mencacinya, hendaknya ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ sebanyak dua kali. Demi Dzat yang jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada minyak misik. (Firman-Nya): ‘Dia meningalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Bukhari)

Berpuasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang istimewa, maka balasan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada orang yang mengerjakannya pun istimewa pula. Bahkan, saking istimewanya, Allah Swt. tidak menyebut sebagaimana balasan yang diberikan kepada orang yang melakukan ibadah lainnya yang diberikan kebaikan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat.

Secara lahiriah, berpuasa memang sulit untuk dipamerkan (riya’) kepada orang lain. Bahkan, apabila ibadah itu difoto, misalnya, dan foto itu bisa ditunjukkan kepada orang lain bahwa orang tersebut telah melakukan ibadah tertentu, maka hal ini bisa dilakukan pada shalat, membayar zakat, sedekah, atau haji. Namun, orang yang berpuasa atau tidak, di dalam foto tidak bisa dibedakan. Ini hanyalah analogi sederhana bahwa berpuasa memang berbeda. Demikian pula dengan orang yang munafik, ia bisa berpura-pura menjalankan shalat bersama kaum Mukmin, misalnya, namun mereka akan merasa berat apabila berpura-pura mengerjakan puasa sebulan penuh dalam bulan Ramadhan.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

19 Komentar

Filed under Ibadah

Kembali Rindu Pulang

oleh sebab cintamu melulu sementara
aku kembali rindu pulang, ke pangkuan
oleh sebab cintamu melulu benda-benda
aku kembali rindu pulang, ke keabadian

duhai jiwa yang sekian lama terlena
bersaranglah, pulanglah, bersedekaplah
senyampang rindu belum didendangkan
oleh siapakah dengan air mata

Bumidamai, Yogyakarta.

32 Komentar

Filed under Jiwa Merindu

Kewajiban Utama dan Pertama

Allah Swt. berfirman, “…Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-‘Ankabût [29]: 45)

Rasulullah Saw. bersabda, “Pertama-tama amalan yang dihisab (dihitung) untuk seorang hamba pada hari kiamat (nanti) adalah shalat. Apabila shalatnya itu bagus maka baguslah amalan yang lain, dan apabila buruk maka buruk pulalah amalan yang lain.” (HR Thabrani)

Sungguh, shalat adalah kewajiban utama dan pertama di dalam Islam setelah seseorang bersyahadat. Apabila kewajiban utama dan pertama dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka dijamin hidup seseorang akan menjadi baik. Shalat yang didirikan akan mencegah mushalli (pelaku shalat) dari segala perbuatan keji dan mungkar. Bila seseorang yang sudah shalat, namun masih melakukan perbuatan keji dan mungkar, berarti cara ia mengerjakan shalat (lahir maupun batin) masih perlu diperbaiki. Dengan demikian, shalat memang merupakan jaminan dalam penghitungan amal di Hari Perhitungan; apabila shalat seseorang baik maka semua amalnya dihitung sebagai kebaikan, demikian pula sebaliknya.

Al-Faqir ila Rahmatillah,

Akhmad Muhaimin Azzet

6 Komentar

Filed under Hikmah Utama