Tag Archives: syahadat

Beriman Secara Benar

Allah Swt. berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah, ‘Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk,’ karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurât [49]: 14) Baca lebih lanjut

18 Komentar

Filed under Hikmah

Kesaksian yang Dahsyat

Rasulullah Saw. bersabda:

“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah….” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Nabi Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, kalimah-Nya yang diletakkan dalam diri Maryam, dan Ruh dari-Nya, juga bersaksi bahwa surga dan neraka adalah haq, maka ia dimasukkan ke dalam surga oleh Allah sesuai dengan amal perbuatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, maka Allah mengharamkan badannya untuk disentuh api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Jibril datang untuk memberi kabar gembira kepadaku, ‘Siapa saja dari umatmu yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia masuk surga.” Aku (Abu Dzar) bertanya, “Meskipun ia berzina dan mencuri?” Rasulullah Saw. menjawab, “Meskipun ia berzina dan mencuri.” Aku bertanya lagi, “Meskipun ia berzina dan mencuri?” Rasulullah Saw. menjawab, “Meskipun ia berzina dan mencuri.” Kemudian pada kali yang keempat, Rasulullah Saw. bersabda, “Baik Abu Dzar senang atau tidak senang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dua perkara yang pasti.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah dua perkara itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah Saw. menjawab, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah maka ia pasti masuk neraka, dan barangsiapa mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun maka ia pasti ia masuk surga.” (HR. Muslim)

Dua kesaksian saja, akan tetapi bisa membawa pengaruh yang dahsyat dalam kehidupan seseorang, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya. Inilah yang dinamakan syahadatain. Dua kesaksian ini merupakan sumber sistem hidup bagi seorang Muslim. Namun, kenyataannya, tidak sedikit orang yang sudah bersyahadat, akan tetapi tidak tampak perubahan dalam hidupnya, bahkan malah ada yang tidak mengerjakan syariat Islam dengan baik. Orang yang demikian, kesaksiannya belum berangkat dari kesadaran hati yang sesungguhnya atau tidak bisa menjaga kesaksiannya agar tetap konsisten dalam jalan yang diyakininya. Di sinilah sangat penting bagi setiap orang Islam untuk membangun kesadaran dalam syahadatnya, sehingga hidupnya di dunia selaras dengan petunjuk Allah dan bimbingan Rasul-Nya.

Kesaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. akan membawa pelakunya patuh dan tunduk hanya kepada Allah Ta’ala saja. Demikian pula kesaksian bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya akan membawa pelakunya untuk taat kepada Rasulullah Saw.

Allah Swt. berfirman:

“…Keputusan (semua hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 40)

“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah….” (QS. Al-Nisâ [4] 80)

Orang yang telah bersyahadat dan menjaga syahadatnya dalam kehidupan sehari-hari maka ia akan sepenuhnya menggunakan hidupnya dalam rangka mengabdi kepada Allah Swt. Orang yang demikian tidak pernah setengah hati dalam melakukan sesuatu; aktivitas hidupnya dikerjakan dengan penuh totalitas. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. sebagai berikut:

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS. Al-An’âm [6]: 162-163)

Al-Faqîr ilâ rahmatillâh,
Akhmad Muhaimin Azzet

5 Komentar

Filed under Hikmah Utama

Lima Pilar Utama

Rasulullah Saw. bersabda:

“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Islam dibangun di atas lima perkara, mengesakan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan menunaikan haji.” (HR Muslim)

Bersyahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. adalah utusan-Nya adalah pilar pertama di dalam berislam. Keislaman seseorang selanjutnya sangat perlu untuk dibangun dengan empat pilar berikutnya, yakni mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji ke tanah suci bagi yang berkuasa atau mampu. Setiap pilar dalam berislam apabila ditegakkan dengan sungguh-sungguh akan mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan seseorang. Seseorang tidak mudah goyah, hidup menjadi lebih dinamis, dan lebih mudah dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.

Tinggalkan komentar

Filed under Hikmah Utama