Hati Nurani Orang yang Melakukan Korupsi

stop korupsiAda sebuah pertanyaan yang sebenarnya sudah lama mengganggu dalam benak saya. Pertanyaan itu begini, “Bagaimana ya perasaan atau hatinya orang yang melakukan korupsi pada hari-hari setelah ia melakukan perbuatan tersebut, apakah gelisah, bingung, tidak tenang, atau justru bahagia dan bisa menikmati hasil perbuatannya?”

Pertanyaan tersebut berawal dari sebuah kenyataan bahwa setiap orang pasti punya hati nurani. Katanya, hati nurani ini akan merasa gelisah apabila empunya melakukan tindak kesalahan.

Pertanyaan lagi, ketika seorang suami melakukan korupsi, apakah istrinya mengetahui atau tidak ya? Bila mengetahui, bagaimana perasaannya ketika diberi nafkah oleh suami dari hasil yang jelas-jelas tidak halal? Merasa senang dan menikmati atau justru merasa dinodai kehormatan keluarganya?

Saya juga ingin tahu bagaimana perasaannya terhadap Tuhan? Sebab, katanya bagaimanapun seseorang di dalam hatinya ada perasaan terhadap Tuhan. Apakah merasa bersalah atau biasa-biasa saja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengganggu saya untuk mengetahui jawabnya karena saya juga tahu bahwa tidak sedikit orang yang TAKUT SEKALI apabila rezeki yang diterimanya tercampur dengan yang tidak halal. Bahkan, ada orang yang walau sebesar seratus rupiah saja jika tidak jelas-jelas halal maka ia tidak mau menerimanya. Bagaimana kalau menurut sahabat-sahabat sekalian?

28 Komentar

Filed under Perjalanan

28 responses to “Hati Nurani Orang yang Melakukan Korupsi

  1. berhubung mereka udah gak punya hati nurani jadi yaaaa gitu deh

    kok saya yakin mereka gak punya hati nurani?
    ya iyalh, klo masih punya pun, pasti gak akan korupsi.

  2. takutt….
    takut pertanggungan jawab d hadapan Allah….

  3. Tergantung dari sifat yang dimiliki orang itu. biasanya koruptor itu orangnya egois dan keras hati. pastilah dia akan memikirkan dirinya sendiri. dan ketika dia memiliki harta yang melimpah dia akan sumbringah dan lupa pada tuhan. penyesalan dan gelisah juga was-was akan ada di akhir; di jeruji besi atau di akherat.

  4. Saya rasa mereka tahu bahwa perbuatannya salah. Tapi diliputi nafsulah seolah korupsi adalah hal yang wajar..

  5. Pasti sangatlah gelisah Pak Azzet.
    Nurani bisa tiba-tiba berbicara tanpa konrol diri.
    entah kapan pasti ketahuan🙂

  6. saya ga tau deh kang.. ngebayanginnya aja dah serem..
    kasian kalau mereka terus dihantui perasaan bersalah
    lebih kasian lagi kalau hati mereka dah terlanjur membatu hingga ga ngerasain apa2 pas korupsi

  7. Maaf kata pak, terkadang seorang suami “korupsi” maupun korupsi dikarenakan pengaruh dari istrinya…. malah peran si istri lebih besar dari suaminya ini nyata lho pak, duo macan itu jadinya hehehe. Namun saya yakin nuraninya mereka sadar bersalah

  8. sepertinya orang2 yg suka korupsi ini memang tak punya hati nurani lagi,
    kalau memang ada, tentunya mereka takkan pernah melakukan korupsi.

    kalau melihat tayangan di media massa, mereka ini sepertinya malah bangga, mendadak jadi selebriti yg melambai2kan tangan di depan media sambil tersenyum, nauzubillah…
    salam

  9. kayaknya kalo udah terbiasa ngga gelisah lagio Pak. Mungkin pengalaman pertama iya bikin ngga tenang, tapi setelah berlalu lama dan g ktahuan jd ketagihan pgn lagi. Naudzubillah…

    • Jadi gelisah yang ada dalam hati nurani itu hanya awalnya saja ya, ketika tidak dihiraukan maka yang menguasai dirinya adalah hawa nafsunya. Semoga kita terhindar dari yang demikian ya, Mbak Rahmi Aziza.

  10. pada saat korupsi mungkin hati nuraninya memang mati
    jadi ya biasa aja😀

  11. Mungkin mereka sudah terlena dengan harta, sehingga tak memperdulikan apa kata hati nurani. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan tersebut amin

  12. Sama dengan beberapa komen sebelumnya Pak, menurut saya hati nurani mereka sudah mati. Sudah menganggap uang hasil korupsi sebagai bagian dari kerja keras mereka.
    Naudzubikamindzalik..

  13. barangkali korupsii itu sifatnya samar-samar pak, maksud saya saat seorang sudah divonis tersangka mereka cenderung ngotot sekali berkilah bahwa mereka tidak melakukan tindakan korup, merela tidak tahu, mereka merasa dijebak, dll. berarti ada yang salah, mungkin mereka yang korup ini masih punya hati nurani kalo benar nyata mereka memang dijebak, yang jadi persoalan apa mereka tidak menggunakan logika (otak) untuk membedakan mana korup dan mana yang tidak. niat hati berbuat baik untuk rakyat malah disangka korup menzholimi rakyat..

    • Dalam kasus tertentu, memang ada orang yang baik, yang oleh karena sistem atau lingkungan yang buruk, ia terjebak dalam kubang korupsi. Padahal, sama-sama sekali ia tak menginginkannya. Semoga di pengadilan hal ini dapat dibuktikan. Bila tidak, di pengadilan di akhirat tentu akan menemukan pengadilan yang sebenarnya.

  14. Pertanyaan diatas sepertinya pernah tayang di socmed juga ya, pak.🙂

    Pertanyaan2 yang sangat berat, untuk menjawabnya juga perlu dengan hati nurani.🙂

    Saya hanya mau ngomong, kalau orang2 yang melakukan korupsi, baik korupsi dipemerintahan, dikeluarga, ditempat kerja, di diri sendiri, itu karena mereka tidak mempunayi tanggungjawab. Tidak memikirkan tanggungjawab. ^_*

    Semoga komen saya tidak mengdung sara atau saru. hihihihi

    • Iya, Mbak, saya pernah bertanya begitu di socmed. Berat memang, sekaligus aneh ketika masih saja ada yang tega menzhalimi diri sendiri dan keluarga dengan melakukan korupsi. Iya, Mbak, saya setuju, yang demikian tentu tak punya tanggung jawab.

      Tidak kok, Mbak, tidak mengandung sara dan saru, hehehe…🙂

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s