Belajar Kembali Meyakini bahwa Dzat Allah Swt. adalah Mutlak Adanya

Banyak berdzikir, foto Akhmad Muhaimin AzzetSebenarnya, keyakinan terhadap Dzat Allah Swt. yang mutlak adanya telah bersemayam di dalam hati kita. Bahkan, semenjak kita kecil dulu ketika belajar mengaji. Atau, semenjak sadar bahwa kita telah mengucapkan kalimat syahadat. Namun, keyakinan kita barangkali kurang kuat, sehingga tingkah laku kita dalam keseharian sering tidak konsisten dengan keyakinan kita. Maka, kita sangat perlu untuk belajar kembali bahwa Dzat Allah Swt. adalah mutlak adanya. Termasuk dalam hal ini adalah meyakini Allah dengan nama-nama baik (asmaaul husna) yang melekat pada-Nya. Sebagaimana firman-Nya yang termaktub dalam al-Qur’an al-Karim berikut:

“Dia-lah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang baik).” (QS. Thaahaa [20]: 8).

Keyakinan yang kuat terhadap adanya Dzat Allah dengan asmaaul husna-Nya ini akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang muslim. Keberadaan Dzat Allah yang mutlak adanya, dengan 99 asmaaul husna-Nya, bila telah benar-benar menjadi keyakinan bagi seorang muslim, sungguh ia akan menjadi seorang mukmin yang luar biasa. Dia akan mempunyai sandaran yang kuat kepada Allah Yang Maha Perkasa dalam meraih cita-cita. Dia akan memiliki ketergantungan yang kuat kepada Allah Yang Maha Penolong bila mempunyai keinginan. Dia akan berusaha selalu baik, tidak melakukan kekurangan, apalagi pencurian, dalam setiap usahanya karena mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Allah Maha Mengetahui.

Inilah sebuah keyakinan yang luar biasa. Tak ada yang dapat mengalahkan Allah di seluruh alam raya ini. Bahkan, Allah Swt. yang menciptakan semua-muanya; bagaimana mungkin ada yang mengungguli atau menyamai-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla Maha Segalanya. Bila seorang muslim sudah bersandar kepada-Nya, segala yang di dunia menjadi kecil, dan keyakinan yang demikian akan membuatnya selalu berani menghadapi rintangan. Allah Swt. berfirman:

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai asmaaul husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Hasyr [59]: 24).

Sungguh, firman Allah Swt. tersebut semakin menegaskan kepada kita bahwa yang mengatur segalanya di dunia ini adalah Allah Swt. yang telah menciptakannya. Keyakinan yang demikian perlu senantiasa dapat hadir di dalam hati orang-orang yang beriman. Sehingga, ia akan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, tidak mudah putus asa, dan selalu optimis dalam setiap usaha yang dijalankannya. Bila sudah demikian, insya Allah kesuksesan bukan hal sulit baginya.

Tetapi, bila usaha yang dilakukannya belum sukses, dia masih punya keyakinan yang sangat kuat bahwa Allah sedang mengujinya. Percaya, ya… ia sangat percaya bahwa Allah sangat sayang kepadanya, maka keberhasilan bukan hal yang sulit bila Allah sudah menghendaki. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Semua yang ada dalam dunia ini telah dalam kuasa-Nya. Inilah keyakinan yang membuat seseorang tidak mudah goyah ketika mengalami kegagalan. Dia akan maju terus untuk menemui keberhasilan.

Banyak Berdzikir

Nah, dalam rangka untuk memudahkan kita belajar kembali menguatkan keyakinan kita kepada-Nya, maka kita harus belajar sedikit demi sedikit untuk dapat mengingat-Nya. Dalam hal ini, kita belajar untuk dapat banyak berdzikir; menyebut dan mengingat nama-Nya. Marilah bersama kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini:

“Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. al-Israa’ [17]: 110).

Menyeru atau menyebut asma Allah, atau ar-Rahman, atau nama-nama-Nya yang lain dalam asmaaul husna adalah perintah langsung dari Allah Yang Maha Suci. Sebagaimana ayat di atas, kita diperintahkan untuk itu. Bila Allah Swt. yang memerintahkan, dan Rasulullah Saw. pun telah meneladankannya, maka melaksanakannya pun merupakan bentuk ibadah tersendiri. Betapa nikmatnya kita yang belajar meyakini Allah dan sekaligus dapat nilai ibadah. Di dunia dapat, di akhirat pun tidak merugi.

Banyak sekali keuntungan yang kita peroleh bila banyak mengingat-Nya. Sungguh, dengan banyak mengingat-Nya, kita menjadi dekat dengan-Nya. Bila kita sudah merasa dekat dengan-Nya, duhai… adakah kebahagiaan lain di dunia ini yang dapat menandingi kebahagiaan seorang hamba yang merasa dekat dengan-Nya. Inilah mengapa para kekasih Allah atau para wali-Nya banyak sekali menyebut nama-Nya. Dan, kita tahu bagaimana sosok para kekasih Allah itu, tidak ada yang ditakuti baginya selain kepada-Nya.

Sungguh, kita sangat perlu untuk belajar meyakini Allah dengan banyak mengingat-Nya. Mengingat Allah Swt. dengan cara menyebut asma-Nya secara tulus, ikhlas, dan khusyuk. Dengan cara yang demikian, maka orang-orang yang selalu mengingat-Nya akan memperoleh ketenteraman hati. Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam al-Qur’an al-Karim berikut:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d [13]: 28).

Pada zaman yang orang-orang sering bersitegang, berpacu dengan waktu, persaingan yang kerap kurang sehat, sungguh ketenteraman hati adalah sesuatu yang sangat mahal harganya. Maka, wajar apabila di antara kita kemudian mudah mengalami stres. Hal ini terjadi pada diri seseorang karena tidak pandai mengelola hati; tidak mudah menghadirkan suasana yang menjadikan ketenteraman hati. Bila stres sudah hadir, dan bila tidak segera diatasi dengan baik, maka penyakit-penyakit yang lain akan segera mengikutinya. Baik penyakit fisik maupun psikis; penyakit jasmani maupun ruhani. Sebab, kedua jenis penyakit ini antara satu dengan yang lainnya sering saling mengait. Bila sudah sakit, maka keberhasilan dari setiap usaha yang sedang dilakukannya menjadi sesuatu yang tertunda, atau bahkan gagal.

Dengan demikian, ketenangan atau ketenteraman hati adalah hal yang sangat penting dan harus ada dalam diri seseorang apabila ia ingin sukses hidupnya. Sukses tidak hanya ketika mengarungi kehidupan di dunia, tetapi juga pada kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Sudah barang tentu, kita tidak menginginkan hidup di dunia penuh dengan kesuksesan, tetapi di akhirat termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka. Lebih tidak ingin lagi, hidup di dunia selalu dalam penderitaan, dan di akhirat masuk neraka. Sungguh, kita berdoa kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Maka, supaya kita dapat menjadi orang yang sukses, berhasil, dan beruntung di dunia dan akhirat, setidaknya kita harus mempunyai modal dasar, yakni sebuah keyakinan. Sebagai orang Islam, maka keyakinan utama yang mesti dibangun adalah keyakinan kepada Allah Swt. sebagaimana yang telah dibahas di muka. Dan, sebagai salah satu cara menguatkan keyakinan ini adalah dengan banyak mengingat-Nya. Ya, sekali lagi, banyak mengingat-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt. berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. al-Ahzab [33]: 41).

Berdzikir sebanyak-banyaknya adalah metode yang paling efektif agar kita selalu ingat kepada-Nya. Sesungguhnya, hal yang paling penting di dalam berdzikir, baik sedikit atau banyak, adalah kita mesti bisa ingat kepada-Nya; namanya juga berdzikir yang berarti mengingat-Nya. Tetapi, manusia memang masih sering lupa. Dalam keadaan berdzikir saja, tidak jarang kita masih lupa kepada-Nya. Lisan kita menyebut asma-Nya, memuji dan mengagungkan-Nya, tetapi hati kita lupa kepada-Nya. Kenapa lupa? Karena pikiran kita melayang ke mana-mana, hati kita tidak khusyuk mengingat-Nya. Sungguh, hal ini sebenarnya adalah hal yang lucu sekaligus menyedihkan. Namun, demikianlah adanya.

Maka, dengan berdzikir yang banyak, ini adalah sarana belajar bagi kita untuk melawan penyakit lupa itu. Sebab, tujuan dari berdzikir adalah supaya kita selalu ingat kepada-Nya. Dengan selalu ingat kepada-Nya, semoga kita bisa kenal dengan-Nya. Dan, kalau sudah kenal dengan Allah, semoga kita bisa dekat dengan-Nya. Sungguh, dekat dengan-Nya adalah hal yang paling diinginkan oleh setiap orang yang menempuh jalan-Nya, taqarrub kepada-Nya, dan mencintai-Nya. Dia-lah Dzat Yang Maha Mulia, Allah Swt. Ya, dekat dengan-Nya. Dengan demikian, secara otomatis, sesuatu hal yang niscaya atas izin-Nya, orang yang demikian akan mempunyai keyakinan yang sangat luar biasa kepada-Nya.

Demikian semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita bersama.

Al-Faqir ila Rahmatillah,
Akhmad Muhaimin Azzet

33 Komentar

Filed under Semakin Mendekat

33 responses to “Belajar Kembali Meyakini bahwa Dzat Allah Swt. adalah Mutlak Adanya

  1. jika tak kenal maka tak sayang ya Pak…

    benar sekali Pak.. hendaklah lagi dan lagi kita belajar meyakini dan memasukkan kebesaran Allah ke dalam hati..karena hanya itulah kunci kebahagiaan kita.. Terimakasih Pak..

  2. @Kiyai Jr

    Reblogged this on Keriau.

  3. Selalu saja akang mendapat banyak ibroh jika membaca postingan Ustadz….untuk kesekian kalinya terima kasih…🙂

  4. Apalagi di bulan Ramadhan ini, sungguh menyakini akan dzat Allah tentu akan dilebih-lebihkannya berkah bagi hamba-hamba yang selalu mengharapkan ridha-NYA🙂

    Selamat berpuasa ustadz, salam kedamaian dan berkah Ramadhan🙂

    • Benar sekali, Mas Aulia, ini bula yang istimewa, maka kita perlu tidak hanya dalam ibadah, akhlak, tapi juga keyakinan kita kepada-Nya. Selamat berpuasa juga ya, Mas. Semoga kita mendapatkan ridha Allah Swt.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Amazzet…

    Ya Allah……
    Perkayalah sahabatku ini dengan ilmu yang bermanfaat
    Hiasi hatinya dengan kesabaran
    Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
    Perindahlah fiziknya dengan kesihatan
    Serta terimalah amal ibadahnya dengan lipat ganda ganjaran
    Kerana hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam

    Marhaban Ya Ramadhan…
    Mohon maaf lahir dan bathin….

    Semoga selalu sukses.
    Salam Ramadhan dan hangat selalu dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.

      Terima kasih banyak atas doanya ya, Mbak Fatimah.
      Semoga demikian pula dengan panjenengan sekeluarga.
      Allaahumma aamiin…

      Selamat menunaikan puasa dan berbagai ibadah lainnya.
      Semoga Allah Swt. meridhai kita bersama.

      Salam bahagia dari Jogja Istimewa.

  6. Subhanallah walhamdulillah, sangat bersyukur kerana Allah SWT mentakdirkan saya hidup sebagai muslim. Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan DIA dan Muhammad itu adalah Pesuruh-NYA.

    Dalam keadaan muslim pun, masih ramai yang “seakan” tidak menyakini ketuhanan Allah SWT dan “berani” membuatlkan apa yang dilarang-NYA. Rasa takut kepada Allah sudah hilang apabila keyakinan tidak jitu dan nafsu dituruti untuk memuaskan kehidupan yang tidak menentu.

    Andai dunia menjadi tuan, maka akhirat tentu ketinggalan. Marilah kita mengoreksi diri dan bersyukur dengan apa yang masih dimiliki sebelum maut datang menjemput dan kekesalan tidak bererti lagi.

    Postingan yang mencerahkan. Semoga mas Amazzet diberkahi Allah SWT.
    Salam hormat dan ceria di Ramadhan yang mulia ini.😀

    • Subhanallah walhamdulillah…
      Benar sekali, Mbak Fatimah, rasa tidak takut kepada Allah itu yang membuat sebagian di antara kita berani menggalkan apa yang diperintah dan melanggar apa yang dilarang. Sungguh, ini terkait erat dengan keimanan seseorang yang ada di dalam dadanya.
      Semoga kita termasuk hamba yang benar-benar beriman ya, Mbak. Aamiin ya Kariim….

      Salam hormat dan ceria juga di bulan Ramadhan ini🙂

  7. Mencari pencerahan dan suntikan ilmu bermanfaat dari Pak Azzet sekaligus menyelami hikmah yang terkandung didalamnya. Dan mudah-mudahan bisa diaplikasikan dalam kehidupan, Amiin.

  8. Terima kasih buat nasehatnya, pak Azzet. Mengingatkan untuk memperbanyak berdzikir dengan kekhusyukan. Hati yang damai tak lain adalah karena merasa mengenal Allah dengan baik.

  9. Terima kasih Pak atas tulisan indahnya
    *cium punggung tangan🙂

  10. mysukmana

    Allah adalah segalanya, Muhammad Utusannya dan Tauladan bagi kita semua, semoga ramadhan kali ini makin berkah (Amiin)

  11. Assalamu’alaikum ustadz…lama tak bersua sy mau nyapa n silaturahim dulu, sembari bersih-bersihin blog saya..

  12. Assalamu alaikum, Ustadz Azzet. Dah lama sekali ngga mampir ke sini. Mumpung lagi Ramadhan saya juga lagi memperbanyak dzikir. Yang paling afdol sebaiknya dilakukan setelah shalat wajib lima waktu, kata Khatib saat tarawih kemarin. Betul, Pak Ustadz?
    Semoga puasa kita semua diterima Allah. Aamiin…..
    Mohon maaf lahir bathin ya, Pak Ustadz. Saya udah jarang silaturrahim ke blog sahabat sekarang ini.🙂

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Iya, Mas Nando, makasih banyak yaaa. Semoga silaturahim ini tetap terjalin meski jarang ngeblog, hehe… Saya setuju, Mas, berdzikir itu penting pada setiap saat, tapi ba’da shalat fardhu jangan ditinggalkan, eman sekali. Dan, semoga puasa kita dan berbagai ibadah yang lainnya mendapatkan ridha Allah Swt. ya, Mas. Salam hangat dari Jogja.

  13. Assalamu’alaikum.wr.wb. Betul ustads, betul fenomena saat ini banyak yg sudah capek menghadapi kompleksitas kehidupan dunia dan berbagai cobaan didalamnya. Dan pada akhirnya, banyak tertarik dengan kembali ke agama, mengikuti berbagai majelis-majelis dzikir sbg solusi agar dpt memperbanyak mengingat NYA, yg dpt menentramkan hati. Permasalahannya, tdk semua mendptkan bimbingan dari ulama-ulama yg ada dgn pas dan cukup baik. Bahkan tdk sedikit diantaranya banyak mengambil jln pintas bertarekat, tanpa didasari pemahaman agama yg cukup kuatvdan yakin dulu. bahkan nyaris banyak yg tdk memiliki sama sekali pemahaman sebelumnya. Nah bagimana kondisi ini, sblum terlalu jauh dengan terjun mengamalkan berbagai macam amalan dzikir dan bacaan2. Agar sesama yg bru belajar kembali mengenal Tuhan, dapat mantap tahapannya serta efektif dalam MEYAKINI TUHAN ITU ADA SEUTUH NYA, DAN HANYA DIA YG PERLU DISEMBAH DAN MINTA PERTOLONGAN”. Salam ustads dan keluarga, Tetap berdakwah dgn karya-karya tulisnya ustad, yg cukup menginspirasi.

    • Wa’alaikumusalam wr.wb.
      Terima kasih banyak ya, Pak Sahry Abduh Ramadhan, atas kunjungan dan komentarnya yang menurut saya ihwal ini memang perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebab, dzikir adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh siapa saja; termasuk bagi yang ingin memperoleh ketenteraman jiwa karena telah lelah oleh riuh dunia. Sudah tentu, dalam berdzikir dibutuhkan ilmu, pengetahuan, dan pemahaman akan dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Demikian juga jika mengikuti tharikat, tentu memilih yang mu’tabarah adalah keniscayaan. Sungguh, sekali lagi, makasih banyak ya, Pak. Salam untuk jamaah dan keluarga.

  14. Ping-balik: Arief The Kaiser

  15. abdusshomad

    Mudah2an dimana saja,kapan saja (kecuali tempat yg dilarang ex wc dll) kita selalu berdzikir mengingat Alloh SWT, krn dgn dzikir YAKIN SEKALI kita akan merasakan kenikmatan & ketenangan dalam menjalani kehidupan ini,soalnya sangat gak mungkin orang yg selalu dzikir kpd Alooh akan melakukan hal2 yg dilarang baik oleh agama maupun pemerintah,amiin…

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s